BAGIAN 32¹

13K 172 2
                                        

Tinggalkan jejak dengan vote
Karena kurang peminat,
maka tidak up lagi setelah up bagian 32²🙏

~Happy Reading~

*

Memang sudah lebih dari sebulan Jack masih menahan Helen untuk pergi kuliah.

Tapi bukan seperti ini mereka seenaknya mengambil keputusan.

Pria itu menggeram kesal, "Saya sudah membayar mahal untuknya tetap tinggal, kau mau membohongiku keparat?."

Emosi Jack nyaris tak tertahan, suaranya menggema begitu saja dilorong rumahnya.

"N-not like that mr.."

"So what?, kau mengatakan mau mengeluarkannya dari kampusmu, kau ingin bermain-main denganku."

~

Setelah menutup telepon, pemimpin kampus yang sudah begitu berkeringat dingin karena ancaman dingin dari Jack, tak bisa mengambil nafas lebih  dengan siapa yang duduk dengan percaya diri di hadapannya.

Nyonya Gissel memperhatikan sembari sedikit memperbaiki rambutnya, namun diam-diam ada tatapan yang ikut mengancam di dalamnya, seolah berkata agar pemimpin kampus itu tidak banyak berkata dan segera mengeluarkan wanita itu.

"T-tampaknya walinya tidak ingin siswi itu di keluarkan."

Nyonya Gissel mengangkat bahu, "Anda tidak ingin mengeluarkan gadis yang telah membuat kampus anda tercoreng begitu?, saya datang kesini karena kampus ini juga adalah bagian saya dan anda harus mengambil tindakan."

"A-anda benar, tapi walinya-"

"Anda mau perduli padanya?, kalau saya sama sekali tidak karena ini mengenai reputasi kampus."

Nyonya Gissel menatap tajam ke arah pemimpin itu, "Perintahku untuk anda mengeluarkannya, atau saya bisa memutus aliran dana untuk kampus tidak berpredikat seperti ini."

~

BRAKK..

Bantingan pintu dan disertai umpatan keras mengagetkan Helen yang sudah hampir tertidur, Helen menoleh ke belakang dan bayangan pria yang sudah masuk ke ruang ganti itu masih saja mengeluarkan umpatan kesalnya.

Helen sedikit mengernyit, pasti ada sesuatu yang membuat pria itu jadi begitu emosi dan mungkin karena telepon yang dia terima.

Walau masih merasa nyeri Helen beranjak bangun dari kasur, menutupi tubuhnya dengan selimut tebal lalu berjalan ke arah ruang ganti.

Kepalanya sedikit muncul seolah mengintip, dan di penglihatannya pria itu berdiri di sana dengan nafas yang terlihat berpacu.

Helen baru saja mau bicara, "Come here."

Perintah Jack yang sudah menatap ke arahnya langsung membuat Helen berkedip sesaat, wanita itu perlahan berjalan mendekat dan berdiri di depan pria itu.

Jack melingkarkan lengannya di pinggang Helen, menyentuh pipi yang sedikit memerah itu dengan tangannya seolah tengah menutupi kemarahannya dengan sesuatu yang disebut kelembutan.

Namun Helen tahu, Jack tidak dalam situasi yang baik-baik saja sore ini.

"Ada apa?." tanya Helen akhirnya, begitu penasaran dengan apa yang telah membuat pria itu jadi seperti ini.

Pria itu tidak menjawab cepat, hanya terus membelai wajah Helen tanpa sepatah kata.

Dan Helen, hanya bisa ikut terdiam tidak ingin banyak menambah kekesalan pria itu nantinya.

~

Membaca semua forum kampus yang penuh akan postingan juga cacian pada Helen, seakan obat dari segala rasa dendam Selly.

Gadis itu tersenyum begitu puas, sembari bersandar di bahu pria disampingnya yang tengah menonton acara tv.

"Aku sangat senang tahu, akhirnya Helen bisa segera di keluarkan dari kampus." ucap Selly penuh kebahagiaan.

Ryan yang mendengarnya sedikit mendengus antara kesal dan juga senang.

"Yah... sangat menjijikan pernah berpacaran dengan gadis kotor sepertinya." aku Ryan, sembari memakan snack kentang.

Selly tersenyum dan mendongak, "Jadi, kamu menyesal punya pacar sepertinya?."

Ryan menatap sebentar pada Selly dan memutar mata, "Tentu saja, gadis itu dari awal begitu tidak menarik."

"Kalau begitu bagaimana denganku?."

"Kau lebih menarik." Jawab Ryan seadanya.

Walaupun aslinya, lebih dari siapapun Helen lebih cantik dan seksi dibanding Selly yang punya dada rata. Ryan akui Selly memang cantik, tapi tidak lebih cantik dari Helen.

Pria lain pun akan mau memiliki kesempatan berbagi ranjang dengannya semalam penuh, namun Helen tidak memiliki uang yang memuaskannya. Selebihnya saja, Ryan pasti akan tetap bersama dengan wanita itu, bukan dengan Selly.

*

BERSAMBUNG....

21.03.2025

GAIRAH TUAN JACKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang