Maaf jika bab <1> ini masih terdapat banyak ketidak asalan, akan di perbaiki nanti jadi mohon dukung author dengan sekedar vote🙏
Mohon maaf karena selalu jarang Update.
~Happy Reading~
~●●●~
Malam itu, di dalam kamar mewah mansion yang megah, Jack duduk di tepi tempat tidur sambil menatap wajah Helen yang begitu tenang saat tidur. Cahaya bulan yang lembut menerangi ruangan, menjadikan wajah Helen terlihat lebih cantik dari biasanya. Meskipun niatnya untuk membangunkannya sangat kuat, ada sesuatu dalam diri Jack yang menghalanginya. Dia tahu bahwa mereka belum berbicara secara mendalam sejak kejadian tadi pagi, dan kini dia berjuang melawan hasratnya ketika melihat wanita cantik itu begitu tenang dalam tidurnya.
"Kenapa kau harus membuat segalanya menjadi rumit, Helen?" bisik Jack pada dirinya sendiri. Dia merasa terjebak dalam siklus emosi yang tak terduga. Dia telah merencanakan kejutan yang sempurna untuk Helen-sebuah malam yang akan membuat semuanya kembali seperti semula. Namun, semangatnya semakin pudar ketika dia melihat wajah damai itu.
Jack menghembuskan napas berat, berusaha menenangkan pikirannya. Sudah dua hari mereka terpisah oleh keheningan yang menyakitkan. Dengan penuh harapan, dia memikirkan taman luar rumahnya yang telah dipersiapkan dengan matang-rumput hijau yang ditumbuhi bunga, buket uang lembaran, serta hadiahnya yang lain. Semua itu adalah usaha Jack untuk meminta maaf dan menebus kesalahan yang telah terjadi sebelumnya.
Ketika fajar menyingsing dan sinar matahari menembus tirai jendela, Jack memutuskan untuk tidak mengganggu Helen lebih jauh. Dia ingin memberikan waktu baginya untuk merenung, sekaligus menyusun rencana untuk malam itu. Setelah menyiapkan segalanya, dia mencoba berkeliling rumah, merasakan ketegangan yang menyelubungi hatinya.
Dua hari berlalu dengan lambat. Setiap detik terasa berat, bagai menunggu sesuatu yang tidak pasti. Akhirnya, ketika malam yang dinanti tiba, Jack memberanikan diri untuk menghampiri wanita cantik yang tengah duduk di meja rias.
Awalnya pria itu berdiri sesaat, mematung kala melihat penampilan Helen yang begitu cantik dengan wajah yang tak tersentuh oleh make-up. Dan bagaimana penampilannya dengan balutan dress tidur yang menggoda, begitu menarik perhatian Jack yang sesaat masih mematung melihat kecantikan yang begitu memikat dihatinya.
Jack nyaris saja hampir kehilangan kendali, dan segera berdehem dengan raut wajah tanpa ekspresi yang jelas di wajah tampannya. "Ikutlah denganku"
Suara bariton yang memenuhi ruangan besar langsung membuat Helen yang masih saja termenung, langsung segera sadar akan kehadiran pria yang telah mendominasinya itu.
Dengan cepat Helen berbalik, menatap pria besar di belakangnya, yang terus menatapnya tanpa guratan ekspresi yang jelas, dengan pandangan yang seolah mengantisipasi.
Udara di sekitar mereka kian menipis dan terasa mencekam, saat pria itu mengambil langkah mendekat kepadanya dan tanpa banyak berbicara Jack mengulurkan tangan besar nan beruratnya pada Helen. "Ikut aku" ulang pria itu lagi, tanpa mengalihkan pandangan dari wajah yang selalu membuatnya merasa posesif.
Untuk sesaat Helen terdiam, mencoba mencerna entah apa yang tengah direncakan oleh pria di hadapannya itu. Yang bahkan tidak menunjukkan dirinya dan menjauhi Helen selama dua hari, namun dengan tiba-tiba, malam ini, Jack datang dengan begitu tiba-tiba serta tatapan yang datar dan langsung berkata untuk segera mengikutinya, ditempat yang tidak dia ketahui.
Disaat tidak mendapatkan respon sedikitpun. Rahang pria itu sedikit mengeras, entah apa yang wanita itu pikirkan lagi dan tidak menurutinya dengan baik. Haruskah Jack langsung menarik paksa saja wanita itu sampai ke tempat yang akan dia tujukan, atau menunggu hingga wanita itu merespon dan meraih untuk menggenggam tangannya yang terus terulur hanya untuk meminta persetujuan.
KAMU SEDANG MEMBACA
GAIRAH TUAN JACK
RomanceWARNING ADULT STORY⚠️ Perselingkuhan sang kekasih dengan sahabat yang sudah di anggap oleh adik sendiri, membawa Helen Vristopher berakhir melakukan first night dengan pria bernama Jackson Taylor. Sang penguasa USA, dengan puluhan perusahaan fashion...
