HAI HAI HAIII
SELAMAT MEMBACA LOP❤
MAAF YA LAMA HEHE
✨✨✨
Suasana di rumah terasa tenang. Rey baru saja pulang dari rumah sakit setelah seharian penuh bekerja, ia melihat Jenna yang sedang memakan sesuatu sambil bersantai menonton TV.
"Assalamu'alaikum sayang."
"Waalaikumsalam Kak Rey," Jenna tersenyum lalu mencium punggung tangan Rey.
Jenna segera melakukan tugasnya, melepaskan jas putih kebanggaan Rey, dasi, jam tangan serta kaos kaki Rey yang tentu saja kedua kaki Rey dinaikkan ke atas sofa. Dan itu semua atas dasar kemauan Jenna.
"Makasih sayang."
Jenna tersenyum. "Sama-sama." Lalu perempuan hamil itu lanjut memakan jeruk yang dicocol dengan garam, menggigitnya dengan penuh rasa nikmat. Entahlah, ngidamnya sangat aneh.
Rey menatapnya, "Kamu makan apa itu?" tanyanya dengan nada yang penuh perhatian, mencoba menyembunyikan kekhawatiran.
Jenna menoleh ke arahnya dengan senyum nakal. "Jeruk dicocol garam, enak tau, mau gak?" tawarnya dengan ceria.
Rey menggelengkan kepala perlahan, meskipun senyumnya tetap muncul. "Sayang, jangan makan garam banyak-banyak, gak baik buat kesehatan kamu sama bayi," tegur Rey lembut, suaranya penuh kasih sayang, tapi juga tegas.
Jenna mencebikkan bibirnya, terlihat agak kecewa. "Tapi aku lagi pengin ini," jawabnya dengan sedikit suara manja, tampaknya sulit menahan keinginannya.
Rey menghela napas pelan, merasa perlu menjaga agar Jenna tetap sehat, meskipun dia tahu kadang ngidam seperti ini sulit dikendalikan. "Gak boleh, sayang," tegasnya, sambil meraih tangan Jenna dan menggenggamnya dengan lembut. "Aku tahu kamu ngidam, tapi kita harus tetap hati-hati, ya."
Jenna menatap Rey sejenak, masih ada keraguan di matanya, namun akhirnya dia melepaskan jeruk yang hampir habis dimakannya dan meletakkannya kembali ke piring. "Oke deh, pak dokter. Tapi cuma kali ini," jawabnya, meskipun ekspresinya masih menunjukkan bahwa dia belum benar-benar puas.
Rey mengusap rambut Jenna dengan lembut, senyum kecil menghiasi wajahnya. "Kita bisa cari camilan lain yang lebih sehat, sayang. Aku cuma mau yang terbaik buat kamu dan bayi kita."
Jenna akhirnya tersenyum, meskipun masih dengan sedikit kekecewaan. "Iya sayang, aku percaya kamu," ujarnya, sebelum kembali duduk di samping Rey, merasa lebih tenang karena perhatian suaminya.
Setelah Jenna meletakkan jeruk dicocol garam itu, Rey menatapnya dengan perhatian penuh, masih merasakan sedikit kecemasan atas keinginan ngidamnya yang tidak biasa.
"Kamu mau makan apa? Aku masakin," tanya Rey lembut, berusaha mencari alternatif camilan yang lebih sehat dan menenangkan Jenna.
Jenna menoleh padanya, mata berbinar sedikit karena tawaran itu. Meskipun rasa ngidamnya belum sepenuhnya hilang, dia merasa lebih dihargai dan diperhatikan. "Hmm... Masak apa, ya?" jawabnya dengan sedikit senyum, mencoba berpikir.
Rey memiringkan kepala, menunjukkan ketertarikannya. "Apa aja, sayang. Aku bisa masak apapun yang kamu mau. Tapi, coba cari yang sehat ya," katanya dengan nada setengah bercanda, tapi tetap serius soal kesehatan Jenna dan bayi mereka.
Jenna berpikir sejenak, kemudian tersenyum dengan ide yang cukup sederhana namun menggiurkan. "Aku mau makan nasi goreng," jawabnya dengan nada penuh harap.
Rey mengangguk sambil tersenyum, lalu berdiri. "Nasi goreng, oke. Kali ini aku masak yang spesial, pake sayuran, ayam suwir sama udang. Kamu pasti suka."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Husband
Romance"Aku suka Kak Rey dari kecil." "Aku tau. Inget gak? dulu kita pernah main nikah-nikahan?" Jenna menganggukkan kepalanya. "Sampai sekarang, kita belum cerai." -_-_-_- Cerita ini menceritakan bagaimana Jenna bertemu dengan pria berhati malaikat hing...
