Bonus Chapter

4K 147 58
                                        

Edisi Author yang kangen Biru. Dilihat-lihat view bab yang ada tulisan 🔞 nya dua kali lipat lebih banyak dari bab biasa 😝 kenapa pada Yadong hei kalian hahahha.

Tapi gapapa normal kok, aku juga gitu soalnya. Kalau baca cerita orang suka aku baca ulang bab wleowleo-nya.

 Kalau baca cerita orang suka aku baca ulang bab wleowleo-nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.

"Bangun hei pemalas!" seru Sagara, ditariknya selimut tebal yang menutupi hampir seluruh tubuh sang kekasih.

Bukannya bangun, Biru malah makin merapatkan selimutnya lalu bergelung bagai kepompong.

"Ru, ayoloh bukannya mau jemput Ayah? Kita udah nunggu momen ini lama banget giliran tiba waktunya kamu malah ogah-ogahan."

Ya, sudah waktunya Ayahnya Biru keluar dari penjara. Karena berkelakuan baik dan selalu mengikuti proses pembinaan di lapas dengan baik, sang Ayah mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan.

Setelah menghabiskan sisa masa tahanannya, kini tibalah waktunya berkumpul kembali bersama Jingga dan Biru.

Namun, Biru sepertinya lupa, malas atau entah kenapa, Sagara sampai harus membangunkan beberapa kali.

Selimut yang menggulung tubuh Biru itu dia buka, ditepuknya rahang Biru yang semakin lama semakin terlihat tegas dengan jambang-jambang yang baru numbuh. Sensasi kasar dan geli saat permukaan kulit bersentuhan dengan area itu memabukkan bagi Sagara.

"Ru, sayang, ayo dong. Bukannya kamu mau jadi yang pertama jemput ayah?"

Perlahan mata indah milik Biru terbuka, dia lirik Sagara yang tersenyum. Tapi Biru membuang muka, dia buka selimutnya lalu pergi ke kamar mandi tanpa melakukan ritual sakti mereka, Morning Kiss.

Sagara jelas bingung, dong. Di antara mereka yang paling rajin melakukan kontak fisik ya Biru. Mau tidur cium, bangun tidur wajib cium. Mau mandi pelukan dulu, ndusel dulu bahkan kadang gak jadi mandi karena keenakan cudle.

Sejak kemarin sore Biru jadi aneh, saat jemput pun gak banyak bicara dengannya karena memang lagi telfonan sama Rega. Aneh lagi kan, padahal mana bisa si Bucin Biru ngobrol sama orang lain saat ada Sagara di depannya.

SAGARA BIRU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang