30. Love Bombing?

330 7 21
                                        

Seluruh peserta sudah berbaris di depan Bus Pariwisata yang akan membawa mereka wisata di pulau Dewata. Degan kaos putih bertulisan tema dan jargon kongres kali ini yang sudah disiapkan panitia, Raya memakai celana jeans panjang dan sepatu ketsnya, sama halnya dengan Regan memakai celana panjang yang sudah disiapkan Raya saat itu. Ia hanya memakai topi sebagai tambahan, untuk peralatan seperti dompet dan handphone ia titipkan di ransel kecil Raya. Gadis itu sempat menggerutu karena harus merelakan beberapa barang yang tidak jadi ia bawa. Raya masih asik bergandengan tangan dengan Gemini dan Gaby sambil menunggu urutan masuk Bus.

"Duduknya ikuti intruksi panitia ya kawan-kawan, jangan ada yang duduk sembarangan atau pindah ke bis lain."

Semangat Raya berkurang karena ia harus berpisah dengan Gemini, dengan berat hati ia melepaskan tangan Gemini untuk masuk ke Bus duluan. Niat hati duduk bersama Gemini, kini Raya malah duduk di samping Regan.

"Keliatan banget gak sukanya gue di sini." sindir Regan mendaratkan bokongnya di samping Raya.

"Jelas, gue mau sama Gemini."

"Bentar doang kepisahnya, ntar di sana tangan kalian mau diborgol berdua juga gapapa." ucap Regan yang dibalas lirikan tajam dari Raya.

"Kalian baru kenal tapi udah kayak temen lama ya."

"Iya! Dia itu unik, baik banget, gampang berbaur juga, ketemu gue yang masih takut buat akrabin diri duluan, gue banyak kebantu."

"Lo pasti udah overthinking kan dari sebelum berangkat."

"Iya. Gue takut dapet temen sekamar yang sejenis gue, makin susah buat temenan."

"Tapi lo kalo udah kenal gak sekaku itu. Seru kok."

"Emang. Cuma kadang gue ragu aja buat sksd duluan."

"Chill aja, percaya kalo lo layak berteman sama siapapun."

Jika Raya tidak salah melihat, laki-laki itu tersenyum kecil setelah mengatakan dirinya layak berteman dengan siapapun. Raya hanya mengangguk tanpa menjawab lagi. Namun, hatinya sedikit menghangat.

Mereka sampai di destinasi wisata pertama. Argo wisata yang masih lekat dengan budaya aslinya. Sebenarnya tempat ini seperti pedesaan pada umumnya, hanya saja masyarakat setempat masih melestarikan budaya tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Menariknya, desa ini memiliki khas adat, budaya, dan wisata secara bersamaan hingga dinobatkan UNESCO sebagai desa adat paling bersih di dunia.

Untuk merasakan langsung keasriannya, Raya, Regan, dan peserta yang lain turut berganti pakaian menggunakan pakaian adat setempat. Raya memilih atasan kebaya putih, kain Kamen yang membalut bagian bawahnya, serta selendang merah yang senada dengan kain Kamennya. Raya cukup terkejut seletah berganti pakaian, karena ternyata kain Kamen yang digunakan Regan hampir mirip dengan miliknya, hanya saja milik Regan sedikit lebih gelap.

"Bisa serasi gitu ya, Pak, Bu, janjian apa gimana?" Ledek Gemini.

"Dia nih ikut-ikutan."

"Apaan orang gue selesai duluan." Bela Regan tidak mau kalah.

"Emang susah kalo udah sehati tuh ya."

"Gem, please deh....."

"Ray bentar jepit lo mau jatoh."

Raya diam saat Regan mengambil jepit rambut bunga kaboja di sisi rambutnya. Raya pikir Regan hanya mengambilkan jepitnya saja, tapi ternyata laki-laki itu memasangkan kembali di sisi rambutnya. Beberapa hari ini sikap Regan benar-benar berbeda, ia bisa merasakan sikap laki-laki itu seperti sedang mendekatinya. Raya tidak mau memikirkannya, tapi seketika ucapan Regan saat sunrise di pantai cukup mengusik hatinya. Ia sedikit menjauhkan kepalanya dari tangan Regan, tidak ingin membuat kesalah pahaman di mata Alfi.

Married With KahimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang