Saat Lisa bangun, ia merasa bingung. Ia merasa kalau bantalnya terasa lebih keras dan tidak terasa seperti miliknya. Ia mencoba untuk berguling untuk menemukan posisi nyaman, tapi ia justru malah terbentur pada dada bidang yang hangat.
Hampir seketika itu juga, Lisa sadar dan manik mata cokelatnya dengan perlahan memindai pemandangan di hadapannya dari mulai lengannya hingga ia berataapan langsung ke manik lembut Eunwoo yang sedang menatapnya.
"Sudah bangun?" tanya Eunwoo sambil menunduk untuk mengecup dahi Lisa.
Lisa mengerjapkan matanya. Seketika aktivitas semalam kembali terputar di benak Lisa membuat wajahnya secara berangsur-angsur memerah seperti kepiting rebus.
"Ah ...." Melihat wajah malu Lisa, Eunwoo tidak bisa menahan tawanya.
"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Lisa malu dan berusaha kabur dari pelukan hangat Eunwoo. Lisa berusaha duduk, namun begitu ia berhasil melakukannya, selimut yang menutupi tubuhnya tergelincir turun, memamerkan tubuh telanjangnya. Dengan tergesa, Lisa kembali masuk ke dalam perlindungan selimut.
Merasa begitu puas dengan tubuh lembut yang kembali berada di dekatnya, senyuman Eunwoo semakin mengembang sambil memeluk erat tubuh Lisa.
Hal ini membuat Lisa sampai kehabisan kata. Berada dalam situasi memalukan di pagi hari, yang bisa ia lakukan hanyalah menggigit dada Eunwoo untuk menyalurkan kekesalannya.
"Stop! Jangan lakukan apapun yang membuatku tidak ingin bangun. Kita harus siap-siap makan dan pergi jika tidak ingin terlambat." Tahun baru imlek tinggal dua hari lagi, Eunwoo dan Lisa berencana bermobil untuk pergi ke kampung halaman Lisa hari ini.
"Kamu yang bangun duluan," kata Lisa menatap Eunwoo dengan mata yang membulat seperti rusa.
Dihadapkan dengan wajah manis seperti itu, Eunwoo tidak bisa menahan diri untuk tidak menciumnya dalam-dalam. Hanya dengan kemampuan menahan diri yang kuatlah, Eunwoo akhirnya mampu bangun dan pergi ke kamar mandi duluan untuk mandi.
Lisa menempatkan tangannya ke dada, merasakan degup jantungnya yang berdetak kencang sambil menatap tumpukan baju yang berserakan di lantai. Mengambil kesempatan ketika ruangan kosong, ia dengan cepat mengambil bajunya dan kabur ke tempat tidur kedua.
Saat Eunwoo keluar dari kamar mandi dan melihat tempat tidurnya telah kosong, ia dengan cepat menyelesaikan aktifitasnya. Setelah selesai berpakaian dan mengeringkan rambutnya dengan handuk, ia pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
Setengah jam kemudian, Lisa muncul. Ketika ia melihat Eunwoo dan sarapan yang tersaji, wajahnya kembali memerah.
"Sini duduk dan makan," kata Eunwoo yang menyadari kalau Lisa berlama-lama di dekat pintu kamar, sehingga ia memutuskan untuk memanggilnya.
"Oh ...." Lisa berjalan dan duduk dengan kaku.
Lisa yang jarang bangun sepagi itu tidak merasa nafsu makan. Setelah memakan dua buah telur rebus, ia mengambil susunya dan meminumnya perlahan. Eunwoo yang melihat sisa susu di sudut bibirnya, tidak mampu menahan diri untuk mengulurkan tangan dan membersihkannya.
Lisa tidak menghindari tangannya, tetapi mtanya yang malu menutup perlahan, dan ia tidak bisa menatap mata Eunwoo dengan langsung.
"Bagaimana kamu tidak malu seperti sekarang ketika kita pertama kali bertemu?" tanya Eunwoo.
"Kamu ngomong apa sih?" Sebagai wanita matang yang dianggap tidak laku dan telah menjalani kehidupan kedua kalinya, Lisa tidak tidak akan pernah mau mengakui kalau ia hanya tahu teori tapi tidak pernah memiliki satu pengalaman sedikit pun mengenai kegiatan ranjang, baik di hidupnya yang dulu maupun sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
RDCAB
RomanceSerial adaptasi By author Grumpy Cat Tentang Lisa yang regresi ke sepuluh tahun sebelumnya, tepat sesudah ia dicampakkan oleh mantan kekasihnya di depan kantor catatan sipil. Bertemu dengan Eunwoo yang juga baru saja dicampakkan di tempat yang sama...
