Hiii semuanya! Lama banget ya nggak update ternyata udah setengah tahun lebih hihihi! 😊 mohon di maafin ya
Note: 230k views dan 80 vote kita lanjut part
Naya baru saja mendudukkan pantatnya dan meletakan totebag di atas meja. "Repot-repot banget sih, Jan. Sampe pesenin gue makanan!"
Pria yang usianya satu tahun lebih muda dari gadis itu hanya terkekeh ringan. Iyalah harus effort, semua ini di lakukan supaya gadis itu merasa nyaman.
"Maaf, ya, nunggu lama. Dijalan tadi sedikit macet, tumben daerah situ macet!" ucap Naya menatapnya.
Janu tersenyum,"Tau gitu gue jemput."
"Gue minum ya," ucap Naya sebelum menyeruput lemon tea yang sudah di pesankan untuknya.
"Di makan juga lah, Nay. Kan gue pesankan nasi goreng," ujar Janu mendorong kecil sepiring nasi goreng itu.
Akhirnya mereka pun menikmati makanan dan minuman di sertai obrolan kecil. "Gue boleh tahu nggak, Nay. Alasan soal foto yang lo tanya dua hari lalu?"
Pergerakan tangan yang membersihkan bibirnya dengan tisu pun terhenti sejenak. "Ada fotonya, Jan?" bukannya menjawab gadis itu malah balik bertanya.
"Eh?!" Naya terkejut ketika hidungnya di toel Janu.
"Ada, mau liat sekarang?" tawar Janu dan langsung mendapat anggukan semangat.
"Mau!" serunya.
Sebuah foto dengan lima orang anggota yang bersandingan dengan masing-masing pasangan tersenyum ke kamera. Terlihat harmonis.
Pupil mata Naya berbinar di sertai air mata yang tampak berkas-kaca. Jantungnya benar-benar berdegub kencang. Ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"I--ini siapa?" tunjuknya pada seorang bayi batita yang masih kecil di gendongan seorang perempuan cantik.
"Oh, ini anaknya Tante gue, Nay. Tapi dia juga meninggal!" Naya sangat terkejut di tempatnya.
"Kalau emang anaknya meninggal kenapa makamnya cuma dua?"
"Satu liang sama Tante, Nay." ucap Janu.
Gadis itu tertawa hambar. Ia menggelengkan kepalanya seraya menatap serius foto di tangannya. "Apa kamu percaya?" tanyanya lirih.
"Itu yang bokap gue bilang. Kalau kenyataanya gue jelas nggak tahu, soalnya dari pernikahan Papa dan Om, Om lah yang lebih dulu punya anak!" jelas Janu ikut serius.
"Kenapa, usaha restoran Papa lo makai nama belakang Om lo? Setahu gue, nama belakang bokap lo bukan Odisa!" pertanyaan Naya ini terasa berbeda. Janu entah kenapa bisa merasakannya.
Pria itu tertawa kecil untuk menetralkan suasana yang terasa berubah serius. "Sorry, Nay. Tapi, pertanyaan yang lo ajukan rasanya makin dalam dan ke ranah pribadi keluarga gue!" ujarnya tanpa ingin menyudutkan Naya.
Dan gadis itu pun mulai tersadar. Ia menghela nafas pelan dan lembut. "Hah! Iya, maaf Jan. Nggak seharusnya gue terlalu kepo sama keluarga lo!"
"Nggak masalah," ujar Janu.
"Gue boleh foto ini, nggak?" tanya Naya.
Janu tersenyum,"Boleh!"
***
"Malam Tante, maaf saya nganterin Naya kemaleman!" ucap Janu mencium punggung tangan Indy. Wanita paruh baya itu menerimanya walaupun dengan raut wajah yang seperti menuntut penjelasan pada anaknya.
"Oh... Silahkan masuk!"
"Lain kali, Tan. Selamat malam Tan." pamitnya lagi.
"Balik dulu, Nay!" ucap Janu tak lupa ke Naya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gamara's
Hayran KurguGamara Bagaskara adalah keturunan tunggal dari marga Bagaskara. Pria tampan itu penuh pesona dan karisma. Dan Kanaya odisa ialah gadis yang paling Gama cinta. Pria itu sangat menggilainya. Siapapun pasti akan merasakan akibatnya jika merebut Kanay...
