52

3K 41 0
                                        

Haiiihaiii
Sorry ya lama hehe
Selamat membaca!!!

---

Sebuah keluarga kecil tampak berjalan santai menyusuri mall. Di tangan Rey dan Jenna tergantung beberapa kantong belanjaan ringan, sementara dua gadis kecil di sisi mereka tampak riang, sibuk melihat-lihat sekitar.

"Mama, aku mau naik singa yang jalan itu," rengek Sienna, matanya berbinar menatap mainan hewan berkaki roda yang sedang berjalan memutari lantai atas mall.

Reina ikut menunjuk, "Aku juga mau! Tapi aku mau yang kuda poni!"

Rey dan Jenna saling bertatapan, lalu tersenyum kecil-sudah terbiasa dengan permintaan spontan seperti itu.

Jenna membungkuk sedikit, menatap kedua putrinya. "Sienna sama Reina mau naik itu, atau mau beli boneka? Tapi kalau naik itu, bonekanya nggak jadi ya..."

"Ahh, Mama..." keluh Reina kecewa.

"Aku... aku mau boneka kuda poni!!" pekik Sienna tiba-tiba, berubah pikiran secepat kedipan mata.

Jenna melirik ke Reina, "Tuh, adek mau boneka. Rei nggak mau juga?"

Reina tampak berpikir sejenak, lalu mengangguk cepat. "Iya, Rei juga mau, Mama!"

Jenna tersenyum ke arah Rey, merasa lega. Bujukan sukses. Mood anak-anak memang bisa berubah seperti cuaca-dan hari ini, untungnya, cuacanya cerah.

Mereka mampir ke toko boneka lebih dulu. Reina bingung memilih antara unicorn dan kucing bermata besar, sementara Sienna mantap memilih kuda poni pink. Setelah memeluk boneka masing-masing, keduanya tampak puas.

Sebagai penutup, mereka makan malam di restoran favorit. Reina dan Sienna sibuk menggambar di kertas alas meja yang disediakan, sambil mengoceh soal kejadian sekolah yang setengahnya tak masuk akal.

Rey memandangi ketiganya-dua anak yang riuh, satu istri yang sabar-dan hatinya terasa penuh.

"Terima kasih, ya," bisiknya ke Jenna.

Jenna menoleh. "Untuk?"

"Untuk jadi rumah buat kita bertiga."

Jenna tersenyum. "Sama-sama, Pak Dokter."

.

Setelah perjalanan singkat dari mall, mobil Rey akhirnya berhenti di depan rumah. Langit mulai berwarna jingga, menandakan sore yang mulai merayap ke malam.

"Yeay, sampai rumah!" seru Sienna dengan mata berbinar.

Begitu mobil berhenti total dan pintu dibuka, keduanya langsung berlari keluar tanpa sempat ditegur.

"Omaaa!!" teriak Reina kegirangan.

"Omaa Ella!!" sambung Sienna, melompat kecil menghampiri dua sosok wanita yang sudah menunggu di teras.

Asya membawa kantong berisi makanan rumahan, sementara Ella menenteng tas besar-yang pasti penuh hadiah kejutan.

Asya langsung berjongkok, membuka kedua tangannya. "Sienna, Reina! Sini peluk Oma!"

Dua anak itu langsung memeluk Asya dan beralih pada Ella. Tawa pun pecah, memenuhi udara sore itu. Asya menciumi pipi Reina yang tertawa geli, sedangkan Sienna dengan penuh semangat menarik tangan Ella.

"Oma, liat deh! Aku beli kuda poni warna pink!" serunya riang.

"Punya aku ungu! Lucu, kan?" tambah Reina sambil menunjukkan boneka miliknya.

Tak lama kemudian, Rey dan Jenna menghampiri dengan kantong belanjaan. Jenna tersenyum melihat kebahagiaan sederhana di depan matanya. Ia melirik Rey dan berkata pelan, "Capeknya terbayar ya, kalau liat mereka senang begini."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 14 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Sweet HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang