38

1.2K 120 19
                                        

Di sana berdiri seorang lelaki dengan hoodie gelapnya. Hari mulai menggelap, namun ia tetap gigih tak beralih dari tempat itu. Tempat yang gelap nan usang, hanya ditemani lampu neon yang terus berkedip lemah. Dia, Alkan..

Menunggu Kelly yang seharusnya sudah datang, tapi gadis itu terlalu lambat untuk sampai. Yah, mereka telah berjanji akan bertemu, tadi sore keduanya telah sepakat untuk saling membantu.

Alkan sangat memerlukan buku itu, dia ingin kembali ketempat asalnya. Tempat dimana semuanya nyata, bukan seperti tempat ini yang masih terasa seperti imajinasi untuknya. Dengan adanya buku itu semuanya akan jelas, ia akan tau siapa yang harus disingkirkan agar alur novel di buku itu kembali seperti semula. Setelah semuanya selesai barulah ia bisa keluar dari tempat tak jelas ini.

Dikala Alkan tengelam dalam lamunannya, langkah pelan dari kaki seorang gadis mulai terdengar. Hingga pada akhirnya langkah itu tepat terhenti di hadapannya. Mata mereka bertemu, dalam hati keduanya menerka-nerka apakah keputusan yang telah diambil akan menguntungkan nantinya.

Dengan wajah yang tak ekspresif itu, Alkan memulai pembicaraan, "jadi, lu udah bawa buku itu sekarang?"

Kelly, tatapannya masih saja keras kepala dan penuh ego. Namun berbeda dengan raut wajahnya yang terlihat lelah serta kacau.

"Gua... aslinya gak tau ini buka apaan" ucap Kelly sembari menyodorkan buku novel tersebut

"Lu serius mau main-main sekarang?" Suara itu sedikit ditinggikan, lalu perlahan Alkan melangkahkan kakinya sehingga hanya menyisakan sejengkal jarak saja

Gadis itu mundur selangkah demi selangkah, namun siapa sangka punggungnya malah menabrak rak yang berada di gudang terbengkalai tersebut.

"A-ambil dan lihat sendiri, meski gua gak tau ini buku apaan tapi seperti yang gua bilang tadi sore. Di dalam sini seperti telah tertulis takdir" ujar Kelly dengan sedikit gemetar karena intimidasi dari tatapan lelaki di depannya itu

Buku dengan sampul hitam pekat tersebut kemudian beralih tangan. Ketika halaman pertama di buka, tampak jelas judul yang tertera di sana. Judul itu sangat mirip, ah tidak bukan hanya mirip namun 'sama' dengan judul novel yang Alkan baca. Yah novel yang sama yang telah menyeret dirinya untuk terlibat drama konyol ini.

Lembar perlembar telah berganti, Alkan membaca sekilas dengan cepat...

'gak... gakkk, kenapa? Kenapa isi nya berbeda dengan apa yang pernah gua baca?'

Mata pemuda itu sedikit terbelalak, cerita alur novel itu telah berubah seluruhnya. Konyolnya lagi, isi novel itu berganti dengan setiap kejadian yang kini telah dialami. Mulai dari Kelly yang datang lebih awal sebagai murid baru, atau tragedi ketika Sagara selamat setelah hampir tenggelam ke dalam danau.

"Kenapa isi bukunya seperti ini? Lu ngakal-akalin gua dengan nulis semua peristiw-"

"Lu gila! Mana mau gua repot-repot ngelakuin itu Al! Ini mungkin gak masuk akal tapi lu harus denger hal ini juga" ujar Kelly yang seketika memotong ucapan penuh tuduhan yang mengarah padanya

Dengan mata yang tertuju pada Alkan, gadis itu mulai berkata, "Buku itu... buku sialan yang bisa mengabadikan masa lalu serta mencatat masa depan"

Kelly, gadis itu merebut buku yang tengah dipegang Alkan. Jemarinya membuka lembaran di dalam buku sampai terhenti pada 5 lembar terakhir. Lembar itu bertuliskan tinta merah dan goresan tinta itulah juga yang telah membakar lembar tersebut sampai hanya tersisa setengahnya.

"Lembar ini terbakar, lu tau ini karena apa?" Ujar gadis itu dengan tangan yang meraba sisa lembaran yang telah terbakar

Alkan hanya menggelengkan kepalanya pelan. Kelly dengan yakin kemudian berucap, "halaman yang bertuliskan dengan tinta merah selalu membawa pertanda buruk, ketika halaman tersebut terbakar berarti salah satu dari nama yang tercantum di sana akan tiada"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 01, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Help a Rich BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang