HAIII HAII
HAPPY READING💕📖
SEMOGA SUKAAA
✨✨✨
Mall sore ini sangat ramai. Jenna menggandeng lengan Rey, perutnya yang sudah hampir masuk 8 bulan membuatnya jalan pelan-pelan, napasnya pun sesekali berat dan tubuhnya yang mudah pegal.
Tapi senyum di wajah Jenna tidak pernah lepas. Dia excited banget hari ini-pertama kalinya mereka belanja bareng buat bayi kembar mereka.
"Kak Rey... pelan dong, kaki aku pegel," keluh Jenna sambil berhenti sebentar di depan toko perlengkapan bayi.
Rey langsung reflek menoleh dan menarik tangan Jenna pelan. "Maaf, sayang. Sini, duduk dulu bentar." Rey menuntun Jenna ke bangku kecil di depan toko, kemudian menunduk dan melepas sandal Jenna. "Kaki kamu bengkak, Sayang."
"Dikit..." Jenna nyengir. "Tapi masih bisa jalan kok."
Rey merapihkan sandal Jenna lagi, lalu membantunya untuk berdiri. "Tapi jangan maksain diri, ya? Kita bisa istirahat kapan pun kamu mau."
"Siap Pak Dokter."
Setelah istirahat sejenak, mereka masuk ke toko. Mata Jenna langsung berbinar-binar. Dari rak pertama sampai pojok, semuanya kelihatan lucu dan menggemaskan.
"Kak Rey! Liat deh, ini lucu banget!" Jenna menunjukkan satu set pakaian bayi warna dusty pink dengan gambar kelinci kecil di bagian dada. "Gemes, ya?"
Rey ngelirik lalu senyum. "Iya, ambil aja. Anak-anak kita pasti lucu pake itu."
Jenna mendongak. "Boleh?"
"Boleh Sayang, ambil." Rey tersenyum.
"Dompet kamu aman gak nih, Pak Dokter?"
"Aman dong, Sayang, demi kamu sama bayi, aman banget."
"Oke deh." Jenna tersenyum bahagia.
Mereka lanjut muter-muter toko. Jenna memilih kain bedong, botol susu, perlak bayi, sabun khusus newborn, sampai mainan gantung buat ranjang. Troli mereka makin lama makin penuh. Jenna kadang harus duduk sebentar tiap lima belas menit karena punggungnya pegal.
Ketika mereka lagi di bagian stroller bayi, Jenna tiba-tiba terdiam sambil menatap satu stroller warna abu-abu elegan.
"Kak Rey... yang ini bagus nggak?" tanyanya pelan.
Rey melihat itu, dan mengangguk. "Bagus banget. Cuma... kamu yakin nggak berat? Kan kita bawa dua bayi nanti."
Jenna nyengir. "Iya juga ya... Berarti kita harus cari stroller kembar."
Rey mencari di deretan lain, dan akhirnya menemukan yang cocok. Mereka mencoba dorong-dorong, diskusi, sampai akhirnya milih yang paling nyaman. Tak lupa, mereka pun membeli ranjang bayi.
Kemudian mereka ke kasir. Jenna berdiri di dekat Rey, pria itu mengelus perut Jenna.
"Aktif banget mereka, Sayang," ucap Rey.
"Iya, yang kanan ini aktif banget. Yang kiri anteng," jawab Jenna sambil senyum lebar.
Sebelah tangan Rey langsung merangkul Jenna. "Terima kasih udah kuat bawa mereka, Sayang..."
Jenna bersandar ke dada Rey sebentar, dengan senyum tulus. "Aku nggak sendiri, Kak Rey. Kamu selalu ada."
...
Udara malam lumayan dingin. Setelah seharian keliling mall, belanja kebutuhan bayi, Jenna dan Rey akhirnya sampai di rumah mereka. Jenna sudah terlihat capek, tapi ada senyum puas di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Romansa"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
