Kata orang, masa SMA itu masa terindah. Menurut Gavin Junior Ainsley, biasa saja. Tapi untungnya, ada orang-orang spesial seperti ketiga sahabatnya atau teman-teman club basket. Setidaknya, cukup berwarna.
Sampai ketika rasanya hidupnya perlahan ber...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gavin mengusap layar ponselnya dan menghela napas. Dia tidak pernah berpikir akan sampai pada titik ini. Dimana dia dan semua orang seolah benar-benar telah merelakan kepergian sang ibunda.
Derap langkah kaki yang terburu-buru membuat Gavin menoleh. Mendapati Clarissa yang setengah berlari ke arahnya dengan mata berkaca-kaca. Gavin berdiri dan segera disambut pelukan hangat.
"I miss you, nak.. I love you.. and Im so proud of you.." ucap Clarissa dengan lembut, menahan isak tangis. Mengusap punggung Gavin dalam dekapannya dengan sangat lembut. Mata Gavin jadi ikut basah.
"Ellie orang yang baik.. mom yakin dia pasti sangat bangga Gavin sudah bisa sampai di titik ini..." sambungnya lagi membuat tangis Gavin akhirnya pecah.
Gavin menumpahkan seluruhnya. Segala hal yang ia simpan selama ini. Betapa dia menahan lukanya yang memang tidak pernah tertutup rapat dan ini adalah puncak dimana Gavin tidak dapat lagi menahannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak kecil, Gavin sudah hidup dalam bayangan, selalu berpura-pura dan terus berkamuflase. Dirinya dan sang ibunda menyembunyikan identitas dari siapapun dan bersikap seolah mereka hanya orang biasa saja.
Ibunda, Kiara Elleanor atau kerap disapa Ellie sebetulnya adalah seorang designer. Anak tunggal dari seorang konglomerat ternama yang kini telah meninggal dunia. Bunda Ellie mendirikan perusahaan fashion dan memiliki brand pakaian dan juga make up yang sangat terkenal. Tidak lupa dengan majalahnya.
Ellie adalah orang yang sukses. Namun dia bukan orang yang begitu mencintai sorotan publik. Selain itu, kerabatnya yang lain tidak lebih dari seorang penjilat dan Ellie malas menanggapi masalah konyol. Belum lagi ancaman dari rival bisnis sejak jaman orang tuanya terdahulu hingga yang akan datang nanti. Begitulah bagaimana Ellie memilih menyembunyikan identitasnya.
Setelah menikah, Ellie justru seolah ditelan bumi. Clarissa sangat kebingungan pada masanya. Mereka adalah teman yang cukup dekat tapi Ellie benar-benar menghilang begitu saja.
Gavin tidak mengerti juga mengapa Ellie akhirnya memutuskan untuk menikah dengan ayahnya waktu itu. Tapi begitulah takdir. Ellie lambat laun menjadi mengerti akan sifat asli sang suami dan dengan sekuat tenaga menggenggam apa yang dia punya.