Hidangan ayam betutu benar-benar ada malam ini. Sherin bilang Regan meminta untuk dibelikan satu ekor ayam betutu untuk makan malam bersama. Raya duduk di samping Regan dan berhadapan langsung dengan Sherin. Sejauh perkenalan ringan ini ia tidak melihat keberadaan suami Sherin, namun sungkan juga jika harus menanyakannya terlebih dahulu.
"A Bara mana, teh?" akhirnya pertanyaan Raya sudah diwakilkan oleh Regan.
"Ke apotik bentar, kalian mau makan sekarang apa tunggu Bara?"
"Tunggu aja lah teh, biar rame-rame."
"Nah panjang umur, dateng orangnya." Seru Sherin saat mendengar suara dari arah pintu masuk.
"Wess... Tamunya udah dateng nih?" Sapa pria yang baru saja menghampiri ruang makan. Regan berdiri menyambut pria itu, Raya tentu melakukan hal yang sama.
"Bro, selamat pernikahannya, sorry ga dateng, salah lo juga ngabarin dadakan. Dipikir abdi negara bisa cuti kapan aja?"
"Iya dah, emang negara lebih penting dari gue. Kenalan dulu sama bini gue."
"By bini katanya by? Gaya bener ni bocah." Seru pria itu pada sang istri lalu beralih pada Raya.
"Raya, A" sapa Raya mengulurkan tangannya terlebih dahulu.
"Bara, Suaminya Sherin. Ayo duduk-duduk kita ngobrol sambil makan. Eksklusif banget ya By tiba-tiba kedatengan adek ipar."
"Makanya, tau gitu aku masak loh. Raya maaf ya ini makanannya kita beli, soalnya si Regan ngabarinnya dadakan banget."
"Gapapa, Teh. Maaf juga aku gak bawa apa-apa soalnya Regan gak bilang mau ajak aku ke sini." Raya benar-benar tidak enak, jika tahu akan bertemu sepupu Regan mungkin ia akan membeli sesuatu di jalan tadi sebagai tanda salam perkenalannya.
"Aman, Ray. Parah banget laki lo ga ngasih tau mau ke sini?"
"Asli, Teh, aku tanya berapa kali di jalan juga gak dijawab."
Regan menoleh ke arah Raya "Kan aku bilang makan ayam betutu."
Aku? Raya sedikit terkejut, namun ia langsung tersadar di depan mereka ini keluarga Regan. Sandiwara dimulai rupanya.
"Tapi gak bilang mau ketemu Teh Sherin."
sepasang suami istri yang sedang memperhatikam mereka ikut terkekeh. "Gak nyangka ya, By, si bokem ini udah nikah aja."
"Ya kan, Mas, nih anak yang paling berisik tiba-tiba punya istri. Kamu harus tau, Ray, Regan tuh kan cucu terakhir ya, dia tuh paling berisik di antara Aku, Shella, sama Juna. Mana umurnya juga paling jauh, kita bertiga cuma beda dua tahun, lah aku sama si bocah ini beda tujuh tahun, Ray. Bayangin kita bertiga udah remaja disuruh jagain nih bocil, mana berisik banget lagi."
"Oh ya? Pasti dia ngoceh kalo lagi ada yang dia mau? Atau ngomel kalo gak sesuai sama yang dia mau?"
"Iya banget, Raya, kamu pasti tertekan banget ya ngadepin itu sekarang? Aku tau nikah sama Regan itu berat banget, sabar yaaa."
"Teh, aku gak seburuk itu...." wajah datar Regan mengundang tawa hingga memenuhi seisi ruangan.
"Ayo Raya makan dulu." Seru Bara sembari membuka bungkus makanan di depannya.
"Iya Ray, ini ayam betutunya enak. Kamu udah coba ayam betutu belum?"
"Belum sih, Teh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Kahim
FanfictionRaisa Faradina Yasmin terpaksa menikah dengan Ketua Himpunannya, Regan Adya Putra Wirawan karena perjodohan kedua orang tuanya. Keduanya sama sama memiliki hubungan dengan orang lain, sehingga mereka sepakat untuk menyembunykan pernikahannya. Lalu...
