BAGIAN 31

23.6K 206 3
                                        

Mau versi 21+++??, tembusin di 300 vote dan 80 komen.

~Happy Reading~

* * * * *


PYAARRR!!!

Para barisan pelayan di rumah kaca itu tersentak hebat dengan bunyi gelas yang baru saja dilempar oleh Madam Gissel. Wanita itu tampak berapi penuh amarah, "Sebenarnya apa yang Jack sukai dari wanita jalang kotor itu?!."

Rumah kaca yang begitu penuh akan tetumbuhan hijau nan sejuk, bahkan tak cukup untuk menutupi amarah di dirinya yang menggelegak bak nyala lava.

Cecilia berdiri dan gerakan lembut mencoba menenangkan ibu Jack itu, "Tenanglah bibi, ini bukan kesalahan Jack." Ujarnya selembut mungkin, mengusap punggung ibu pria yang begitu dicintainya itu. "Aku bahkan ingin mencekiknya saat itu." Batin diam Cecilia. Tak ada yang sepenuhnya tahu bahwa ia juga sudah menyimpan dendam pada wanita muda yang ada di rumah pria yang seharusnya jadi miliknya.

Cecilia saja harus menahan diri, bersikap sebaik mungkin di hadapan Jack dan ibu pria itu walau sebenarnya Cecilia sangat ingin menyakiti wanita itu yang begitu berani dekat dengan Jack, kekasihnya.

"This can't Cecilia," wanita yang sudah cukup berumur itu mengalihkan tubuhnya menatap Cecilia, membuatnya mundur selangkah, memasang wajah seolah khawatir terhadapanya. Walaupun sebenarnya sama sekali tidak. Bagi Cecilia, Jack adalah keperduliannya. Untuk keluarganya, hanya prioritas yang sangat muak baginya untuk dijalankan.

"Jack can't doing this to her family, he's harusnya tahu kalau dirinya harus menikah dengan wanita yang pantas untuknya, Jack harus menikah denganmu Cecilia bukan gadis kotor yang entah darimana asalnya."

Madam Gissel menggeram kesal, sungguh.. tontontan seperti ini yang Cecilia sangat suka. Melihat betapa setujunya ibunya Jack agar putranya harus bersanding dengannya.

Namun Cecilia harus menjaga wajahnya untuk tetap tenang dan khawatir, ia dengan lembut menggenggam tangan Madam Gissel. "Bibi tidak perlu khawatir, Jack pasti hanya ingin bermain-main saja dengan gadis itu dan segera membuangnya."

Madam Giselle mengangguk, seolah setuju akan apa yang dikatakan wanita cantik pilihannya itu. "Kau benar sayang. Jack pasti cepat atau lambat akan bosan dengannya, apalagi dengan yang seperti itu, Jack pasti akan segera membuang dengan cepat ke jalanan."

"Bibi benar. Jack tidak mungkin menyukai gadis itu, Bibi tidak ingat bagaimana dulu dia begitu mengejarku?, aku yakin sekarang pasti masih akan sama." ucap Cecilia, dengan senyuman penuh nada provokasi yang tinggi. Umpan yang dilemparnya itu sudah pasti telah mengenai sasaran yang tepat.

Tidak akan yang tidak mungkin di sini. Dan akan dipastikan bahwa jalang kotor itu akan segera berpisah dari Jack dan pastinya.. hanya akan ada Cecilia yang berada di sana dan menguasai seluruh kekayaan dan cinta seorang Jackson Taylor.

~

Ketiga wanita tampak duduk di sebuah kafe yang telah di pesan private untuk 2 jam ke depan, Madam Gissel mengambil setumpuk kertas yang telah dijadikan satu dan membacanya. Membuka dan membaca se ala kadarnya lalu meletakannya dengan malas di meja bunda di hadapannya dan tersenyum sinis. "Ohh, just putri petani and very berani in our family?, apa dia sungguh tidak tahu malu berada di dalam keluarga kaya ke dua di dunia? begitu malang sekali." Madam Gissel tak bisa menahan hinaannya setelah tahu identitas asli Helen, yang telah terangkum di kertas-kertas itu.

GAIRAH TUAN JACKCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang