HAIII
WELCOME BUEK!!
HAPPY READING✨
-_-_-_-
"Tapi tetap aja, itu gak bisa mengubah apapun di mata mama. Jenna tetap seperti itu, perempuan yang kotor."
"Ma--"
"Rey! Kehormatan keluarga kita akan dipermalukan sama keluarga besar, bahkan rekan kerja, kalo menantu mama sama papa itu seorang PSK!"
"Jenna bukan PSK, ma!" ucap Rey kesal tapi masih melembutkan suaranya kepada Asya.
"APA?!"
Semua orang menoleh ketika mendengar suara terkejut itu, disana ada tantenya Rey, Nila.
Rey menghela napas pasrah, masalah pasti akan bertambah runyam. Apalagi tantenya yang suka nyinyir, kini mengetahui masalah ini.
Nila berjalan menghampiri mereka yang berada di ruang keluarga, tatapannya sangat terkejut bak mendapatkan uang 271 triliun.
"Jenna seorang PSK?!!!" Nila menatap Aiman, Asya dan kemudian... Jenna.
"Nah kan, bener firasat aku. Rey nikah sama cewek gak jelas kayak Jenna, pasti kejadian kayak ini." ucap Nila. "Mbak Asya, aku kan udah pernah bilangin kamu, Jenna itu gak cocok masuk keluarga kita. Bahkan nikah sama Rey aja masih keliatan rendah, dan sekarang, dia jadi PSK? Astaga, ini mah rendahan banget." Lanjut Nila tanpa perasaan.
"Tante Nila bisa diam gak?! Ini bukan urusan tante, lebih baik tante pulang!" ucap Rey kalut.
"Rey?" Nila menatap Rey tak percaya. "Liat, gara-gara Jenna kamu jadi gak sopan kayak gini ke tante. Emang Jenna ini ya, selalu aja bawa pengaruh buruk ke Rey. Seharusnya Jen, kamu tau diri, udah gak bisa kasih keturunan, sekarang--."
"Bu Nila! Jaga ya ucapan anda! Saya diam, bukan berarti gak bisa membalas, tapi kali ini perkataan anda benar-benar keterlaluan!" Adit menggeram mendengar Jenna dimaki-maki seperti itu. Ia menatap tajam ke arah Nila.
"Kamu--"
"Sekarang mau keluarga ini apa? Kalian mau kalau Rey dan Jenna berpisah? Itu lebih baik. Daripada adik saya terus kalian maki-maki. Ayo, Jen." Adit menarik tangan Jenna dengan geram, matanya menatap tajam ke arah keluarga Rey.
Namun, sebelum Jenna bisa bergerak, genggaman lain menahannya. Rey.
"Jenna tetap di sini," suara Rey terdengar tegas, matanya menatap Adit dengan serius. "Saya nggak akan biarin siapa pun bawa dia pergi, termasuk kamu, Kak. Dan gak ada perceraian!"
Adit menghela napas tajam, rahangnya mengeras. "Rey, kamu liat sendiri, kan? Dari awal keluarga kamu nggak pernah nerima Jenna. Mereka cuma nyari-cari kesalahan! Dan saya nggak akan biarin adik saya dicaci maki terus!"
"Kak..." Jenna berbisik pelan, matanya berkaca-kaca melihat Adit yang begitu melindunginya.
"Tapi dia istri saya," suara Rey lebih dalam, tangannya menggenggam jemari Jenna erat. "Mau sekeras apa pun keluarga saya menolak Jenna, dia tetap istri saya, dan saya nggak akan ngelepasin Jenna."
Ruangan itu hening. Semua orang bisa merasakan ketegangan yang menggantung di udara.
Adit menatap Jenna, memastikan adiknya baik-baik saja. Hatinya masih berat, tapi melihat Rey yang berdiri teguh membela Jenna, untuk pertama kalinya, dia merasa adiknya benar-benar punya tempat berlindung.
"Enggak Rey, saya tetap akan bawa Jenna. Dan secepatnya kalian berpisah."
"Kak Adit!" Rey kalut. "Gak ada yang bisa memisahkan saya sama Jenna kecuali maut. Apalagi paksaan dari kamu, bahkan keluarga saya."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Storie d'amore"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
