22. Hello Bali (2)

357 5 1
                                        

"Kak Raya nanti sekamar bertiga ya, ada dari wilayah Kalimantan sama Jawa Barat, tapi yang dari Jawa Barat ini datangnya belakangan, jadi Kakak sekamar berdua dulu." Jelas Elma selama berjalan mengantar Raya menuju kamarnya. Beberapa kali Raya meyakini dirinya dalam hati bahwa dia bisa berinteraksi dengan nyaman bersama teman sekamarya. Kadang kala Raya merasa sulit untuk berinteraksi dengan orang yang baru ia kenal. Namun sejauh ini, Malik selalu membantunya untuk percaya diri berinteraksi dengan orang baru, terlebih semenjak menjadi sekretaris hima, ia berusaha agar menjadi orang yang mudah bergaul dengan siapapun. 

"Aman, El. Makasih ya."

"Sama-sama, Kak. Kalo perlu sesuatu hubungi aku aja, aku ada di grup kongres wilayah Kak Raya kok."

"Siap. Kalo gitu aku masuk dulu ya." Elma berpamitan setelah mengantarkan Raya ke depan kamarnya. Kata Elma peserta dari Kalimantan yang sekamar dengannya sudah datang, dengan begitu Raya langsung mengetuk kamarnya.

Pintu dibuka, menampilkan gadis dengan tinggi badan sama dengannya, rambut sebahu, dan berkacamata. Gadis itu menyambut Raya dengan penuh antusias, Raya sedikit lega, teman sekamarnya bukan tipe gadis kaku yang sulit didekati.

"Hai? Akhirnya ada juga temenku. Ayo masuk." Ajaknya pada Raya sembari membantu Raya mendorong kopernya masuk. Lalu menutup pintu.

"Aku Gemini, Panggil aja Gemi." Sapanya dengan uluran tangan. Raya menyambutnya dengan baik.

"Namaku Raisa sih, tapi biasa dipanggil Raya, jadi Raya aja. Btw, namamu unik banget? Pasti lahir bulan Mei atau Juni ya?" 

Gadis itu tertawa, menuntun raya untuk duduk di pinggir kasur. "Banyak orang jawab itu, tapi semuanya salah."

"Oh ya? Gue pikir karena lo zodiak Gemini."

"Sebenernya karena aku kembar sih." kekehnya. Hampir tidak terpikirkan oleh Raya bahwa arti dari zodiak Gemini adalah kembar. Raya ikut tertawa setelah menyadari hal itu.

"Sumpah gue gak kepikirian kalo Gemini artinya kembar."

"Tebak zodiakku apa."

"Eum- bukan Gemini kan pasti, yang mendekati apa ya? Taurus?"

"Aku Libra." Jawabnya sembari tertawa.

"Jauh banget ya... Kembaranmu namanya siapa dong?"

"Gemina, Hahahahaha." Raya tertawa. Ia seperti baru saja mendapatkan kejutan tak terduga.

"Orang kalo tau nama kamu Raisa apa gak disuruh nyanyi, Ray?"

"Ih sumpah, aku bahkan tadi baru ketemu korwil aku, pas dia tau namaku Raisa malah disuruh nyanyi. Terus dia manggil aku Raisa bukan Raya lagi."

"Hahahaha. Oh iya, kamu mau istirahat dulu kah? Capek kan pasti."

"Gak, kok, Gem, Gue tidur di pesawat, gak ngantuk juga, paling beres-beres bentar."

"Mau ku bantu kah? Lemarinya luas, barangku dikit juga."

"Gapapa, Gem, lo kalo mau istirahat, istirahat aja."

"Aku udah bosen rebahan dari pagi, Ray."

"Kapan sampe emang?"

"Pagi, aku belum kemana-mana dari datang, ga punya temen."

"Loh? kamu ke sini sama siapa emang? Tim wilayah ada kan?"

"Sama kadep humas, dia cowok, dari wilayahku aku doang ceweknya."

"Oalah, aku juga sama kahimku sih, dari wilayahku baru dateng 2 kampus, dan ya sama aku sendiri ceweknya."

Gemini terkekeh, ia mendudukkan dirinya di kursi menghadap ke Raya yang bergulat dengan kopernya. "Kamu lucu tau kadang pake aku-kamu kadang pake lo-gue." Raya menghentikan kegiatannya, ia tertawa baru sadar bahasanya berubah-ubah.

Married With KahimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang