Vote dan komen bagian ini kalau ingin lanjut💋
~Happy Reading~
*
Kesenangan Selly begitu terpatri di wajahnya. Saat di setiap guliran di layar yang menyala terang itu semua berita tentang betapa busuk dan tercelanya Helen terus saja terbahas, bak air yang kerannya diputar begitu saja setelah sekian lama.
Ditambah dengan komentar dari Selly, malah semakin membuatnya kian panas dan tak terkontrol.
"Ahhh.. Hp ku bisa meledak dengan nama jalang biadap itu yang terus dibahas di sini." Desah Selly dengan jari tangannya yang kebas akibat membalas komen dan menggulir berbagai pembahasan grup kampus mengenai si Helen itu.
"Kau bahkan terlihat sangat bersemangat, Selly."
"Aku tidak bisa meninggalkan ini, semua pembalasan ini karena wanita itu berani macam-macam dengan keluargaku."
Geraman kesal nyata terhadap Helen terlihat jelas di wajah Selly. Gadis itu lalu memasang senyum manisnya dan menggandeng lengan Ryan.
"I think we can merayakannya~." Ucapnya menggoda, sembari mengusap lengan telanjang Ryan berusaha memancing pria itu.
Namun, Ryan hanya menoleh sekilas padanya tanpa niat, dan kembali menatap ke TV yang menyala. "Kondomnya habis." Dalih Ryan, yang aslinya memang enggan ingin melakukan seks dengan Selly.
Gadis itu merungut kesal. "Tapi kan perasaanku kondomnya masih ada, lagian bisa kan tanpa kondom?."
Rengekan menyebalkan Selly, membuat Ryan memasang wajah pengertiannya. "Itu tidak aman sayang.. mengertilah, aku akan membelinya nanti."
Dengan senyum tipis meyakinkan, Ryan dengan seberusahanya membelai penuh arti kepala Selly.
"Aku juga tidak ingin menyakitimu saat kita berciuman, lidahmu masih belum terlalu sembuh."
Kata-kata Ryan, kian membuat Selly mendengus kesal. "Ini semua salah kak Jack. Kenapa sih hanya karena wanita sialan itu sampai tega menyakiti adiknya. Kamu juga tahu kan betapa sakitnya aku." Katanya, dengan mata berkaca-kaca seolah sedang menarik simpati pria itu.
Pria itu tanpa ekspresi menatap Selly sejenak, seakan tak senang bukan pada si kakaknya itu, tapi hinaannya yang terus menerus pada Helen. "Kau tidak terlalu cantik dibandingnya tapi berani mengatainya, tidak mengherankan jika kakakmu melakukan itu." Kalimat yang tertahan di tenggorokannya itu sudah begitu ingin dikatakan langsung padanya, agar setidaknya wanita itu bisa sedikit berkaca dan tahu akan dirinya sendiri, seperti apa rupanya jika disisikan oleh Helen yang sudah jelas cantik 100× lipat.
Pria muda itu membelai lembut serai rambut Selly, "Kalau lidahmu sudah sembuh total, aku akan menciummu mengerti?" ucapnya membawa sebuah harapan palsu di mata Selly yang berbinar penuh cinta, "Hmm.. aku ingin banyak ciuman tahu." tuntut gadis itu penuh kesenangan.
"Baiklah."
*
"Apa yang terjadi?," Helen menatap ragu pada Jack. Ia memang mau jawaban, hanya saja takutnya emosi pria itu akan kian meluap kembali. Namun Helen dengan beraninya kembali bertanya setelah keheningan di ruang ganti itu.
Jack sedikit menderukan nafas. Terdengar jelas bahwa dirinya memang masih kesal dengan apa yang terjadi, tapi jika harus terus dalam pusaran badai api seperti ini maka hanya batas kosong yang akan tercipta. Dan jika sudah ditatap penuh mata membulat indah itu akankah membuat egonya masih setinggi kekayaannya?, tentu saja itu hal yang sangat bodoh. Mau semarah apapun, Jack tetaplah harus membicarakan hal ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
GAIRAH TUAN JACK
RomanceWARNING ADULT STORY⚠️ Perselingkuhan sang kekasih dengan sahabat yang sudah di anggap oleh adik sendiri, membawa Helen Vristopher berakhir melakukan first night dengan pria bernama Jackson Taylor. Sang penguasa USA, dengan puluhan perusahaan fashion...
