47

1K 28 0
                                        

HAII HAIII

HAPPY READING✨

✨✨✨

Pukul dua dini hari. Rumah sunyi, hanya suara detik jam yang terdengar pelan. Tapi di dalam kamar, Jenna gelisah di atas ranjang. Tangannya mengelus perutnya yang sudah membesar tujuh bulan.

"Kak Reyy..." bisiknya pelan, menggoyangkan lengan suaminya yang tertidur pulas di samping.

Rey bergumam, setengah sadar. "Hmm... kenapa, Sayang?"

"Aku laper."

Rey langsung buka mata. "Laper? Mau makan apa hmm?"

Jenna nyengir. "Aku pengin nasi goreng buatan kamu. Yang pake telur setengah mateng itu loh... sama kerupuk udang, terus ada sambalnya dikit.”

Rey menatap istrinya sejenak. Lalu tanpa protes, dia duduk dan menghela napas. "Jam segini kamu bisa-bisanya pengin nasi goreng, Sayang."

"Bukan aku, tapi anak kamu yang mau."

Rey tertawa kecil. "Yaudah sebentar ya, Papa bikinin nasi goreng." katanya sambil turun dari ranjang.

Rey melangkah keluar kamar hanya dengan celana training, dada bidangnya terbuka, otot-ototnya sedikit terekspos karena lampu dapur yang temaram. Jenna ikut berjalan pelan ke dapur dan duduk di meja makan, memandangi suaminya dengan senyum geli.

"Kak Rey," panggilnya pelan.

"Hmm?"

"Kamu bisa bikin nasi goreng?" tanya Jenna sambil tertawa kecil.

Rey menoleh dan mengangkat alis. "Bisa tapi gak terlalu."

"Yaudah, nanti kalo kamu gatau bahannya, tanya aku ya?"

"Oke Mama." Rey lalu mulai mengiris bawang dan mengocok telur. Aroma harum mulai memenuhi dapur. Jenna menyandarkan dagunya di atas meja, memperhatikan setiap gerak Rey dengan ekspresi penuh cinta.

"Kak Rey…" panggil Jenna lagi.

Rey menoleh. "Apa lagi, Sayang?"

Jenna menghampiri Rey, sekaligus melihat Rey memasak. "Terima kasih udah mau bangun cuma buat masakin aku nasi goreng."

Rey memeluk dan mencium kening Jenna. "Kamu bawa anak aku di perut kamu, Sayang. Itu ngidam kecil mah harga murah banget buat aku bayar."

"Yaudah dilanjut ya, Papa, masaknya. Mama sama bayi tungguin." Jenna tersenyum geli membuat Rey ikut tersenyum.

"Iya Mama Jenna cantik,"

-

Di siang harinya, Rey dan Jenna bersiap pergi ke Mall untuk membeli perlengkapan bayi. Usia kandungan yang menginjak 7 bulan, membuat Jenna cuti kuliah selama hamil.

Namun tiba-tiba saja, handphone Rey berdering. Nama Aiman tertera di layar.

"Halo Pa?"

"Rey, Mama sakit. Barusan jatuh di kamar mandi."

Wajah Rey langsung berubah. Panik, kaget, dan campur aduk.

"Ya Allah… Rey segera ke sana Pa!"

"Iya Rey, kamu hati-hati."

"Kak? Ada apa?" tanya Jenna begitu Rey selesai menelpon.

"Mama jatuh dari kamar mandi, hari ini ke Mama dulu ya, Sayang?"

"Ya Allah, iya Kak, aku ikut ya?"

"Iya Sayang."

✨✨✨

My Sweet HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang