Chapter 43

232 48 7
                                        

Keluarga yang sejak pagi tadi begitu ramai, kini terdiam melingkari meja makan yang dipenuhi oleh lauk yang gosong.

Bukan sengaja, tapi memang begitu saja terjadi. Karena ketika Ibu Kim meninggalkan masakannya di dapur, ia membawa spatula bersamanya. Kemudian ia pingsan, sehingga tidak ada yang mengecek masakannya.

Setelah memakan sarapan yang tidak terlupakan, Ayah Kim keluar menuju sepeda motornya untuk pergi ke pasar dan membeli makan untuk makan malam tahun baru mereka.

"Om, mau kemana? Biar aku yang mengantar," ujar Eunwoo yang merasa khawatir setelah melihat ayah Kim mendorong sepeda motornya keluar tanpa terlihat adanya helm.

"Tidak perlu. Om akan pergi ke pasar untuk membeli beberapa lauk. Tempatnya dekat," tolak Ayah Kim.

"Biar aku temani. Mobilku bisa memuat lebih banyak makanan, dan akan lebih nyaman." Eunwoo tetap berusaha untuk membujuknya.

"Jalanannya sempit, mobilmu gak akan bisa lewat," kata Ayah Kim yang akhirnya mengatakan alasannya dengan jujur.

"Oh," sahut Eunwoo yang tiba-tiba merasa canggung.

Sambil menaiki sepeda motornya, Ayah Kim menoleh menatap Eunwoo, "Tante bertanya, apa makanan favoritmu?"

"Ah?" Eunwoo sempat tertegun sebentar sebelum dengan cepat menjawab. "Aku ... suka makan ikan." Jawabnya senang. Seakan bunga-bunga bermekaran di balik punggungnya.

(T/N : Kayak di manga2 gitu maksudnya. Tapi aku malah meratiin jawaban Eunwoo. Kan dia suka makan ikan. Sedangkan nama karakter Lisa aslinya bisa dipanggil ikan. Jadi suka makan ...🌚 )

"Baiklah." Ayah Kim menghidupkan motornya dan dengan cepat menghilang mengikuti jalan berbatu.

Eunwoo menatap punggung yang mengecil di kejauhan, wajah tampannya tersenyum penuh kehangatan.

"Ada apa senyum-senyum sendiri begitu?" tanya Taehyung yang tiba-tiba muncul di belakang Eunwoo.

"Tidak apa-apa," jawab Eunwoo.

"Hey, aku pinjam mobil ya, aku mau berbelanja di kota." Sebagai kakak ipar, Taehyung merasa tidak perlu susah-susah bersopan-sopan pada calon menantu masa depan keluarga Kim.

Mendengarnya, Eunwoo tanpa ragu memberikan kunci mobilnya pada Taehyung.

"Makasih!" Mengambil kunci yang diberikan lalu pergi ke mobil dan mengendarainya pergi.

Saat Ibu Kim mendengar suara mobil yang menjauh, ia keluar sambil membawa kain lap. Saat ia melihat Eunwoo masih berdiri di halaman, ia dengan cepat tahu siapa orang yang membawa mobil. "Cara nyetirnya ugal-ugalan. Seharusnya kamu lebih berhati-hati meminjamkannya."

"Tidak apa. Mobilnya diasuransi kok," jawab Eunwoo. Namun kemudian ia merasa kalau ia sama sekali tidak memiliki pekerjaan, jadi ia kembali bertanya pada ibu Kim, "Tante, apa ada yang bisa aku bantu?"

"Kalau begitu sana pergi bantu Lili menempelkan kuplet," sahut Ibu Kim setelah berpikir sejenak.

"Baiklah!" Eunwoo tersenyum dan berjalan masuk ke rumah dengan senang. Setelah menemukan Lisa, keduanya mulai menempelkan beberapa kuplet di sekitar rumah.

(T/N : Itu loh kertas merah yang ada tulisan cinanya yang biasanya dipasang di pintu dan tembok rumah kalo lagi imlek (contohnya ada di bawah). Aku gak tau sebutan dalam Bahasa indo tuh apa. Soale di Inggreisnya ditulisnya Couplet trus pas diterjemahin jadi kuplet. Pas di guglin pun sama. Tapi pas dicari tau arti sebenarnya di KBBI, kuplet artinya : bait sajak (nyanyian) yang terdiri dari dua baris atau lebih.)

RDCABTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang