Fashback on
Malam yang gelap dengan hujan deras yang membasahi jalan, membuat jalanan itu licin sehingga kecelakaan mobil pun tak dapan di hindari.
Beberapa menit yang lalu satu unit mobil mewah bertabrakan dengan truk pengangkut buah sawit. Membuat mobil mewah yang di kendarai sepasang suami istri serta anaknya terpental beberapa meter dari tempat kejadian. Peristiwa berdarah itu membuat banyak orang yang masih berlalu lalang berhenti untuk sekedar melihat apa yang tengah terjadi.
Sang supir truk masih bisa selamat hanya terdapat luka ringan saja di bagian kepala. Sedangkan tiga anggota keluarga itu sudah di larikan kerumah sakit terdekat.
"Enghhh," lenguh gadis berusia 12 tahun itu seraya membuka matanya perlahan.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar," ucap seorang dokter laki-laki yang berdiri tak jauh darinya.
"Bagai mana penglihatan mu?" Tanya dokter itu ragu-ragu.
Tapi gadis itu tidak menanggapinya, dia tetap bengong masih bingung dengan apa yang sudah terjadi.
"Gadis kecil apa kau mendengar ku?" Tanya dokter itu.
"Iya," jawabnya lemah.
"Coba liat ini! Apa kau tau ini warna apa?"tanya dokter Nino dengan senyuman.
"Abu-abu?" Jawab gadis itu tak yakin
Senyum dokter itu sedikit memudar, lalu iya tersenyum lagi dengan manis.
"Gadis kecil aku ingin memberitahumu sesuatu tapi berjanji pada paman bahwa kamu tidak akan menangis oke?" Ucap dokter itu pelan
"Iya dokter," jawab nya
"Paman minta maaf karna tidak bisa menyelamatkan penglihatan mu sepenuhnya, tapi jangan khawatir paman janji akan selalu membantu mu melihat dunia dengan versi mu sendiri," ucap dokter Nino menjelaskan.
"Maksudnya?" Tanya gadis itu sedikit tidak mengerti.
"Kamu mengalami buta warna, jadi semua benda yang kamu lihat cuma akan berwarna hitam putih dan abu-abu saja," jelasnya
Gadis itu tertegun sebentar.
"Bagai mana keadaan orang tua saya?" Tanya nya yang baru ingat akan hal itu.
"Maaf orang tua mu sudah tiada sebelum sampai di rumah sakit ini," jawab dokter Nino sendu.
"Gak, gak mungkin, dokter pasti bohong sama aku," teriak gadis itu.
Dokter Nino segera memeluk gadis kecil itu seraya menenangkannya.
"Gak mungkin bunda sama ayah tinggalin Rara, mereka janji sama rara buat ngerayain ulang tahun Rara besok dirumah kakek," ucap Gadis bernama Rara sambil menangis di pelukan dokter Nino.
"Sabar ya gadis kecil masih ada paman disini," ucap dokter Nino menenangkan.
"Aku mau liat ayah sama bunda," teriaknya histeris seraya turun dari brankar rumah sakit.
"Tunggu biar paman antar," ucap Dokter Nino menghentikan langkah Rara.
Dokter Nino pun menggenggam tangan Rara lembut membawanya menuju kamar mayat.
Sesampainya dihadapan jenazah orang tuanya seketika tangis yang iya tahan kembali mengalir.
"Bunda jangan tinggalin Rara, Rara janji gak nakal lagi, Rara gak akan lagi sembunyiin pupus kucing kesayangan bunda," ucap Rara sambil memeluk bundanya.
Lalu iya melihat ke jenazah samping bundanya lalu menghapirinya.
"Ayah bangun, ayok bangun ayah katanya mau rayain ulang tahun Rara besok, ayah udah janji juga sama Rara kalau abis lulus SD ini ayah mau sekolahin Rara di pesantren biar Rara jadi anak baik, ayah ayo bangun," ucapnya.
Merasa putus asa Rara terduduk lemas di lantai kamar mayar itu masih dengan tangisan pilu yang menjadi akhir cerita nya dan juga orang tua nya.
Falshback off
🖊🖊🖊
Mendengar cerita itu Adam langsung memeluk Kay dengan erat.
"Berarti mama sama papa bukan orang tua kandung kamu?" Tanya Adam.
"Bukan,"jawab Kay tersenyum tipis sambil menatap wajah Adam.
"Papah itu kembarannya ayah, walau bukan anak kandung mereka, mereka tetap perlakukan aku layaknya anak mereka sendiri, jarang orang yang tau fakta itu, karana aku memang lebih mirip ayah dari pada bunda," jawab Kay.
"Tapi kemaren akad bukannya itu nama papah?" Tanya adam memastikan.
"Kamu jangan salah sangka, nama papah sama ayah itu hampir sama bedanya kalau papah itu Abraham sedangkan Ayah Abrahams," jelas Kay.
"Alhamdulillah kalau gitu," jawab Adam.
"Gak nyesel kan kamu nikahin wanita yang gak bisa ngeliat warna ini?" Tanya Kay.
"Kenapa harus menyesal? Menurutku kamu itu istimewa," ucap Adam.
"Janji ya mas jangan bilang sama siapa-siapa masalah mata ku, aku malu mas," pinta Kay.
"Iya sayang mas janji," ucap Adam lalu mencium dahi istrinya.
"Oh ya mas, Dokter Laura itu anak angkatnya dokter Nino. Dan dokter Nino udah anggap aku kayak anak sendiri kata beliau, dan beliau juga yang selalu bantu aku, tapi tiga tahun yang lalu Dokter Nino meninggal" kata Kay.
"Owh gitu, banyak ya Kay yang sayang sama kamu, takut kalah Mas sama mereka," ucap Adam.
"Hahahaha mana ada, mas Adam itu selalu di hati Kay. Semua hati Kay buat mas," ucap Kay lalu memeluk Adam.
"Mas janji bakal buat kamu sama anak kita bahagia sampai akhir hidup mas," kata Adam.
"Iya mas, dan Kay akan selalu nagih janji mas itu, jangan tinggalin Kay, cukup mereka aja. Mas gak boleh," ucap Kay mengeratkan pelukannya.
"Insyaallah sayang, mas usahakan," jawab Adam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Takdir
Novela JuvenilMenikah dengan pria yang berilmu dan sangat bertanggung jawab memang harapan semua orang, apa lagi itu adalah orang yang di cintai. Tapi bagai mana kisah pernihakan yang terjadi bukan atas dasar cinta? entah akan tetap bahagia atau malah menderita d...
