Dalam setiap kata yang tak pernah diucapkan.
Dalam setiap tatapan yang tak pernah disampaikan.
______________________________________________
"Kebahagiaan itu ada pada dirimu, Laks.
Kamu tidak bisa memaksa keadaan atau waktu, yang harus kamu paksak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
Pagi ini, Lakshita seperti biasa, tidak sarapan. Hanya mengambil satu roti tawar dari dapur, dan berjalan keluar dari rumah untuk ke kampus. Dia ada kelas pagi hari ini.
Dia memasuki mobilnya, dan segera pergi dari pekarangan rumah mewah itu.
Di perjalanan, dia memutar playlist yang dia dapatkan dari Kafka. Berisi campuran lagu-lagu Kpop dan lagu-lagu barat. Dan kebetulan sekali selera musik mereka sama, tidak terlalu ramai, tapi tidak terlalu sepi juga. Hanya tengah-tengah.
Tiba-tiba Lakshita teringat sesuatu, dan dia membuka ponselnya ketika berhenti di lampu merah.
Dia mengirim pesan pada Kafka, mengabari jika dia akan memulai promosi sosial media untuk buku barunya. Dan beberapa project mereka sebelum acara pameran dan bedah buku sudah bisa di sebar luaskan, karena seluruh persiapannya sudah selesai.
Lakshita mengirim pesan itu, dan merasa aneh. Tumben sekali pesannya tidak masuk, tidak biasanya Kafka mematikan data seluler nya.
Tetapi dia tak ambil pusing, dan menaruh kembali ponselnya. Kembali melanjutkan perjalanan menuju kampus.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Laks sampai di parkiran kampus dan dia segera turun untuk masuk kelas. Dia hampir saja terlambat!
Gadis itu berlari kearah gedung fakultasnya, mengabaikan beberapa sapaan. Dia sedang sangat fokus untuk tidak tersandung saat ini.
Setelah sampai di depan kelas dan menemukan jika dosen belum masuk, Laks segera bernapas lega. Dia lalu berjalan masuk dan duduk di tempatnya. Membuka laptop, mengambil waktu untuk mengurus sisa-sisa persiapan perilisan bukunya.
Kemarin dia sudah mengunggahnya di akun sosial media miliknya, dan untunglah responnya sangat bagus. Terlebih kali ini kedua kalinya dia collab bersama Kafka, jadi selain pembaca, banyak juga pengagum seni yang memberikan reaksi bagus.
Bahkan saat acara pameran dan bedah bukunya masih satu bulan lebih lagi, sudah banyak yang menanyakan kapan pembelian tiketnya dibuka, dan pertanyaan-pertanyaan exited yang lain.
Dan rencananya, besok lusa dia akan mengunggah spoiler project pra-release untuk bukunya. Ada parfume, dan satu lagi Lakshita tidak tahu apa itu. Karena Kafka dan Arya kompak merahasiakannya.
Kafka beralasan jika ini adalah event miliknya juga, jadi masing-masing memiliki pra-release yang berbeda.
Lakshita dengan parfume nya, Kafka dengan sesuatu yang masih dia sembuyikan.