Sementara hari mulai mendekati tahun baru, keinginan orang untuk berbelanja pun meningkat. Lampu-lampu jalanan kini mulai diselimuti dengan lampion-lampion merah, dan supermarket mulai memajang semua barang bernuansa merah mereka.
Lisa selalu menganggap kalau nenek moyang negara mereka ternyata cukup bijaksana karena mereka mempunyai pikiran untuk melawan dinginnya salju menggunakan dekorasi bertema warna api.
"Apa kita benar-benar hanya akan membawakan ini?" Eunwoo melihat trolley belanjaannya dengan gelisah.
Mempersiapkan kunjungannya ke rumah mertua, Eunwoo mengajak Lisa untuk pergi ke supermarket dekat rumah untuk membelikan beberapa hadiah tahun baru.
"Tidak perlu khawatir. Satu-satunya hobi ayahku adalah merokok dan minum alkohol."
Setelah Lisa mengatakan ini, Eunwoo menunjuk ke barang-barang yang mereka beli dan dengan tegas mengingatkan, "Kau tidak diijinkan untuk mempelajari hobinya itu."
Melihat trolley belanja mereka lagi, Eunwoo kembali berkomentar, "Tetap saja, barang-barang ini terlalu murah. Kita harus membeli dua botol Maotai." Eunwoo masih kurang puas dengan harga wine yang Lisa pilih.
(T/N : Maotai minuman beralkohol dari Cina. Tidak terlalu dikenal di luar Cina, tapi di cina sangat terkenal. Saking terkenalnya, maotai juga disebut sebagai national spirit (spirit minuman yah, bukan hantu ^^). Kadar alkoholnya 53%, makanya suka disebut firewater – based on CNN report)
"Tidak, tidak. Kita harus membeli merk ini atau ia akan menyimpan botol lainnya. Rokoknya juga tidak harus yang terlalu mahal, meski harus rokok impor. Dulu aku pernah mendapati ayahku secara diam-diam membeli rokok merk yang biasa ia hisap ketika ia pergi bersama ibuku ke supermarket. Lalu begitu sampai di rumah ia akan menaruh isinya ke kotak rokok lama. Jadi seakan ia belum menghabiskan satu kotak rokok." Lisa tahu benar bagaimana sifat ayahnya.
"Tunggu, jadi ... kamu memilih rokok impor dan alkohol untuk mencegah ayahmu menukarnya secara diam-diam dengan kotak rokok baru karena rokok impor susah ditemui?" Eunwoo menemukan trik Lisa setelah berpikir dengan sungguh-sungguh.
"Pintar!" puji Lisa.
"Bagaimana dengan tante? Bukankah kita membeli terlalu sedikit vitamin?" Eunwoo menunjuk ke sejumlah kecil botol di trolley belanjanya.
"Aku juga sudah membelikannya pakaian," sahut Lisa.
"Haruskah aku membelikan sesuatu untuknya juga? Aku dengar ibu-ibu suka emas. Haruskah aku pergi dan membeli gelang emas untuk Tante?" Eunwoo mengingat kalau ada beberapa toko perhiasan di lantai bawah Mal.
"Kamu tidak perlu bertanya, emas adalah sesuatu yang dekat dan disayang oleh hati ibuku." Lisa dengan ceroboh berkomentar demikian begitu mengingat peristiwa saat ibunya dan Tantenya yang serakah membicarakan gelang emas. Tantenya ketika itu menyombongkan gelang emasnya yang diberikan oleh menantu perempuannya.
"Kalau begitu, aku harus pergi dan membelinya?" Eunwoo berbalik dan mendorong trolley belanjanya menuju ke toko perhiasan terdekat.
"Kenapa kamu begitu bersemangat, aku bahkan belum selesai bicara. Kebiasaan di keluargaku adalah menantu perempuan yang membelikan gelang emas untuk mertuanya." Lisa menarik Eunwoo untuk berhenti.
"Ah? Kamu punya kebiasaan itu? Kalau begitu, haruskah aku membeli kalung emas?" saran Eunwoo.
"Jika kamu berpikir seperti itu, kamu seharusnya juga berpikir keras tentang bagaimana caranya agar orang tuaku menerimamu." Lisa tersenyum. "Jangan lupa kalau aku kabur untuk kawin lari. Ditambah lagi, baru setengah tahun berlalu, laki-laki yang kubawa pulang berubah."
KAMU SEDANG MEMBACA
RDCAB
RomanceSerial adaptasi By author Grumpy Cat Tentang Lisa yang regresi ke sepuluh tahun sebelumnya, tepat sesudah ia dicampakkan oleh mantan kekasihnya di depan kantor catatan sipil. Bertemu dengan Eunwoo yang juga baru saja dicampakkan di tempat yang sama...
