38

1.3K 26 0
                                        

HAPPY NEW YEAR 2025🎇🎆

THANK YOU 10K READERS❤

MAAF LAMA UP😂

-_-__-_-

Sepasang mata dengan bulu mata lentik itu memandangi Rey yang sedang berbicara pada suster. Melihat Rey pergi, pemilik mata itu segera menghampiri Rey.

"Permisi Dokter." ucapnya.

Rey menghentikan langkahnya, kemudian menatap perempuan dengan jas dokter yang dipakainya.

"Iya?" kata Rey. Pria itu menatap jam tangan sejenak. Sudah waktunya pulang, Jenna pasti sedang menunggunya.

"Apa benar ini dengan Dokter Arasy Rey Alghifari?"

"Iya saya, ada apa?"

Perempuan itu tersenyum, kemudian mengulurkan tangannya. "Perkenalkan nama saya Lusiana Utari, saya residen kardiologi, niat saya, saya ingin mendapatkan bimbingan dari Dokter. Dan saya mau bertanya, apa Dokter Rey bersedia untuk itu?"

Rey nampak berpikir sejenak, kemudian membuka suara. "Besok jam 8 temui saya di sini."

"Ah baik Dok. Kalau gitu terimakasih Dokter."

"Ya sama-sama." Rey pun melenggang pergi.

_

Selesai membersihkan tubuhnya, Jenna keluar dari kamar mandi kemudian merias diri. Lalu ia pun turun ke lantai bawah untuk menunggu Rey pulang.

Tak lama, klakson mobil terdengar. Jenna tersenyum lalu segera keluar rumah.

Senyumannya berubah menjadi ekspresi bingung ketika melihat mobil mertuanya datang. Ia pikir itu mobil Rey.

"Assalamu'alaikum Jenna." ucap Asya.

"Waalaikumsalam Mama." Jenna tersenyum lalu mencium tangan Asya dan Aiman.

"Ayo silahkan masuk, Mama Papa."

Asya dan Aiman kini duduk di sofa, wanita baya itu menaruh dua kotak pizza dan minuman ke meja kemudian memandang sekeliling rumah.

"Sendirian aja Jen? Rey belum pulang?"

"Sebentar lagi mungkin Ma, soalnya tadi Kak Rey kasih kabar kalo ada rapat."

"Oh gitu. Oh iya Jen, sini sayang duduk dekat Mama."

Jenna tersenyum sejenak lalu mengangguk. Tanpa bertanya ia pun duduk di samping Asya.

Asya menatap Jenna, kemudian menggenggam tangan menantunya. "Mama dan sekeluarga minta maaf ya udah nyakitin hati kamu. Waktu kamu tiba-tiba pergi dari rumah, pasti kamu dengar omongan ya?"

Jenna mengangguk pelan.

"Maaf ya Jen. Dan gak seharusnya kami nyembunyiin masalah itu dari kamu. Mama, sekeluarga bahkan Rey cuma mau menjaga perasaan kamu, supaya kamu gak sedih. Tapi tantenya Rey malah ada aja tingkahnya."

"Gapapa kok Ma, Jenna paham."

"Jangan banyak pikiran ya? Untuk sekarang, belum punya momongan itu gapapa. Malahan bagus kan, punya banyak waktu jadi kamu dan Rey bisa pacaran dulu." ucap Asya.

My Sweet HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang