31. One Fine Day

398 8 16
                                        

"Kita harus tetep temenan ya habis ini, pliss kabarin gue terus."

"Aaaaa iya Rayaa, kamu juga kalo mau curhat plis ke aku ajaaa."

"Iyaaaa. Kalo lo main ke Jakarta plis kabarin gue."

Gemini melepas pelukan mereka, menatap Raya sendu. "Kalo kamu mau liburan pliss ke Balikpapan aja. Ya gak ada yang menarik sih di sana selain Gemini."

"Hahahaha. Siap, atur aja pertemuan berikutnya, ato ambil tengah-tengah deh."

"Bisa tuh, Jogja gitu yak."

"Bisa hahaha. Ya udah tuh ditungguin si Ojun." Raya mendekat lalu berbisik "Kabarin kalo kalian jadian."

Gemini membalasnya dengan tepukan pelan di lengan Raya. "Yang harusnya bilang tuh aku, kabarin kalo kamu sama Regan udah jadi pasutri real no case no face yang bukan cuma status doang."

"Hahaha doain yang terbaik aja, Gem."

"Selalu. Gatau pokoknya aku yakin banget kalian itu jodoh. Awas aja kalo pisah aku marah banget." Raya mengangguk dan tersenyum kecil. Ia sangat bersyukur dipertemukan dengan Gemini. Karena apa yang tidak bisa ia bagi pada siapapun, kini bisa ia bagi pada Gemini. Sayangnya pertemanan mereka harus terpisah oleh jarak.

"Jun. Jagain temen gue ya, awas aja nih anak kalo disakitin." Ucap Raya sembari merangkul Gemini.

"Aman, Ray." sahutnya mengacungkan jempol.

Gemini tidak mau kalah, ia melepaskan dirinya dari Raya lalu mendekati Regan, menepuk lengan laki-laki itu sedikit keras hingga si empunya meringis.

"Kamu ya, Regan. Kamu harus jagain sahabat aku, jangan dipermainkan, jangan terlalu lama ambil keputusan, aku gak mau kalo nantinya bakal ngerugiin Raya. Pokoknya kalian harus berjodoh harus bahagia selamanya!" Gemini menyampaikan pesannya dengan serius, ia menajamkan matanya hanya untuk meyakinkan Regan bahwa pesannya ini tidak boleh diabaikan.

"Iya. Makasih udah mau jadi temen dia, semoga lo jadi satu-satunya orang yang bisa dia ceritain apa yang gak bisa dia ceritain ke orang lain, termasuk gue."

Regan dan Raya melambaikan tangan saat mobil yang membawa temannya mulai meninggalkan penginapan. Selama berteman dengan Gemini, tidak ada sedikitpun rasa ketakutan dalam diri Raya seperti sebelumnya. Ia memang bisa bercanda dan tertawa bersama Sersha dan Aura, namun tetap saja rasa sesak menyelimuti dadanya. Tapi saat bersama Gemini, ia sempat melupakan ketakutan itu, dan menikmati perasaan senangnya selama di pulau ini.

"Ray? Udah jangan sedih, kan nanti bisa vidio call-an. Yuk, mobil kita udah datang."

Raya tersadar dari lamunannya. Dilihatnya taksi online yang sebelumnya dipesan Regan berhenti tepat di depannya. Raya dan Regan memang tidak pulang hari ini, tapi mereka harus meninggalkan penginapan ini, pindah ke penginapan lain agar lebih nyaman. Tadinya, Alfi dan Hamin juga pulang besok, tapi ada hal mendesak di himpunan mereka yang mengharuskan mereka reschedule penerbangan hari ini. Hal ini juga yang disyukuri Regan dalam hati laki-laki itu. Karena ia bisa menghabiskan waktunya dengan Raya tanpa takut membuat kedua temannya curiga.

Raya berjalan di belakang Regan. Laki-laki itu menyeret dua koper menghampiri meja resepsionis penginapan baru mereka. Penginapan kali ini sebuah villa yang dipilih langsung oleh Regan karena katanya ia memilih lokasi yang strategis dekat dengan pusat wisata.

"Selamat pagi, dengan Riri ada yang bisa dibantu?"

"Mba, saya mau check in, ini kode bookingnya." Regan memperlihatkan bukti pesanan di ponselnya. Wanita itu langsung memeriksanya.

"Boleh saya pinjam KTPnya?" Regan menyerahkannya.

Raya mendekati Regan dan berbisik. "Lo pesen yang berapa kamar?" sayangnya Regan tidak menjawabnya. Hal itu membuat Raya kesal.

Married With KahimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang