Tahun baru imlek semakin dekat. Meskipun studio Jisoo masih terbilang baru di industri sulih suara, ia tidak ingin memforsir dirinya. Jadi ia menutup berkas di tangannya dan berniat untuk mengerjakannya nanti setelah tahun baru.
Ketiga sahabat itu belum pernah benar-benar duduk dan makan bersama selama enam bulan belakangan ini karena begitu sibuknya. Karena itu, siang hari ini, Jisoo mengundang kedua temannya untuk makan di sebuah restoran terkenal.
"Semua orang mengatakan kalau wanita hamil suka makan pedas, itu artinya anaknya adalah perempuan," cetus Jisoo. "Sejak Rose hamil, ia jadi suka makan makanan pedas. Sepertinya anaknya perempuan!"
"Itu tidak selalu benar." Wajah Rose terlihat seperti layaknya para ibu yang sedang menunggu kelahiran buah hati mereka. "Omong-omong, apapun gender bayiku nanti, ia akan selalu menjadi anakku."
"Salah! Anak kami!" Lisa menyumpit beberapa potstickers dengan sumpitnya dan menaruhnya ke atas piring Rose sambil melirik ke Jisoo. "Dan aku setuju denganmu."
(T/N : Potstickers tuh makanan kayak gyoza-nya Jepang. Aku baru tau TT)
"Yup! Pasti perempuan." Mendengar persetujuan dari Lisa, Jisoo semakin percaya diri.
"Terserah kalian sajalah." Rose memilih untuk tidak mendebat temannya.
Jisoo tidak lagi berusaha melanjutkan topik barusan, sebaliknya kini ia beralih ke Lisa untuk bergosip. "Kamu terlihat lebih ceria hari ini. Apa sesuatu sudah terjadi?"
Rose menoleh ke Lisa, mengingat bagaimana suasana hati Lisa di studio tadi terllihat sangat bagus. Sahabatnya itu tidakberhenti tersenyum dan bahkan sering tertawa, menunjukkan ekspresi jatuh cinta yang begitu jelas.
"Apakah hubunganmu dengan Eunwoo ada kemajuan?" tanya Rose.
Lisa menaruh sumpitnya, berdehem sebelum berkata, "Bukankah kalian berdua bilang mau bertemu dengan Eunwoo sambil makan malam? Sekarang kalian bisa memilih tanggalnya!"
Kim Jisoo dan Park Rose saling bertatapan dan hanya melalui mata mereka, keduanya tampak mengerti kalau ada pembicaraan seru antara hubungan Eunwoo dan Lisa.
"Oh? Bukankah seseorang ada yang mengatakan kalau ia ingin memastikan perasaannya dulu? Apakah ia kini berhasil menangkap targetnya?" tanya Jisoo sambil menaik turunkan alisnya.
"Pastinya!" sahut Lisa.
"Pantas saja kamu terlihat senang seharian ini. Sepertinya Eunwoo memperlakukanmu dengan sangat baik semalam, ya," ujar Jisoo lagi.
Lisa terdiam mendengar ucapan Jisoo dan dengan cepat tertawa tidak percaya. "Wanita gila ini, kenapa pikiranmu selalu kotor sih!"
"Bagaimana kamu bisa mengatakan aku berpikiran kotor? Sana survei keluar, memangnya memperlakukan dengan baik selalu soal itu? Orang berpengalaman tidak akan berpikir ke sana. Hanya mereka yang tidak berpengalamanlah yang akan berpikir kalau yang kukatakan itu pikiran kotor," bantah Jisoo.
Rose yang hanya menonton di sebelah, mengangguk bersama dengan Jisoo, tapi sudut bibirnya tampak gemetar menahan tawa.
"Lupakan!" Lisa mengambil sumpitnya lagi dan mengenai topik yang mereka bicarakan, ia kembali berujar. "Omong-omong, hanya tinggal menunggu waktu sekarang."
"Eh? Aku hanya bercanda, bercanda," kata Jisoo. "Tapi kamu sudah mengejar-ngejar Eunwoo belakangan ini, apakah kamu benar-benar berpikir untuk mulai melakukannya dengannya?"
Lisa menusuk makanannya kemudian berkata dengan ragu, "Aku belum memikirkannya."
"Jangan mengambil insiatif untuk hal ini," ujar Jisoo, terlihat sangat berpengalaman. "Jika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan, ia tidak akan bisa mengontrol dirinya sendiri."
KAMU SEDANG MEMBACA
RDCAB
RomanceSerial adaptasi By author Grumpy Cat Tentang Lisa yang regresi ke sepuluh tahun sebelumnya, tepat sesudah ia dicampakkan oleh mantan kekasihnya di depan kantor catatan sipil. Bertemu dengan Eunwoo yang juga baru saja dicampakkan di tempat yang sama...
