26. His Promise

384 9 5
                                        

"Lo beneran gak perlu ke dokter?" Tanya Sersha di sebrang sana, Raya menanggapi dengan kekehan pelan. Sudah dua hari ia diizinkan untuk tidak masuk forum, menurut informasi dari Gemini, kasus tim Egra yang tiba-tiba datang di luar daftar peserta kongres sudah diusut di dalam forum, keputusannya hari ini apakah tim mereka akan didiskualifikasi atau tidak.

Sersha mendapatkan kabar dari Regan jika temannya sedang sakit dan beristirahat di kamar, saat itu juga ia menghubungi Raya untuk memastikannya secara langsung melalui panggilan vidio.

"Gue cuma asam lambung, sama gak enak badan biasa, besok juga sembuh."

"Homesick kali lo, Ray. Gak biasanya banget asam lambung."

"Iyakan? Gue rasa juga gitu. Lo pada kegiatan apa hari ini?"

"Kita mau ke sekolah SMA, sosialisasi jurusan kampus, sekalian promosi biasalah."

"SMAnya jadi yang jauh itu?"

"Iya, deket perbatasan. Makanya jam segini udah siap. Capek banget gue yang tiba-tiba jadi Emak buat anak-anak hima."

Raya dibuat tertawa "Serius? Pada susah diatur apa gimana?"

"Bukan, lebih ke susah dibangunin aja mereka tuh. Sok iye banget bikin rundown jam 7 udah mulai, realisasinya jam 7 pada baru melek. Ga bisa banget bikin gue gak ngomel tiap pagi."

"Lah, lo kan emang emaknya anak-anak hima." sahut Raya diiringi tawa.

"Elo gak sih? Tiap lo negur mereka langsung kicep semua." Ledek Sersha di sebrang sana, pasalnya jika Raya mode serius tidak ada yang berani membantahnya–ah kecuali Regan, yang berakhir dengan perdebatan di antara keduanya.

"Nggak, mereka tuh lebih ga mau ambil pusing aja."

"Iya soalnya liat lo sama Regan debat aja udah pusingin banget, Ray. Gue curiga lo berdua debat juga di sana."

"Lo harus tau sih, Regan di sini kayak bukan dirinya, ga ada tuh Regan yang suka berargumen, kicep dia diem mulu." Tawa Raya pecah mengingat sikap Regan di forum hari pertama yang tidak berpendapan sekalipun.

"Serius? Bisa juga dia gak berkomentar?" Sersha menanggapinya serupa.

"Kicep, Sa. Gue ledekin mampus sampe asem mukanya."

"Hahaha Trus apa katanya?"

"Forum gede gini ga bisa asal berargumen. Harus disimak dulu baik-baik."

"Padahal biasanya argumen dulu baru nyimak haha."

"Hahaha lo ya yang ngomong ya bukan gue."

"Paham gue, Regan mode kahim tuh emang nyebelin. Kadang pengen gue jewer telinganya."

Baru aja menjadi topik obrolan, yang menjadi topik muncul di pop up layar handphone Raya. "Gue pengen gue lakban mulutnya– eh Sa, gue tadi pesen makanan, kurirnya udah di depan, gue matiin dulu ya."

"Oh oke, Ray, ini gue mau siap-siap juga. Kabarin terus kondisi lo ya. Masa di Bali sakit, Ray haha."

"Iyakan, emang udah perlu pantai ini mah, tp field trip masih lama. Ya udah, Sa, gue tutup bye."

Regan Kahim

Regan
Gue pesen makanan, kurirnya udah di depan. Ambil

Buat gue??

Regan
Buat Ehsan

Raya hanya menyunggingkan bibir kirinya tanpa membalas pesan Regan. Ia turun ke lantai satu untuk mengambil pesanan, lalu kembali ke kamarnya.

Married With KahimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang