HAII HAII
APA KABAR??
HAPPY READING💕
-_-_-_-
Hujan masih menetes pelan ketika Rey membuka pintu kontrakan kecilnya. Rambutnya sedikit basah, dan tubuhnya terlihat lelah dengan tas dokter yang ia jinjing. Tapi begitu masuk ke dalam, matanya langsung tertuju pada sosok Jenna yang tertidur di sofa, selimut tipis menyelimuti tubuhnya, lampu ruang tamu masih menyala.
Perlahan Rey meletakkan tasnya, lalu berjalan mendekat.
"Sayang..." bisiknya sambil jongkok di depan Jenna, membelai rambut istrinya yang acak-acakan.
Jenna membuka matanya perlahan. "Kak Rey... udah pulang?"
"Iya, maaf ya pulangnya lama. Tadi ada pasien emergency di detik terakhir."
Jenna tersenyum lemah, lalu bangkit duduk. "Aku nungguin Kak Rey. Takut kamu capek, gak ada yang bukain pintu."
Rey tersenyum lembut, lalu mencium kening Jenna. "Makasih udah nungguin aku."
"Aku seneng nungguin kamu. Rasanya rumah ini gak lengkap kalo kamu belum pulang."
Rey tersenyum. "Aku selalu pulang buat kamu."
Jenna tersenyum membalas. "Aku bikin bubur ayam, mau dipanasin dulu gak?"
Rey mengangguk kecil. "Mau Sayang. Aku bersih-bersih dulu ya..."
"Iya Kak."
Selesai mandi, Rey duduk di sofa sambil menyantap bubur ayam buatan Jenna, mereka fokus menonton TV.
"Kak, nanti kalo kita balik ke rumah lama, semua barang-barang di sini gimana?"
"Kita beli rumah ini, gimana?"
Jenna sontak melotot. "Maksudnya? Kenapa harus dibeli?"
"Buat investasi, nanti rumah ini kita kontrakin, kontrakannya full udah ada isinya, dan kamu jadi ibu kos-nya." ucap Rey seenak jidat.
Jenna terdiam, ia tidak tau harus bilang apa.
Tiba-tiba handphone Rey berbunyi, panggilan dari Asya membuat Rey segera mengangkat panggilan itu.
"Halo, Ma, assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, Rey, lusa ada acara keluarga. Kumpul di rumah Tante Ervi. Kamu harus datang."
"Iya, Ma. Rey datang."
"Enggak usah bawa Jenna. Ini acara keluarga inti. Lebih baik kamu sendiri aja."
"Ma... Jenna itu istri Rey. Keluarga Rey. Kalau Rey datang, dia juga harus ikut."
"Tapi Mama belum siap ketemu dia. Mama cuma minta kamu sendiri aja." ucap Asya sedikit ketus.
Rey menatap Jenna yang memperhatikan dengan bingung, "Kalau Mama belum siap terima Jenna, berarti Mama belum siap juga ketemu Rey."
"Rey—"
"Rey menghargai Mama. Tapi Rey juga harus melindungi istri Rey. Rey gak bisa ninggalin dia untuk sesuatu yang seharusnya menyatukan, bukan memisahkan." ucap Rey tegas namun lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Romance"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
