Sudah terhitung dua minggu, anak anak Olimpiade termasuk Raya tidak masuk kelas, mereka belajar di perpustakaan hingga hari perlombaan, murid murid terpilih Andromeda High School dapat dengan lancar membuktikan kecemerlangan prestasi akademik yang telah mereka asah dari jauh jauh hari, Tim Raya dan Galaksi berhasil meraih juara pertama Olimpiade Sains Nasional.
Selama dua minggu itu pula, Raya sangat fokus ia bahkan jarang pergi ke kantin, dirinya fokus belajar di perpustakaan, Raya tidak berpikir keras mengenai apapun selain olimpiade, bahkan ia melupakan Angkasa, sejenak....
Gadis itu seakan menjauh pergi, memilih untuk mundur, meski tak sepatah kata pun Raya ucapkan pada Angkasa, dirinya sudah mengambil langkah untuk berbalik pergi.
Pagi ini, Raya dan Galaksi kembali belajar di kelas mereka bersama murid-murid lainnya.
"Ayaaaa! Finally gue kangen banget lo disini tau!" Gaviella berucap antusias sembari memeluk Raya.
"Aku juga kangen suasana kelas El." Raya tersenyum tipis.
Sedang melepas rindu dikelas bersama sang sahabat, suasana berbalik menjadi canggung saat seorang pemuda memasuki kelas.
Sejenak tatapan Raya dan pemuda itu bertemu, namun si pemuda dengan cepat memutus bentangan benang rindu yang tak terlihat dari kedua netra mereka.
Raya tak bisa membohongi diri, meski ia memutuskan mundur, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa rindu pada Angkasa.
Gaviella peka akan suasana yang tiba tiba berubah.
"Ay besok lo wajib dateng ya, ke pesta ulang tahun gue!" Ucap Gaviella antusias.
Raya tersenyum lembut. "Iya, pasti dateng."
"Sa lo juga datang kan?" Saut Nakula sengaja, membuat Gaviella menatap sinis ke arah belakang, Raya juga turut menoleh menatap Angkasa yang hanya diam tak menunjukan reaksi apa pun.
"Sa jangan diem aja, lo harus datang ke pesta ultah cewek gue!"
Angkasa berdehem singkat. "Gue datang."
"Nah! Gitu dong sekali-kali—"
"Sama Hazel." Ucap Angkasa dengan penekanan dingin.
Raya bak tertusuk, ketika Angkasa mengucapkan nama itu, apalagi melihat tatapan Angkasa yang dingin menatap tajam ke arahnya, membuat Raya seketika berpikir jika dirinya telah melakukan kesalahan sehingga Angkasa membenci dirinya.
Raya kembali berbalik memunggungi Angkasa dengan perasaan gundah.
"Kalian tuh apa apaan sih! Bisa gak jangan ganggu deep talk gue sama Raya?!" Ucap Gaviella ketus.
"Lo siapa ngatur?" Ucap Angkasa dingin.
Gaviella semakin tersulut, jika saja Raya tak menahan Gaviella, gadis itu akan balas menyulut Angkasa.
"Bangsat ngeselin banget... Cowok sok dingin!" Gerutu Gaviella.
"El udah... Jangan ribut lagi. "
~••••••••••~
Dress hitam selutut berlengan pendek, serta setelan heels senada begitu terlihat elok nan cantik melekat pada tubuh Raya. Rambut hitam panjanganya tergerai, konsep pesta malam ini di atur sedemikian rupa, khusus para undangan mengenakan dress code hitam.
"Raya! Oh my goodness! Lo cantik banget!" Heboh Gaviella saat Raya menghampiri sembari memberikan sebuah paper bag berupa kado ulang tahun.
"Kamu lebih cantik dari siapa pun malam ini El."
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA Untuk RAYA
Teen FictionSi bungsu dari keluarga kaya raya, di jaga seperti berlian yang berkilau, sangat berharga. Hidup Raya sangat sempurna. Tanpa celah. Di anugerahi paras ayu bak sang dewi, penuh bakat, pintar, berprestasi, dan hidup di tengah keluarga cemara yang begi...
