"Hei Al, kau tidak mencukur kumis dan jenggotmu itu? Bagaimana jika Julia nanti malah jijik melihat penampilan mu yang kotor tersebut?" Ryan melempar sebuah mesin cukur dan berhasil ditangkap oleh Al.
"Terima kasih pak tua, kau ada benarnya juga, umurku seperti bertambah tua, padahal baru berumur 20 tahun," suara mesin cukur pun memenuhi WC pria.
"Makanya, penampilan itu nomor 1. Jangan sikap keren dan romantismu saja yang menjadi senjata utamanya," cakap seseorang dari dalam bilik wc yang sedang berurusan dengan alam.
"Halah berisik, bagaimana hubungan mu dengan si Mawar itu?"
"Semenjak kita beres pelatihan yang berat selama satu bulan penuh tersebut, aku jadi semakin dekat dengannya dan ya kita menghabiskan banyak waktu di sini." Al bisa menebak perkembangan mereka berdua.
"Kau belum berani nembak dia kan?" dan benar saja terpampang dari wajah Joshua yang murung saat ia mencuci tangan di wastafelnya. "Ayolah cepat-cepat beritau perasaan mu itu. Memendam perasaan tersebut nggak baik buat mental dan kesehatan loh." Al sangat mengerti tentang perasaan yang di rasakan oleh Joshua. "Masa kalah sama pasangan Frans dan Jane sih? Hahahah," Ryan yang masih di sana ikut mengejek Joshua.
"Iyaaa, iyaaa. Akan kunyatakan perasaanku ini malam ini, tunggu saja ya." Dengan kepercayaan yang tinggi Joshua melangkah keluar dari WC dan berjanji akan menyatakan perasaannya pada Mawar malam ini.
Ryan masih merapikan rambutnya yang baru saja ia potong pendek. "Cih. Dasar anak muda, kenapa sekarang kalian memiliki pasangan saat ini, sedangkan aku. Seorang pria tampan dengan kemampuan segala bisa belum juga menemukan seorang kekasih," Ryan meratapi nasib buruknya sebagai jomblo tua yang belum juga menemukan seorang kekasih di umurnya yang sudah menginjak 34 tahun tersebut.
"Tenang pak tua. Aku yakin di misi kita nanti kita akan bertemu dengan seseorang yang pasti cocok dengan mu. Oh iya ini alat cukurnya, terima kasih. Aku pergi dulu, ada janji dengan Julia yang minta diajak jalan-jalan keliling pulau ini. Sampai jumpa saat makan malam nanti," Al meninggalkan Ryan dan keluar dari WC.
Sudah dua tahun mereka mentap di pulau yang entah apa namanya. Kabar untuk menjalan misi masih belum dikeluarkan oleh Kolonel, sehingga mereka menghabiskan waktu selama dua tahun dengan belajar sendiri di pulau yang luasnya mungkin sama seperti Pulau Komodo yang berada di Nusa Tenggara Timur.
Camp pelatihan ini pun sangat luas terdapat beberapa bagian yang digunakan untuk pelatihan. Yang pertama berada di tengah pulau, terdapat tempat yang disebut Gedung utama. Di gedung tersebut lah beberapa tes materi dilakukan dan juga para pengajar mereka tinggal di situ. Ada pun dua gedung lainnya yang memiliki 4 lantai saja tapi memanjang kebelakang yang berada di sisi kiri dan kanan dan memiliki 4 penghubung di setiap lantai gedung utama, itu adalah asarama para kadet tinggal selama pelatihan mereka berlangsung. Di dalam gedung fasilitasnya lengkap, mulai dari kantin, lapangan indoor dan juga GYM.
Beralih tempat. Saat memasuki gerbang utama, terdapat sebuah Gedung yang sangat luas, disanalah mereka melakukan pelatihan. Di dalam gedung ini ada tempat untuk menembak, ruangan simulasi, kolam renang yang berada di luar ruangan dan juga sebuah Ruang persenjataan.
Bagian luar dari gedung yang luas tersebut ada halaman yang digunakan untuk latihan menembak di luar ruangan. Bukan latihan menembak saja, mereka berlatih cara menggunakan kendaraan tempur dan juga melatih kemampuan mereka dalam keadaan sesungguhnya dalam area pertempuran. Di belakang dari gedung utama tadi terdapat sebuha gedung lagi yang merupakan gedung yang mengoperasikan sistem pertahanan yang ada dipulau ini. Terdapat 4 misil jarak jauh yang bisa menghancurkan satu kapal Destroyer yang berjarak 100km dari pulau. Selain tersembunyi, pulau ini juga aman dan nyaman karena fasilitasnya yang lengkap.
Al telah keluar dari gedung asramanya dan berencana untuk berkencan dengan Julia menikmati hembusan pantai yang berada tak jauh dari camp pelatihan. Julia sudah menunggu Al di gerbang, sembari memegang keranjang yang berisi makanan yang nanti akan mereka nikmati di pantai.
"Hai Jul, dah nunggu lama?" Al menghampiri Julia yang sedang bersandar di tembok gerbang.
"Ya nggak terlalu lama sih. Kamu bawa kan kerpetnya?" Al memperlihatkan gulungan tikar yang terikat dibelakang punggungnya. "Yaudah yuk berangkat," Baru saja satu langkah mereka melangkah keluar dari gerbang sebuah pesan suara dari jam tangan Al masuk.
"Tim 13 harap menemui Kolonel di ruang kantornya sesegera mungkin." Mereka mendapat pesan masuk untuk segera menemui Kolonel.
"Apakah ini misi yang kita tunggu-tunggu selama dua tahun itu?" Al penasaran apakah misnya tersebut. Tiba-tiba saja Julia menarik lengan Al dan mengajaknya berlari masuk lagi kedalam camp pelatihan.
"Apa yang kau tunggu itukita harus menemui Kolonel sekarang," Julia terus menarik tangan Al dantersenyum ke arahnya. Al membalas senyum tersebut dan berlari bersama menujukantor Kolonel. Untuk misi yang sangat penting yang akan mereka terima nanti.
The End.
Alxers~
YOU ARE READING
DEAD WORLD
Science FictionKenapa ada beberapa orang yang ingin adanya keberadaan zombie di dunia ini? Apakah mereka siap jika terjadi kiamat zombie tersebut? Atau emang ada orang atau kelompok yang menciptakan kiamat zombie tersebut? Entahlah terlalu banyak teori konspirasi...
