Raya tersenyum lebar sembari menenteng kantongan plastik saat Gemini membukakan pintu untuknya. Gemini hanya menggelengkan kepalanya, dilihat dari wajah temannya sepertinya suasana hatinya sedang bagus, terbukti juga teng-tengan yang ia tidak tahu itu apa isinya tapi ia yakin Raya membelinya dengan sengaja. Setelah mengetahui rahasia teman barunya itu, Gemini sedikit prihatin pada Raya, ia bahkan tahu jelas seberat apa beban yang gadis itu sembunyikan dibalik senyum manisnya.
"Aman kan?" tanya Raya sembari mengintip ke belakang Gemini.
"Aman. Ayo siap-siap."
Raya masuk kamar diikuti Gemini. Di dalam sana Gaby sudah berpakaian rapi sedang menata rambutnya. "Gess, gue bawa jajanan pasar nih, buat ganjel perut."
"Rajin banget kamu ke pasar pagi-pagi?"
"Hehe sekalian lewat kok. Ayok masih anget nih."
"Kak Raya, punya keluarga di Bali?" Tanya Gaby meninggalkan kegiatannya untuk menghampiri Raya.
Raya melirik sebentar ke arah Gemini, sudah pasti itu adalah cerita Gemini guna menyelamatkannya.
"Iya, Kakak Iparku sih."
"Kak Regan tidur tempatmu juga dong?"
"Eum–bukannya dia balik tadi malem?"
"Oh ya? Aku gak tau, ku pikir ikut nginep di tempat keluarganya Kakak, aku tanya Kak Gemi juga gak tau."
"Ya ngapain aku tau sih, Gab, aku gak seakrab itu sama Regan, gak penting juga buat aku kan hahaha."
Raya tertawa kecut mendengar jawaban Gemini, sepertinya ada cerita yang ia lewatkan tadi malam.
"Yang ijo ini enak, Gab, cobain deh." Raya mengalihkan pembicaraan agar Gaby tidak membahasnya lagi, dilihat dari gelagatnya di hari pertama lalu diperkuat dengan hari ini, Raya yakin Gaby menyukai Regan. Jika sudah seperti ini ia tahu selanjutnya gadis itu minta dikenalkan dengan Regan. Raya akui Gaby memiliki paras yang cantik untuk standar perempuan feminim, dengan rambut hitam panjang lebat, ia juga sering sekali memakai hiasan rambut. Namun sayangnya di situasi seperti ini, Raya tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, takut ia dan Regan menyakiti lebih banyak orang lagi.
***
Forum kali ini sedikit lebih santai dibandingkan hari pertama, Raya bahkan bisa duduk bersebelahan dengan Gemini dan teman-teman perempuan lain dari wilayah yang berbeda. Tentu tidak jauh dari Regan, laki-laki itu satu tangga di bawah Raya tepat di kursi depan Raya.
Forum dimulai dari pemilihan koordinator isu, terlihat sejauh ini forum masih tertib, peserta berdiskusi dengan penuh gagasan dengan bahasa politik yang tidak Raya pahami. Raya jadi penasaran, saat ia tidak hadir di pembahasan AD/ART apakah Regan ikut berpendapat atau tidak. Jika tidak dan andaikan Raya ada di sana, ingin sekali rasanya meroasting Regan hingga ke himpunan. Seketika Raya teringat sesuatu, ia memajukan tubuhnya mendekat ke arah Regan, menepuk pundak laki-laki itu.
"Lo jadi nyalonin diri jadi korwil?"
Regan menoleh "Gue gak nyalonin diri, tapi ditunjuk."
"Udah diskusi sama anak-anak?"
"Udah, kemaren malem gue telpon Gio pas mereka briefing."
"Kok gue gak diajak?"
"Lo kan tidur."
"Ya bangunin lah!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Kahim
FanficRaisa Faradina Yasmin terpaksa menikah dengan Ketua Himpunannya, Regan Adya Putra Wirawan karena perjodohan kedua orang tuanya. Keduanya sama sama memiliki hubungan dengan orang lain, sehingga mereka sepakat untuk menyembunykan pernikahannya. Lalu...
