Si bungsu dari keluarga kaya raya, di jaga seperti berlian yang berkilau, sangat berharga. Hidup Raya sangat sempurna. Tanpa celah. Di anugerahi paras ayu bak sang dewi, penuh bakat, pintar, berprestasi, dan hidup di tengah keluarga cemara yang begi...
Tiga hari dua malam, Raya melakukan perjalanan bisnis ke negeri ginseng, Korea Selatan. Siang ini ia kembali, menjejak langkah di London Heathrow Airport.
Aurora menatap boss nya yang sejak kemarin nampak sekali sedang banyak tekanan, namun ia tak mau ikut campur dengan bertanya, alangkah baiknya jika Raya sendiri yang mau bercerita jika ingin.
"Bu boss, besok kita ada meeting sama tim stylist, gimana kalo hari besok bu boss libur aja, biar saya yang handle?" Aurora tidak tega melihat Raya yang hampir tidak terlihat waktu istirahatnya, bahkan selama di negeri ginseng sana Raya hanya fokus bekerja tanpa henti.
Raya menatap ke arah Aurora. "Kenapa lo ngomong gitu? " Tanya Raya informal.
Aurora menghela napas. "Gapapa kak, kalo aja lo capek?"
"Itu udah tugas gue Ra."
"Lo yakin?"
"Hm..."
"Oh gue bisa minta tolong ga?" Ujar Raya.
"Bisa, lo mau apa?"
"Gue butuh waktu buat healing sama refreshing hari ini, titip koper di apart."
"Oke, nanti gue taruh ke unit lo."
"Thanks."
"Gapapa kak, gue selalu ada. By the way, lo mau kemana?"
"Gereja."
"Perlu gue pesenin taksi?"
"Gak perlu, lo pulang dulu aja." Raya mempersilahkan taksi mereka untuk Aurora. Jika di luar kerjaan, Raya selalu menganggap Aurora sebagai adiknya, makanya terkadang mereka berbicara secara informal.
"Lo serius nih kak?" Sebelum taksi itu benar benar pergi, Aurora membuka kaca jendela bertanya dengan syara khawatir.
"Iya, duluan."
"Kalo ada apa apa lagsung hubungin, gue stand by."
"Hm, lo istirahat aja jangan khawatir."
~••••••••••••••~
Satu hari satu malam, Angkasa menghirup udara London, tetapi pemuda itu belum juga bertemu dengan sosok tujuannya.
Angkasa sempat menghampiri butik milik gadis itu, tetapi katanya gadis itu sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar.
Angkasa memutuskan menunggu sampai gadis itu pulang.
Entah sampai kapan dirinya menunggu kepulangan gadis itu, sore ini Angkasa sedikit menikmati berjalan jalan di sekitar Cathedral yang tak jauh dari lokasi hotelnya.
Baru saja berniat mengunjungi gereja itu, tuhan sudah mengabulkan keinginannya begitu cepat, tatkala pandang mata Angkasa menatap ke arah gadis ber coat hitam yang berdiri di seberang jalan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.