43

1K 26 2
                                        

HAIIII WELCOME BACK!!!
HAPPY READING 💕

-

Lela yang sedang mengobrol sembari berjalan seketika dihentikan oleh Anhar.

"Nurlela," panggil Anhar. "Jenna gak sama kamu?"

"Eh, enggak Pak, Jenna absen."

"Absen kenapa?"

"Gak enak badan katanya, Pak. Kenapa Pak Anhar nanyain Jenna?" tanya Lela.

Anhar langsung menggeleng. "Gapapa, kalo gitu kamu lanjut lagi." ucapnya kemudian berlalu pergi.

Lela dan temannya menatap Anhar dengan heran. Mereka pun melanjutkan langkah menuju perpustakaan.

Sesampainya, mata Lela langsung menangkap sosok Liana yang duduk sendirian di pojok, fokus mengetik sesuatu di laptopnya sambil sesekali mencatat di bukunya.

"Pas banget," gumam Lela. Ia memang pengen ngobrol sama Liana soal rumor yang beredar tentang Jenna. Karena sudah lama ia tidak bertemu Liana.

Tapi saat Lela baru beberapa langkah mendekat, Liana mendadak berdiri dan buru-buru memasukkan laptop ke dalam tas sembari menelpon. Ia melirik sekeliling, lalu berjalan cepat ke arah rak buku.

Lela agak heran. "Kok kayak buru-buru banget?" pikirnya.

Tepat saat ia melangkah lebih dekat ke tempat duduk tadi, matanya tertuju pada kertas catatan yang belum sempat dibawa Liana. Iseng, Lela melongok ke halaman terbuka. Di situ, ada coretan tangan dengan tulisan:

Target: Hancurkan nama baik JENNA

Foto bukti lama chatan Jenna sama Dela tentang PSK

Buat akun anonim

Upload ke base kampus

Done!

Jantung Lela berdetak kencang. "Astaga..." bisiknya. Tangannya refleks mengambil foto catatan itu dengan ponselnya. Wajahnya memucat.

Dia baru saja menemukan bukti kalau Liana lah dalang dari semua rumor keji tentang Jenna. Dan sekarang... dia harus hati-hati. Karena Liana jelas bukan cewek biasa.

Tanpa buang waktu, Lela segera mengikuti arah kemana Liana pergi. Ia terlihat mengendap-endap, dan ketika mendengar sebuah obrolan, Lela langsung berhenti dan pasang telinga.

"Gue tau Irgi, makasih banyak banget lo udah mau kerjasama sama gue buat hancurin reputasi Jenna, tapi gak sebesar itu dong minta uangnya. Lagipula, lo juga setuju kerjasama sama gue dan bilang mau bales dendam sama Jenna, karena udah nolak perasaan lo! Gimana sih lo!!"

"Jadi ya menurut gue, kita impas. Tujuan kita udah berhasil buat Jenna hancur. Jadi lo gak perlu minta bayaran ke gue."

Lela mematikan rekaman di handphonenya, berkat otaknya yang cerdas, Lela merekam perkataan Liana di tengah-tengah pembicaraan itu. Setelah itu, Lela pergi keluar perpustakaan dengan mengendap-endap.

Lela berlari keluar perpustakaan sembari menatap belakang, mewanti-wanti takut Liana menyadari keberadaannya.

Bruk!

Lela terpental sedikit ketika tubuhnya menabrak seseorang, hingga tak sadar kalau kertas digenggamannya jatuh, refleks ia menatap orang itu.

"Yaampun Pak Anhar, maaf Pak, saya gak sengaja." Lela menangkup tangannya, ia menoleh ke belakang sejenak, kemudian kembali berlari.

Sementara Anhar hanya diam, namun menatap Lela heran karena nampak terburu-buru. Matanya tak sengaja melirik kertas terlipat yang tergeletak di bawah, ia pun mengambilnya dan membuka kertas itu.

My Sweet HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang