HAIII HAIII
APA KABAR?
HAPPY READING💕
✨✨✨
"Mau nanya, Dela hari ini masuk ga?"
Lela saat ini berdiri di dalam kelas Sastra Indonesia. Matanya bergerilya mencari sosok Dela. Sementara Jenna, menunggu di luar.
"Masuk dia." kata temen sekelas Dela.
"Dia sekarang dimana?"
"Kurang tau, biasanya sih dia ke cafe deket kampus kalo istirahat."
"Ohh gitu, yaudah makasih ya." Lela bergegas keluar, lalu menghampiri Jenna.
"Gimana?" tanya Jenna.
"Kata orang di dalam sih, bilang kalo Dela suka pergi ke cafe waktu istirahat." jawab Lela.
"Yaudah yuk, ke cafe."
"Ehhh ntar dulu jangan buru-buru, kita harus main bersih, jangan sampe Liana curiga." ucap Lela. "Dia kan licik, pasti punya mata-mata."
Jenna mengangguk. "Terus kita gimana?"
"Kita jalan pelan-pelan, terus nanti pura-pura aja kayak mau beli minuman biasa. Jangan terlalu ngelihatin Dela dulu, kita duduk dulu di tempat paling belakang. Kalau dia beneran datang, baru kita gerak."
Baru aja Jenna dan Lela beranjak siap menuju café untuk nyari Dela, tiba-tiba suara centil familiar terdengar dari arah belakang.
"Ya ampuuun... Jennaaa!"
Muncul Liana dengan senyum manis yang menyebalkan. Rambutnya dikibas, langkahnya ringan seolah dia benar-benar excited ketemu Jenna.
"Lo apa kabar? Udah lama banget gak ketemu! Gila, makin glowing aja sekarang!"
Dia langsung peluk Jenna sekilas, terlalu manis buat jadi tulus. Lela udah bisa nebak, ini bukan pertemuan biasa.
Jenna senyum dikit. "Baik, Li. Lo sendiri gimana?"
"Gue? Ih ya begitulah... Masih sibuk sama organisasi sana-sini. Tapi ya ampun, lo beneran kelihatan beda, Jen. Lagi bahagia banget, ya? Atau... ada kabar spesial, nih?"
Matanya nyelidik, senyumnya makin lebar, tapi Lela bisa lihat nada licik di balik kalimat manis itu.
Jenna menahan napas. "Biasa aja, Li. Gak ada yang spesial."
Liana tertawa renyah. "Ih, sombong. Udah bahagia, masih aja main rahasia-rahasiaan. Tapi yaudah deh..." Dia merangkul bahu Jenna sebentar.
"Hati-hati yaa. Jangan sampe terlalu happy sampe lupa siapa temen sebenernya. Gue harus pergi, ada urusan organisasi. Bye Jenna, Lela." Liana lalu jalan pergi, ninggalin aroma parfum mahal dan sisa rasa curiga di udara.
Begitu Liana menjauh, Lela mendekat ke Jenna. "Urusan oraganisasi,apa urusan nusuk temen dari belakang! Fix. Dia tau sesuatu."
"Gue chat Kak Rey deh." kata Jenna.
Jenna dan Lela pun tidak jadi ke Cafe, mereka ke taman, mengobrol dengan suara kecil padahal sebenarnya sedang mencari cara.
.
Rey dan Anhar janjian di cafe dekat kampus, dimana Jenna memberitahu Rey kalau Dela ada di sana.
Suasana cafe cukup tenang. Di sudut dekat jendela, Dela duduk sendiri, sibuk scroll ponsel. Sesekali dia menyibak rambut dan menyeruput minuman.
Dari arah pintu masuk, Rey dan Anhar masuk. Keduanya berpakaian santai tapi tetap rapi, aura mereka langsung mencuri perhatian. Anhar langsung mengenali mahasiswi itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Romance"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
