Selamat membaca!
Aca kembali ke ruang tengah menemui Bima, karna Juna ingin bertanya pada Bima kemana ia akan mengajak Aca keluar. Dengan raut wajah yang sedikit lesu Aca memanggil sang abang, "Bang bima.''
Dan Bima langsung menoleh ke belakang, "Papa bilang apa?"
"Gak boleh temanan sama Aisyah, papa gak mau kasih tau alasannya." jawab Aca.
"Yauda nurut aja,"
"Tapi kan Aca perlu tau alasannya bang."
"Alasan untuk apa?"
"Ya untuk Aca bang, nanti malah Aisyah yang nanya kenapa Aca tiba tiba jauhin dia."
"Jadi kamu gak mau nurut?" pertanyaan yang langsung membuat Aca menegang menandakan ia tidak boleh lagi menolak keputusan Juna.
"Tapi --
"Gak mau nurut?"
"Bukannya gak mau bang,"
"Trus apa? Biar abang bilang ke papa kalo kamu tetap gak mau nurut. Lebih pentingkan orang lain daripada keluarga sendiri. Itu yang ngomong papa kandung kamu loh, entah apa yang papa ketahui tentang dia daripada kamu ketahui. Udah lah Ca, kalo emang Aisyah itu orang baik pasti dia lebih nerima keputusan papa. Dan kasih saran kamu untuk nurut aja sama orang tua. Bukan malah kayak Ningning itu ngajarin kamu ngelawan kita."
"Iyaa bang,"
"Paham kamu yang abang omongin?"
"Paham."
"Jelasin apa yang kamu pahami!"
"Papa tau apa yang terbaik buat Aca, bisa jadi papa lebih tau pada Aisyah daripada Aca ketahui. Makanya papa bilang untuk Aca jauhi Aisyah dulu. Dan Aisyah kalo baik pasti dia kasih saran Aca untuk nurut sama papa."
"Pinter kamu,"
"Iyaa,"
"Jadi gimana?"
"Iyaa besok Aca kasih Aisyah untuk sementara ini kita gak bisa berteman dulu."
"Mantap,"
"Iyaa,"
"Sedih yaa Ca?" tiba tiba Cakra ikut dalam pembicaraan.
"Sedikit," balas Aca.
"Yaudah temanan sama kita aja, dan lagian kamu respon Aisyah baik dan beneran baik orangnya pasti papa izinkan lagi kalian berteman kok."
"Iyaa bang cakra tapi emang Aisyah baik kok. Dia selalu bilang untuk Aca gak boleh ngelawan orang tua. Kayak kemarin itu kan Aca mau main ke pesantrennya buya Aisyah tapi belum izin ke papa dan Aisyah bilang harus izin dulu baru Aisyah mau ajak. Jangan sepelein izin dari orang tua."
"Nah itu, kalo baik yaa nanti ayah bakal izinkan kamu temanan sama dia lagi kok. Percaya aja sama papa."
"Iyaa~ oh iyaa bang bima dipanggil papa." ucap Aca.
"Karna apa?" tanya Bima.
"Ya kan bang bima mau ajak Aca keluar malam ini jadi papa nanya mau kemana gitu."
"Heh kapan abang ajaknya malam ini? Abang bilang kalo kamu udah nurut untuk homeschooling baru abang ajak jalan."
"Lah bukan malam ini?"
"Enggak lah Ca mana mungkin abang ajak keluarnya malam. Palingan abang ajak siang trus pulangnya bisa sampai malam. Bukan malah perginya dari malam."
"Yahh~
"Kamu bilang ke papa kalo abang ajak nya malam ini?"
"Iyaa gitu,"
"Wajar papa tanya mau kemana karna ini udah malam juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Salsabila🌻
Genç KurguAku yang selalu saja berada lingkup keluarga yang bisa dibilang toxic. Papa yang selalu mengurungku dalam rantai yang diciptakannya. Semua kegiatan yang akan aku lakukan harus seizin papa dulu. Aturannya yang begitu banyak menuntutku harus tunduk d...
