32

308 36 2
                                        


Pagi ini Angkasa mulai kembali bersekolah, meski sebenarnya belum boleh karena dokter menganjurkan Angkasa untuk tetap beristirahat, tetapi pemuda itu keras kepala, beruntungnya kemarin ia tidak patah tulang meski tangan juga kakinya lecet parah. Namun luka seperti itu bagi Angkasa bukan masalah besar.

"Serius kamu Sa mau masuk? Mama khawatir loh." Ucap seorang wanita di balik setir kemudi.

"Serius, luka gini doang mah udah biasa."

"Tenang aja Mam nanti Lala awasin juga si abang." Ucap Athala.

"Yaudah, kalian baik-baik ya disekolah, kalo ada apa-apa jangan lupa kabarin, jangan kaya kemarin, kamu kecelakaan, masa Mama di kabarinnya terakhir,"

"Maaf Mam, kemarin lupa, soalnya udah biasa aku sendirian."

"Kamu nggak sendirian lagi sekarang Sa, kamu punya Mama sama adikmu."

Angkasa mengulas senyum. "Iya, makasih udah khawatir."

"Tenang aja kak, aku akan menjadi adikmu yang paling berbakti." Ucap Athala, seraya merangkul bahu Angkasa.

"Berbakti, tapi nyuri donat diem-diem?" Ucap Angkasa.

Athala cemberut. "Itu kan aku gak tau kalo punya kakak, lagian di taroh kulkas gak di namain! Yaudah sih, ntar diganti deh. Ribet amat!" Gerutu gadis bersurai pirang itu.

Angkasa terkekeh begitupun dengan wanita yang berada di balik kemudi.

"Ini jadinya kalian mau masuk apa enggak?"

"Eh iya, Kakak sih, jadi lama."

Angkasa hanya bisa tersenyum enggan menanggapi bawelnya seorang Athala.

~••••••••••••••~


Dua kakak beradik itu berjalan berdampingan di koridor, karena Athala merupakan murid baru, dan sebuah pemandangan baru bagi seantero warga Andromeda High School dimana mereka menyaksikan seorang Angkasa terlihat akrab dengan gadis selain Raya dan Hazel, membuat mereka merasa keheranan, sebagian murid membuat desas desus tentang watak Angkasa yang terlihat seperti seorang pemain handal.

"Serius nih, itu si murid baru yang dari Bandung kan? Mereka kelihatan deket banget, jangan jangan ada sesuatu." Bisik seorang siswi pada siswi lainnya dikoridor.

"Ah nggak mungkin, bukannya Angkasa udah tunangan sama Hazel ya?"

"Namanya juga tunangan, bisa aja batal sewaktu-waktu kali."

"Anjir kasian juga Hazel kalo gitu."

Seorang siswa memperhatikan sembari menyeringai. "Player juga Angkasa, padahal gue udah ngincer Athala."

Athala menekuk alisnya, nampak sekali tidak nyaman diperhatikan beberapa orang yang berbisik-bisik setiap dirinya melewati.

"Ngincer apa maksud lo?" Hiro yang tak sengaja kebetulan mendengar ucapan siswa itu langsung bergerak mengintimidasinya.

"O-oh enggak bang..." Siswa itu bersama rekannya seketika terdiam ketakutan, dengan intimidasi seorang inti anggota The Eagles.

Hiro menatap tajam, menepuk bahu pemuda itu kemudian berbisik rendah. " Jangan berani-berani, ngusik dia."

Angkasa dan Athala berhenti melangkah memperhatikan ke arah Hiro.

Setelah selesai memberikan peringatan, Hiro melangkah menghampiri Angkasa dan Athala.

ANGKASA Untuk RAYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang