37. Dua Langkah Semakin Dekat

539 20 10
                                        

Suasana kafe sore itu cukup ramai, namun tidak bising. Aroma kopi bercampur suara hujan kecil di luar jendela membuat meja pojok tempat mereka duduk terasa lebih hangat dari biasanya.

Raya menopang dagu dengan malas sambil mengaduk minumannya pelan. Sedangkan di depannya, Sersha terlihat sedang sibuk dengan ponselnya sejak tadi.

Ekspresinya sangat serius hingga ia menyimpan ponselnya di atas meja, lalu menatap kedua temannya.

"Gue ngerasa Regan berubah."

Aura yang duduk di samping Raya langsung menoleh cepat. "Hah gimana?" Raya melakukan hal yang sama.

Sersha mengangkat bahu kecil. "Ya beda dari biasanya. Apa dia selingkuh ya?"

Raya yang tadinya santai langsung tersedak minumannya sendiri.

"Kok lo mikir gitu?" tanya Aura cepat.

Sersha menghela napas kecil. "Tapi gak mungkin gak sih kalo selingkuh? Lagi banyak pikiran kali?" Seru Aura mencoba menenangkan temannya.

Sersha ikut berpikir beberapa sejenak. "Iya sih..." gumamnya pelan. "Tapi belakangan ini aneh aja, jarang telponan, alasannya kalo gak kumpul sama seniornya ya tidur. Padahal biasanya sebelum tidur telponan dulu."

Raya diam. Tangannya perlahan mengepal di bawah meja. Obrolan ini membuat jantungnya berdegup lebih cepat.

"Kalo chat?" tanya Aura lagi, penasaran.

"Nah kita tuh jarang chat." jawab Sersha sambil terkekeh hambar. "Kalo chat ya kebanyakan slow respon. Lebih sering telponan atau ketemu sih."

Aura mengangguk pelan. "Dia ada deket sama cewek gak di Bali, Ray?" Lalu menoleh menatap Raya.

Mendengar namanya disebut, Raya langsung tersentak. "Hah? Gak ada deh kayaknya..." jawabnya hati-hati. "Ada sih yang naksir, cuma gak digubris."

Itu fakta. Raya beberapa kali lihat sendiri perempuan-perempuan yang mencoba mendekati Regan di Bali. Namun laki-laki itu memang tidak pernah memberi celah.

Aura langsung menyandarkan tubuhnya ke kursi lagi. "Kan. Kayaknya kalo selingkuh tuh gak mungkin."

"Ya mungkin-mungkin aja gak sih, Ra?" Sersha mendengus kecil. "Namanya juga laki-laki."

"Tapi dia tuh kayaknya deket sama cewek aja susah?" Aura tertawa kecil. "Kayak pas pdkt sama lo, gak keliatan banget tiba-tiba jadi aja."

Sersha langsung menunjuk Aura sambil tertawa. "Nah itu! Pergerakan bawah tanah dia tuh."

Raya ikut tertawa kecil, meski dalam hati semakin tidak tenang.

"Tapi dia punya mantan gak sih, Sa?" tanya Aura lagi.

Sersha langsung menggeleng santai. "Gak." jawabnya. "Dia baru pertama kali pacaran."

"Payah banget." tambahnya sambil terkekeh.

Aura langsung membelalak dramatis. "Anjir jadi lo pacar pertamanya?"

"Iya." jawab Sersha santai sambil menyeruput minumannya. "Tapi bukan cinta pertamanya."

Aura terlihat jauh lebih heboh. "Cinta pertamanya siapa emang? Gagal?"

Sersha terkekeh kecil. "Kalo gak gagal gak sama gue sekarang, Ra."

"Tapi lo tau?"

"Tau lah."

"Siapa?"

Sersha menyeringai jahil. "Rahasia."

Aura langsung protes keras. "Gak seru lo! Gebetan deh, pernah gak punya gebetan?"

"Pernah itu."

"Siapa?"

Married With KahimCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang