HAIII HAIII
HAPPY READING📖✨💕
-_-_-_-
Jenna melangkah masuk ke dalam rumah, ia sedih karena karirnya juga ikut terseret. Matanya melihat sebuah buket bunga dan vitamin kehamilan diatas sofa, Adit memberitahu Jenna, kalau Rey yang mengirimkan itu semua. Jenna pun mengambilnya, menghirup sejenak wangi bunga mawar putih itu dan membaca sepucuk surat dari sana.
Sayang, kamu dimana? Aku kangen kamu. Aku gak bisa tidur tanpa tau kabar kamu. Aku tau ini semua berat buat kamu, tapi aku janji kita bisa lewatin bareng-bareng.
Kasih tau aku kamu di mana? Aku khawatir sama kamu dan anak kita. Tolong balik ke aku, sayang.
Jaga kesehatan kamu dan anak kita, ya. Aku titipin vitamin ini, jangan lupa diminum. Aku cinta kamu, Sayang.
-suami Jenna
Jenna hanya diam, dia juga merindukan Rey. Tapi ini semua demi Rey dan keluarganya. Jenna gak mau keluarga Rey menanggung malu, karena memiliki menantu sepertinya.
Apalagi sekarang pikirannya bertambah karena masalah pekerjaan yang juga ikut terseret. Huft, entahlah Jenna pusing memikirkan itu.
Ting!
Suara notifikasi muncul, membuat Jenna segera membuka pesan dari Lela.
Nurlelaaa: Jen, nanti siang ketemuan di cafe ya, gue mau ngomong sesuatu tentang masalah ini, dan gue udah nemuin buktinya ternyata Liana dalang semua ini
-Cafe
12.00 wib
"Lo serius udah dapet bukti? Dan Liana yang nyebarin fitnah itu?"
Saat ini, Lela dan Jenna sedang berada di cafe. Lela akan memberitahu kepada Jenna dan Anhar tentang bukti yang ia temui.
"Iya Jen, gue denger sendiri waktu Liana bilang, kalo dia mau merusak reputasi dan nama baik lo." jawab Lela.
Jenna terdiam, lebih ke tidak percaya bahwa yang melakukan semua itu adalah Liana. Teman kecilnya.
"Gue gak nyangka, temen gue sendiri yang nusuk gue dari belakang? Apa motif dia kayak gitu?" Jenna menatap Lela dengan mata berair.
Disitu, Lela memeluk Jenna. "Gue juga syok, Jen. Mungkin motif dia karena dia iri sama lo."
Dari pintu cafe, terlihat Anhar datang bersama Rey. Pria itu mengajak Rey, agar Rey juga mengetahui tentang ini.
"Ente yakin, temennya Jenna nemu bukti?"
"Yakin Rey, nanti dia bakal ceritain semuanya ke kita, termasuk ke Jenna."
Rey menatap Anhar dengan tak sabar. "Berarti Jenna dateng?"
Anhar menganggukkan kepalanya. "Nah itu mereka." tunjuk Anhar kemudian.
Rey berdiri terpaku, matanya langsung menangkap sosok Jenna yang sangat ia rindukan. Sejenak dunia seolah berhenti berputar. Langkahnya spontan melebar, seolah jika ia tidak segera mendekat, Jenna akan menghilang lagi.
"Jenna..." Suara itu keluar lirih, seperti bisikan dari dada yang penuh sesak.
Jenna yang mendengar itu langsung menoleh. Pandangan mereka bertemu.
Rey berlutut, lalu memeluk Jenna. Menumpahkan rindu, meskipun hanya semalam tidak bertemu, namun Rey tidak ingin Jenna pergi.
"Kamu kemana aja, Sayang...?" Rey bicara dengan suara bergetar, ia menggenggam tangan Jenna. "Aku nyariin kamu ke mana-mana. Aku khawatir sama kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Romansa"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
