40

1.2K 28 0
                                        

HAPPY EID MUBARAK KAWAN!!

UP CEPET LGI ADA IDE😒

HAPPY READING💕

✨✨✨

"Makan sayur yang banyak, Sayang."

Jenna menganggukkan kepalanya, dan mereka kembali fokus sarapan.

Tak lama, handphone Rey berbunyi. Rey menatap sejenak layar handphonenya. "Papa nelpon."

"Yaudah angkat, Kak."

Rey mengangguk lalu mengangkat panggilan dari Aiman.

"Assalamu'alaikum, Rey."

"Waalaikumsalam, Pa. Ada apa telpon pagi pagi, Pa?"

"Papa mau nanya, kamu sibuk ga? Kalo enggak, Papa mau ngomong sesuatu sama kamu."

Rey mengerutkan dahinya, Jenna yang melihat itu, menatap Rey penuh tanda tanya.

"Tentang Jenna." lanjut Aiman.

Rey terdiam, matanya langsung menatap Jenna yang duduk di hadapannya.

"InsyaAllah, Rey sama Jenna mau ke sana nanti siang."

"Oh gitu, yaudah Rey, Papa tunggu. Assalamu'alaikum."

"Waalaikumsalam." Rey menaruh kembali handphonenya ke meja makan.

"Ada apa Kak?"

"Papa mau ngomong sama aku, katanya. Tentang kamu." jawab Rey.

"Hah? Ada apa ya Kak? Ada yang gak beres kayaknya Kak tentang aku." Jenna terlihat cemas.

"Udah gausah kamu pikirin, nanti siang kita cari tau ya?" ucap Rey namun Jenna hanya diam.

Makin gak dipikirin, Jenna semakin kepikiran. Apalagi semalam sikap Asya berbeda padanya.

-

-Kampus

Jenna menatap sekeliling area kampus, perempuan itu masih berada di dalam mobil, memikirkan sesuatu yang membuatnya sesak. Apalagi ia baru saja mendapatkan pesan menyakitkan di handphonenya.

Melihat itu, Rey menggenggam tangan Jenna. Ibu jarinya mengusap lembut punggung tangan Jenna.

"Jangan khawatir, ada aku, aku akan urus masalah ini." ucap Rey. "Kamu gak perlu takut, karena kamu gak ngelakuin itu."

Jenna menatap Rey, ia menghela napas pelan kemudian mengangguk.

Mereka pun keluar dari mobil, dan berjalan beriringan masuk ke kampus dengan Rey menggenggam tangan Jenna.

Kabar tentang Jenna yang dirumorkan pernah menjadi PSK menyebar luas di kampus. Bisik-bisik di lorong, tatapan merendahkan dari teman sekelas, hingga pesan anonim yang menyakitkan di media sosial mulai menghantui harinya. Beberapa teman sekelas bahkan sengaja menjauhinya, tak ingin bergaul dengan seseorang yang memiliki masa lalu kelam seperti yang mereka dengar.

Kecuali satu orang, Lela.

Kini, mereka pergi untuk menemui Dekan. Jenna dipanggil oleh Dekan atas masalah ini, dan Rey akan pasang badan untuk istrinya di depan Dekan. Rey akan berbicara pada Dekan dan memberikan klarifikasi pada pemimpin fakultas itu.

.

Sementara di rumah sakit, perempuan bernama Lucy itu bergerilya menatap sekitar rumah sakit. Mencari sesosok dokter yang ingin ia temui pagi ini.

Lucy menatap jam tangannya, pukul 08.45 wib. Hampir sejam ia menunggu Rey, namun dokter itu belum muncul juga.

Lucy berdecak. "Ck! Kemana sih dia? Gatau apa gue rela nungguin dia sampe kesemutan kaki gue."

My Sweet HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang