Waktu sudah menunjukan pukul setengah 6 sore. Matahari semakin tengglam ditelan cakrawala, Al dengan yang lainnya sudah sampai di Kodim kembali. Para wanita dipersilahkan istirahat dan membereskan barang-barang mereka yang sudah didapatkan. Sedangkan, para lelaki menyalakan lampu UV diseluruh pintu masuk Kodim.
Matahari sudah terbenam seutuhnya, para volatile yang dari pagi bersembunyi menghindari cahaya UV dari matahari mulai beraktivitas untuk berburu dan makan. Al dan yang lainnya sekarang sedang berada di aula, mereka sedang makan malam.
"Zhuan, apakah belum ada kabar dari tim ayahku?" Zhuan hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan menyuap makanannya.
"Mungkin sebentar lagi. Aku sudah memberi kabar ke safe house untuk persiapan penjemputan. Tapi kami masih menunggu kabar dari ayahmu," Al agak cemas karena tidak tahu akan kabar ayahnya. Julia yang duduk disebelahnya menggengam tangan lelaki yang sedang cemas tersebut dan tersenyum manis kepadanya.
"Semua akan baik-baik saja, tenanglah." Melihat kepedulian dari kekasihnya tersebut Al menjadi sedikit tenang.
"Oh iya Al, apakah kau bisa mengendarai mobil?" Zhuan melontarkan pertanyaan untuk Al.
"Heumm yaa bisa sih. Kenapa emang?"
"Karena sepertinya jika kita hanya membawa satu APC saja tidak akan cukup untuk semuanya, jadi aku dan Carl yang akan mengendarai APC itu. Dan kau akan mengendarai mobil ranpur itu." Al terkejut.
"Yaaa ini permintaan yang mendadak dan juga mungkin merepotkan, tapi tenang saja kami akan berada di depan dan di belakang kalian. Sehingga kau tidak perlu menghindari para volatile yang mendekat. Hanya saja kau harus sedikit menyatarakan kecepatannya dengan kami," Al ragu-ragu mau tidak mau ia harus menerima permintaan dari Zhuan.
"Baiklah aku mengerti," Al mengangguk dengan penuh keyakinan.
"Oke, beres makan malam, persiapkan semuanya agar kita bisa pergi kapan saja!'
~~~~~
Al sedang memposisikan mobilnya agar berada diantara APC, Julia memperhatikan kekasihnya tersebut dan berfikir kalau kekasihnya itu keren. Pasangan mana yang tidak akan tahan jika melihat lelakinya bisa mengendarai mobil. Apalagi Kendaraan Tempur yang terkenal akan bodynya yang sangar dan garang.
Setelah memposisikan mobilnya tersebut, Al pun turun dan menghampiri Julia yang sedari tadi duduk ditangga masuk Aula dan memperhatikannya.
"Kau terlihat sangat keren saat mengendarai mobil itu," Julia mencoba sedikit menggoda Al dengan menatapnya dengan dekat dan tersenyum manja.
"Ahh- itu bukan apa-apa, masih banyak hal keren yang belum aku tunjukan padamu," Julia semakin penasaran.
"Ayolah kau itu sudah mah baik hati, perhatian, jago basket, bisa bawa mobil sangar gitu, dan jago menembak. Apalagi yang kau sembunyikan hah?"
"Rahasia, nanti juga kau akan tau aku itu seperti apa orangnya hahahaha," karena Julia tidak diberitahu alhasil Al mendapatkan pukulan manja darinya.
Tanpa sadar Zhuan dan Carl memerhatikan tingkah laku mereka. "Dasar anak muda ya."
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Al Tengah berada di atap asrama putra di temani oleh Frans. Misi ini membuat mereka semakin akrab. Mereka hanya memandangi kota bandung yang hampir gelap gulita, hanya cahaya dari lampu jalanan saja yang tetap menyala.
"Look at this place... 2,8 million people used to live in this city. Now it's a ghost town... i've never seen anything like this."
"Sepertinya aku familiar dengan kalimat itu," Frans mencoba menggali memorinya untuk menemukan kalimat yang sangat familiar tersebut.
YOU ARE READING
DEAD WORLD
Bilim KurguKenapa ada beberapa orang yang ingin adanya keberadaan zombie di dunia ini? Apakah mereka siap jika terjadi kiamat zombie tersebut? Atau emang ada orang atau kelompok yang menciptakan kiamat zombie tersebut? Entahlah terlalu banyak teori konspirasi...
