Pagi ini, Jenna dan Rey bersiap-siap untuk pergi ke rumah Aiman. Karena adanya perkumpulan keluarga, mereka diharuskan untuk datang. Kebetulan sekali, kuliah Jenna sedang libur.
Jenna sudah pulih dari kejadian itu, dan kini pernikahan mereka sudah berjalan 5 bulan lamanya.
"Kak Rey nanti ada jadwal dinas gak, Kak?" Jenna menatap Rey yang sedang memakai jam tangan.
"Aku dinas sore, Sayang. Baliknya jam 10." jawab Rey. "Nanti kamu disana aja, aku selesai dinas, kita baru pulang."
Jenna mengangguk dengan senyuman. "Iya Kak. Sebelum pergi, anterin aku ke supermarket ya, Kak."
"Kamu mau beli apa, Sayang?"
"Oleh-oleh buat Mama sama yang lain. Gak enak kalo gak bawa apa-apa."
"Oke. Tapi ya, aku bawa kamu aja, Mama udah seneng kok."
Ucapan Rey membuat Jenna tersenyum malu. Bisa saja suaminya ini.
_
Sesampainya di rumah Aiman, Rey dan Jenna turun dari mobil lalu masuk ke dalam.
"Assalamu'alaikum." ucap Rey dan Jenna.
"Waalaikumsalam." jawab beberapa orang yang sedang mengobrol di ruang keluarga.
Rey dan Jenna menghampiri Aiman dan Asya kemudian mencium punggung tangan mereka setelah itu, kerabat yang lain.
Jenna tersenyum pada yang lainnya, seperti tante serta sepupu Rey, namun mereka tidak membalas dan memilih mengalihkan tatapan mereka ke arah lain.
Senyuman Jenna menjadi pudar, ia merasa aneh pada orang-orang disana. Awal ia menikah, keluarga besar Rey hangat padanya namun sekarang seperti asing.
Rey yang menyadari itu, membawa tangan Jenna ke genggamannya. "Ayo Sayang, kita duduk."
"Jenna? Apa kabar kamu?"
Jenna dan Rey menoleh dan menemukan Ameera yang keluar dari dapur bersama seorang anak laki-laki yang tampan. Perempuan itu terlihat lebih berisi karena sedang mengandung.
"Dokter Ameera?" Jenna tersenyum. "Aku baik, Dokter apa kabarnya?"
Ameera terkekeh. "Jangan panggil aku dokter, kita 'kan sekarang keluarga."
Jenna kembali tersenyum. Dalam pikirannya, ia harus memanggil Ameera apa? Kakak? Mbak? Duhh Jenna jadi bingung.
"Aku baik juga." jawab Ameera. "Udah lama ya kita gak ketemu. Dan maaf ya, aku gak sempat datang ke pernikahan kamu. Ada urusan di luar kota sama suamiku waktu itu."
"Iya, gapapa kok." Jenna lalu tersenyum pada anak laki-laki tampan itu, wajahnya mirip seperti ibunya.
"Nama kamu siapa? Ganteng banget sih." Jenna mengusap dagu anak laki-laki itu.
"Faqih, tante Jenna." ucap Ameera mewakili anaknya yang berusia 5 tahun.
"Faqih ganteng banget.." Faqih tersenyum malu lalu berlari pergi.
Ameera tersenyum. "Oh iya sebentar, aku ada hadiah untuk kamu."
Jenna memandang Ameera dengan bingung ketika perempuan itu beranjak ke kamar. Hadiah apa? Ulang tahunnya perasaan masih lama.
Jenna kemudian beralih menatap Rey. "Kak Rey, aku harus panggil Dokter Ameera apa ya Kak? Aku bingung."
"Panggil nama aja, dia lebih muda dari aku." Rey tersenyum memandang Jenna, dari cara ia melihat Jenna, bisa dilihat tanda cinta yang mendalam dan kasih sayang yang tersirat melalui tatapan matanya yang penuh arti.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Romance"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
