WARNING ADULT STORY⚠️
Perselingkuhan sang kekasih dengan sahabat yang sudah di anggap oleh adik sendiri, membawa Helen Vristopher berakhir melakukan first night dengan pria bernama Jackson Taylor. Sang penguasa USA, dengan puluhan perusahaan fashion...
But sebelum masuk ke cerita.. Tanggal 12 bulan November ini adalah hari bertambahnya umur seorang oppa Jack.. dan untuk itu. Visual chara versi novelnya di persembahkan buat pembaca Gairah Tuan Jack. Ini dibuat langsung oleh teman atas req dari author sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~Happy Reading~
* * * * *
Disaat diamnya pria yang duduk di sofa panjang menghadap tepat di temapt tidur berukuran king size itu, tak lupanya ia juga mengecek notif dari asisten lambatnya itu.
Waktu tangguhannya sudah tinggal 3 menit lagi dan belum ada tanda apapun kalau asistennya itu akan mengiriminya semua hasil laporan yang dia minta untuk kumpulkan.
Jack mengetik dengan kekesalan yang sudah terbentuk jelas di dahinya.
*
GAVIN
"Where you Gavin?"
"Your time will over"
* *
Baru setelah itu tanpa kurang dari 2 detik pria itu sudah mendapat kiriman gambar dari sang asisten yang menunjukkan bahwa pria itu sudah menyerahkan ke semua berkas itu ke tangan salah satu penjaga gerbang.
Dengan itu ekspresi pria itu sedikit melunak, ia menonaktifkan Hp berlogo Appil itu lalu beranjak dari duduknya.
Ia segera merapikan kemejanya, setelah itu ia melangkah dengan pelan, tanpa sedikitpun mengeluarkan suara agar tidak membangunkan wanita yang masih terbaring lelah dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
Untuk sesaat Jack terdiam, untuk beberapa detik ia hanya fokus untuk memandangi wajah wanita cantiknya yang selalu meneduhkan dan memikat dirinya.
Tangan pria itu terangkat begitu saja, ingin sekali menyentuh wajah Helen, merasakan kelembutan dan ingin mengeluarkan rasa sakit yang belahan hatinya itu rasakan karenanya. Namun, Jack urung. Pria itu menghela nafas, menatap kembali wajah itu dengan penuh rasa penyeselan.
Terlebih sisa-sisa jejak air mata yang membengkas di pipi wanita itu, seakan mengoyaknya dan mengingatkannya bahwa semua ini akibat kecerobohan yang dia buat sendiri.
"I'm sorry"
Sesalnya, sungguh Jack tak ingin jika semuanya akan membuat hubungan mereka kian retak. Helen harus tahu, bagaimana pria itu begitu hampir gila jika sedetikpun tak merasakan hangat dan wangi tubuhnya. Bagaimana pria itu dengan rela akan melubangi kepala orang-orang yang menghinanya.