Raya berpikir jika Daniel akan membawanya ke villa terpencil seperti saat dulu.
Namun ternyata pemuda itu membawa Raya ke sebuah tempat yang tidak ia duga sama sekali.
Daniel membawa Raya ke rumah sakit.
Setelah lima jam Raya harus di infus karena mendadak badan nya tidak bertenaga, yang kata dokter, Raya mengalami shock pasca trauma, ya trauma pada saat dulu ia di culik oleh Daniel kembali mendobrak naik, dan lagi ia baru saja mengalami kejadian mengerikan hampir tertabrak oleh pengendara motor tidak dikenal, hal itu memicu shock yang cukup mendalam.
Raya awalnya ingin menolak untuk di infus tetapi ia tak berani membantah Daniel untuk saat ini, takut hal hal tidak diinginkan terjadi, misalnya seperti ia dibawa pergi lebih jauh.
Namun ternyata tidak, semua hal hal buruk yang ia pikir mengenai Daniel, ternyata tidak terjadi, nyatanya Daniel tidak berniat menculik Raya, pemuda itu hanya panik, dan khawatir.
Tetapi bagi Raya tetap aneh, mengapa Daniel terlihat se-panik itu, padahal kondisi Raya tak parah sama sekali, tak dibawa ke rumah sakit pun, sebenarnya Raya bisa mengobati diri di UKS karena hanya lututnya saja yang terluka, tetapi justru berada di perjalanan menuju rumah sakit lah yang membuat Raya pada akhirnya harus di infus , akibat shock dan tekanan panik sehingga membuat dirinya lemas.
Beruntungnya Raya, karena pada saat kejadian itu, Yudha sang kakak sepupu masih berada disana, sehingga Yudha langsung menyusul Raya.
"Ray, Om Frans sama Jevano lagi otw dari Bandung, tante Nanda lagi ada meeting, sementara, Mas Yudha yang bakal jagain kamu disini." Ucap Yudha.
"Kak Daniel dimana?" Tanya Raya.
"Ngapain nyari dia? Udah Mas Yudha usir."
Raya mengernyit. "Kok gitu?"
"Emang kenapa? Kamu gak takut di culik lagi?"
"Aku ngerasa, Kak Daniel baik."
"Ray, jangan gampang percaya hanya karena orang bersikap baik sama kamu. Apalagi si Daniel pernah nyulik kamu."
"Tapi dia udah minta maaf, dan dia bilang udah berubah."
Yudha menghela napas. "Ini kalo Jevano tau, kamu bakal di marahin."
Raya menghela napas. "Aku boleh pulang kapan?"
"Tungguin air infusnya habis. Sekitar satu jam lagi." Ucap Yudha seraya melihat jam dinding.
"Kamu masih lemes gak?" Tanya Yudha.
"Enggak, udah baik baik aja, aku cuma capek mau pulang aja."
"Oke bentar, nunggu sejam lagi."
~••••••••~
Dibalik celah pintu yang sedikit terbuka, setelah tadi ia sempat pasrah menerima hujaman pukulan, Daniel hanya bisa melihat dari jauh sosok Raya yang tengah mengobrol dengan Yudha.
Namun tak lama setelah itu seorang perempuan berjas putih menariknya, mengalihkan atensi Daniel.
"Niel? Lo ngapain?" Tanya perempuan itu.
Daniel dengan raut datar namun tatapan yang kosong, terdapat kesenduan, keputus-asaan serta tidak adanya gairah hidup yang terpancar dari raut muka dan gerak-geriknya.
Melihat itu, si gadis ber jas putih, seorang dokter koas yang memiliki name tag Yesha Zifrana, langsung mengerti kondisi Daniel.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA Untuk RAYA
Teen FictionSi bungsu dari keluarga kaya raya, di jaga seperti berlian yang berkilau, sangat berharga. Hidup Raya sangat sempurna. Tanpa celah. Di anugerahi paras ayu bak sang dewi, penuh bakat, pintar, berprestasi, dan hidup di tengah keluarga cemara yang begi...
