Jangan lupa vote.😍
"Just hope this always be fine"'Helen Vristopher'
~Happy Reading~
* * * * *
Seperti biasanya, Matahari pagi menembus tirai tipis berwarna hitam yang menutupi jendela besar di kamar utama mansion itu. Sinar keemasan jatuh lembut di atas wajah Helen, membuat alisnya yang lentik bergetar samar seolah enggan dibangunkan dari mimpi yang hangat. Ia menggeliat pelan, menyadari tubuhnya masih terlingkup erat oleh lengan kokoh Jack. Nafas pria itu berat dan teratur, dadanya naik turun stabil, memberi rasa aman yang jarang sekali ia rasakan dalam hidupnya.
Helen menoleh sedikit, menatap rahang tegas Jack yang masih terpejam. Ada ketenangan sekaligus kekuasaan dalam sosok pria itu, sesuatu yang membuatnya merasa kecil namun juga dilindungi dalam waktu bersamaan. Bibirnya nyaris tersenyum, tapi kemudian ia teringat sesuatu, mungkin sudah hampir 2 bulan.. atau lebih ia sudah berada di rumah ini. Sekarang rasanya ia sudah mulai terbiasa, dan tidak menganggapnya sebagai penjara menyeramkan lagi.. Ini memang aneh, seaneh rasa debaran yang kerap muncul disaat mereka berdua seperti ini.
“Pagi…” suara berat Jack pecah dalam keheningan, serak tapi hangat, seperti alunan nada rendah yang langsung menelusup ke kulit.
Helen tersentak kecil, lalu tersenyum. “sudah bangun?” tanyanya, padahal jelas dilihat kalau pria itu baru saja membuka mata, menatap lurus ke mata cokelatnya.
Jack menundukkan wajahnya sedikit, mencium puncak kepala Helen sebelum menjawab. “Aku sudah bangun sejak kau mulai bergerak resah dalam pelukanku. Kau terlalu manis untuk kubiarkan pergi bahkan dari dalam mimpi.”
Helen mendorong pelan dadanya, separuh malu separuh terlalu malu. “Kau selalu saja tahu cara membuatku tidak bisa melawan.”
Jack terkekeh pelan, sungguh menggemaskan melihat wajah memerah itu lagi pagi ini. Dengan satu kali gerakan luwes, Jack kemudian bangkit lalu meraih kemeja yang semalam tergeletak di kursi. Tubuhnya yang tegap dan berotot diterangi cahaya pagi, membuat Helen terdiam sesaat. Ada sesuatu yang primal, liar namun terkendali pada sosok pria itu
Setelah bersiap singkat, Helen lebih dulu turun dibawah untuk membantu menyiapkan sarapan pagi.
Helen sudah bangun lebih dulu dari Jack. Rambut hitam panjangnya digelung sederhana, wajahnya segar meski ada lelah yang masih tersisa. Di meja makan, ia sedang sibuk menata sarapan bersama dua orang yang sudah lama menjadi bagian rumah besar itu—Madam Hazel dan Zola.
Bagi orang luar, mungkin mereka hanyalah pembantu rumah tangga, tapi bagi Helen, mereka sudah seperti keluarga. Hazel dengan sikap keibuan yang selalu penuh nasihat, sementara Zola, yang masih muda, seringkali menjadi teman bercandanya. Aroma roti panggang, sup hangat, dan teh hitam menyebar memenuhi ruangan, menciptakan suasana pagi yang menenangkan.
“Taruh buahnya di sisi kanan, sayang. Biar lebih sedap dipandang,” ucap Madam Hazel sambil tersenyum menatap Helen.
Helen mengangguk patuh, meski bibirnya terangkat membentuk senyum lembut. “Kalau Jack lihat, dia pasti cuma akan asal ambil tanpa peduli tata letaknya.”
Mereka bertiga tertawa kecil.
Namun seolah semesta mendengar, suara langkah berat dan khas bergema dari arah tangga. Jack, dengan kemeja putih yang lengan atasnya masih terlipat, turun sambil mengancingkan satu per satu kancing bajunya. Rambut gelapnya masih sedikit berantakan, sorot matanya menyapu ruangan dan berhenti tepat pada sosok Helen. Tampak cantik dan menggoda, dengan dress yang begitu pas dengan ukuran tubuhnya.. jika dibawahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GAIRAH TUAN JACK
RomanceWARNING ADULT STORY⚠️ Perselingkuhan sang kekasih dengan sahabat yang sudah di anggap oleh adik sendiri, membawa Helen Vristopher berakhir melakukan first night dengan pria bernama Jackson Taylor. Sang penguasa USA, dengan puluhan perusahaan fashion...
