Chapter 42

228 52 10
                                        

Di ruang keluarga

Akhirnya ibu Kim siuman setelah beberapa kali dicubit dengan keras, ia duduk di kursi sementara wajahnya sama sekali tidak menunjukkan sedikit pun ekspresi.

Taehyung tanpa suara memeragakan memotong leher menggunakan tangannya ke Lisa.

Ayah Kim yang sedang merokok menatap puterinya. Sambil menghela napas, ia akhirnya menurunkan aura membunuhnya dan berkata ke Eunwoo yang merasa seperti terdakwa, "Kamu, pergilah ke kandang babi dan beri makan sana."

"Ah ... ya ... memberi makan babi," sahut Eunwoo bingung.

"Oi, cepetan pergi sana. Makanan babinya ada di tong warna hitam di dapur. Bawa itu ke kandang babi di belakang rumah." Taehyung tahu kalau ayah Kim ingin mengadakan rapat keluarga, jadi ia dengan cepat menyuruh Eunwoo pergi.

Sebenarnya Eunwoo masih merasa tidak nyaman untuk meninggalkan Lisa sendirian, tapi melihat Lisa yang tersenyum dan mengatakan kalau ia akan baik-baik saja, maka Eunwoo dengan berat hati pergi.

Setelah Eunwoo pergi, Lisa menyipitkan matanya. Manik rusanya mempelajari ekspresi ibu Kim dan merasa kalau ibunya akhirnya sudah menerima semua kejadian yang terjadi pagi itu. Maka dari itu ia memberanikan diri untuk bicara, "Ma, jangan marah."

"Bagaimana mungkin aku tidak marah?" tanya ibu Kim menegakkan tubuhnya. "Kamu ... kamu ... dengannya ... semua sudah terjadi."

"Bukankah Ma sudah melihat apa yang sudah terjadi?"

"Kamu ...." Ibu Kim hampir ingin kembali pingsan lagi.

"Ma, tenang, tenanglah sedikit." Taehyung dengan cepat menggeser segelas teh padanya.

Ibu Kim menghalau Taehyung dan menunjukkan jarinya yang gemetar ke Lisa. "Kamu ... kamu ... bagaimana bisa aku membesarkan seorang perempuan sepertimu ... apa kamu tidak tahu arti menahan diri?"

"Ma, jangan terlalu khawatir. Mereka saling mencintai dan pasangan di jaman sekarang ...." Taehyung ingin membantu untuk mencairkan suasana, tapi berakhir ketakutan setelah mendapat delikan tajam dari ibu Kim.

"Kamu itu perempuan, bagaimana mungkin kamu tidak memiliki harga diri sama sekali? Di jamanku, apa kamu pikir kamu akan bisa menikah setelah ini?" omel ibu Kim.

"Kalau begitu, aku tidak akan menikah," pungkas Lisa.

Di jaman Ma dulu, orang yang dipaksa menikah dengan orang yang dijodohkan juga banyak. Di jaman itu, seorang perempuan yang tidak bisa menikah juga dianggap sebagai hal yang memalukan oleh keluarganya. Saat Lisa memikirkan kenyataan itu, ia tidak bisa menahan amarahnya. Akibatnya ia tidak bisa menahan diri untuk tidak berargumen dengan ibunya.

"Kamu ...." Ibu Kim terdiam kehabisan kata.

"Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu pada ibumu?" Ayah Kim yang tidak berbicara apapun sejak awal, sekarang marah.

"Oh." Lisa menundukkan kepalanya.

"Lupakan itu. Suruh Eunwoo masuk dan tanya kepadanya, kapan ia akan menikahimu." Ibu Kim menghela napas panjang sambil memengelus dadanya sendiri.

"Kamu tidak akan memarahi mereka lagi?" Taehyung terkejut dan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Apakah itu artinya kamu menyetujui hubungan mereka?"

"Adikmu itu sudah tidak gadis ...." Ibu Kim kesulitan menahan air matanya ketika mengatakannya. "Apa gunanya menyelidiki lebih lanjut sekarang? Kita hanya bisa berharap kalau ia adalah seorang yang bertanggung jawab. Tugasmu hanyalah satu, yaitu bersikap baiklah pada adikmu saat kamu membayar maharnya."

"Ma ...." Mendengar ucapan ibunya, Taehyunglah yang jadi kehilangan kata. Bukannya ibunya baru saja mendorong biaya mahar adiknya ke tangannya.

Lisa tidak pernah menyangkal rasa sayang ibunya padanya, tapi karena kesenjangan generasi, pendidikan, dan kepribadian mereka, membuat keduanya menjadi tidak bisa berbicara satu sama lain dengan benar.

RDCABTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang