Enjoy reading....
•
•
•
Satu tembakan itu meluncur dengan bebas, di saat pistol yang tertodong pada Kara di dahului dengan Ash yang lebih dulu menembak dan mengenai bagian pundak dari Gerad dan berhasil membuat Dian terpaku sesaat, menatap pada suaminya yang kini bersimpuh darah, bahkan kedua anaknya pun menatap tak percaya ke arah papanya.
Mempertanyakan darimana asal peluru itu muncul, dimana penembak yang saat ini mengnai papa mereka? Itu membuat mereka tak sadar akan apa yang terjadi pada mereka saat ini dan kenapa mereka harus mengalami hal ini?
"Cukup berani anda menodongkan pistol pada saya tuan" angkuh Raka yang kini berjalan mendekat pada Gerad.
Bught!!
"Aaaaaa!!"
Suara tendangan dengan di iringi jeritan dari Dian kala Kara menendang tepat pada rahang Gerad yang membuat dia terjungkal ke belakang dengan rahang yang kini sudah mengeluarkan darah.
Deza yang seakan di beri lapang terbuka berjalan ke arah Dian dengan tajam.
"Apa yang akan kamu lakukan Deza?" Namun hanya keterdiaman Deza yang ia terima, berjalan perlahan dan membuat Dian dengan reflek mundur ke belakang untuk menghindari kontak langsung dengan Deza.
Brakt!!
Hingga pada akhirnya Dian menabrak meja yang terletak di belakangnya menatap panik ke arah Deza dengan raut wajah takut kala aura permusahan dengan tatapan tajam itu melayang ke arahnya.
"Berhenti Deza!!" Panik Dian kala langkah Deza semakin mendekatinya "apa kamu lupa siapa mamah? Ini mamah Deza ini Mama" ucapnya panik.
Deza mengeluarkan smirk nya yang terlihat menakutkan di mata Dian "oh hay mama" sapanya "lama tidak berjumpa" ucapnya kembali.
"Deza dengar-"
Plak!!
Tamparan itu berhasil mengenai wajah mulus Dian yang pada saat itu juga menoleh dengan sangat keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah "pantas saja mama suka sekali menampar ku, ternyata kenikmatan seperti ini yang mama rasakan" ucapnya.
"Berengsek!! Sialan lo Deza, berani lo nampar mama gua!!" Ucap Kael yang sudah berada di puncak kemarahannya, dia berjalan ke arah Deza dengan amarah siap melayangkan satu pukulan.
Bught!!
Brakkkkt!!
"Tunggulah giliran lo" ucap Deza yang lebih dulu menendang Kael sebelum pukulan itu mengenainya "tenang saja semuanya pasti dapet giliran kok, jadi sabar ajh ok" lanjutnya santai dengan di akhiri senyuman manis yang terlihat seperti seorang pshyco di mata mereka.
"Sialan!!"
Bught!!
Satu pukulan dari Tara tepat mengenai Deza dan itu berhasil membuatnya sedikit mundur "dasar anak gak tau diri" marah Tara.
Deza kembali menatap nyalang dengan amarah yang memburu dia kembali menyerang Tara, hingga perkelahian di antara mereka tak dapat terelakan.
Cukup memakan beberpa waktu saat pukulan demi pukulan turut Deza layangkan dengan serangan balik yang Tara lakukan.
Riyu yang melihat dari arah belakang hanya bersandar dengan tenang menonton tanpa mau ikut terlibat dengan apa yang mereka lakukan, ia cukup yakin dengan kemampuan Deza, karena beberpa pelatihan darinya hanya memperlancar gerakannya saja, karena Deza yang memang sudah menguasai beberpa inti dasar bela diri.
Sreakkk
Brakt!!
Tara terlempar hingga tubuhnya menabrak lemari berkas yang kini sudah rusak hingga membuat kertas-kertas di dalamnya berhamburan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
Teen FictionAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)