BRAK!
Anhar datang setelah mencari-cari Jenna di beberapa gudang kampus. Akhirnya, pria itu menemukan Jenna. Anhar segera menghampiri Jenna yang terkapar tak berdaya, wajahnya penuh lebam dan darah mengalir dari sudut bibir serta kening perempuan itu.
"Jenna! Astaghfirullah, siapa yang giniin kamu?" Anhar terlihat panik.
Tanpa berlama-lama, Anhar segera membopong Jenna, dan membawanya ke rumah sakit.
Sementara itu, terlihat Rey baru keluar dari rumah sakit, ternyata masih ada pasien lagi membuat Rey telat menjemput Jenna. Rey masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya menuju kampus.
-
Setibanya di rumah sakit, Anhar memanggil suster untuk membawakan brankar, pria itu segera meletakkan Jenna disana, lalu berlari mengikuti brankar tersebut.
"Bertahan ya Jen." Entah sadar atau tidak, Anhar berkaca-kaca melihat perempuan yang belum tergeser dari hatinya itu, terbaring tak berdaya di brankar.
"Maaf Pak, harap tunggu diluar. Dokter akan melakukan yang terbaik."
"Tolong suster, selamatkan dia."
"Kami akan berusaha, Pak." kata suster lalu menutup pintu ruangan.
Anhar memijat pangkal hidungnya, seraya menghapus air matanya. Tersadar akan sesuatu, pria itu mengambil handphone lalu segera menghubungi Rey. Rey berhak tau tentang ini.
"Halo Rey."
"Iya, Har?"
"Ente dimana? Sekarang Jenna ada di rumah sakit, dia mengalami kekerasan fisik dan gak sadarkan diri."
"Ya Allah, ane segera kesana Har."
Rey yang masih dijalan, segera putar arah menuju rumah sakit. Raut wajahnya terlihat panik dan khawatir.
Tak lama Rey datang, bertemu Anhar di depan ruang UGD.
"Har, kenapa bisa istri ane mengalami kekerasan fisik? Siapa yang ngelakuin itu?"
"Ane juga gak tau siapa orangnya, Rey. Waktu ane mau pulang, ane heran Jenna telpon ane, pas ane angkat, suara dia lemah gitu, kata Jenna dia di gudang, ada orang jahat. Ane langsung aja kesana. Dan pas ane ke gudang, Jenna udah gak sadarkan diri." ucap Anhar menjelaskan kronologi.
"Ya Allah ya rabb, tolonglah istri hamba." gumam Rey khawatir.
"Karena ente udah disini, ane pulang dulu Rey. Semoga Jenna baik-baik aja."
Rey menganggukkan kepalanya. "Iya Har, makasih ente udah selamatin istri ane. Ane berhutang budi."
Anhar tersenyum, tangannya menepuk-nepuk pundak Rey. "Assalamu'alaikum."
Sambil menunggu dokter keluar, Rey memutuskan untuk membayar registrasi. Selesai melakukan registrasi, Rey kembali ke ruangan UGD. Disana, pintu belum dibuka sama sekali membuatnya khawatir dengan keadaan Jenna.
Rey terus merapalkan doa, agar istrinya baik-baik saja. Tak lama, suara pintu terdengar dan muncul sosok dokter menghampiri Rey.
"Bagaimana keadaan istri saya?"
"Bisa kita bicara, dok?"
Rey mengangguk, lalu mengikuti dokter ke ruangannya.
"Kenapa dengan istri saya? Dia baik-baik aja kan?"
"Istri dokter Rey, mengalami keguguran. Janin yang baru berusia 2 minggu, tidak bisa diselamatkan. Dan rahim ibu Jenna terkena benturan yang sangat keras, hingga menimbulkan memar di area bawah perut."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Romansa"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
