38. Gamara

252 28 2
                                        

Pemilik netra hitam pekat yang tatapannya selalu tajam namun lembut ketika bersama orang spesial di hatinya. Bola mata itu bergerak mengikuti tangan yang terulur di depannya dengan sebuah strawberry diapit ujung jari telunjuk dan ibu jari.

"Strawberrynya manis, cobain." pinta Naya pada Gama yang menatapnya. Tanpa menolak pria tampan itu lantas membuka mulutnya dan mengarahkan tangan lembut itu untuk menyuapinya.

"Manis, makasih Sayang." ucap Gama, kalimat sederhana tapi membuat kedua pipi Naya seperti tomat. Gadis itu langsung berdehem kecil memalingkan wajahnya.

Outfit yang Naya kenakan sangat simple dan elegan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Outfit yang Naya kenakan sangat simple dan elegan. Kakinya jadi terlihat makin jenjang. Porsi badannya pun ideal. Apalagi di tambah kacamata menambah kesan mahal.

Memang cuacanya cukup terik bercampur sedikit dingin.

"Udah yuk, strawberryku udah dapat banyak!" kata Naya pada tunangannya.

"Kamu belum masuk yang bagian sana," ujar Gama menunjuk sebelah kanan.

"Nggak ah, lagian sama aja." tolaknya.

"Oke, Sayang." Cekatan, Gama langsung menggenggam tangan kecil itu hingga tenggelam di telapak tangannya yang besar. Rasanya tidak pernah satu hal terlewatkan bersama Gama.

Tangan yang selalu di genggam, kecupan kecil selalu terasa di kepalanya. Sampai pelukan singkat yang dia berikan untuknya tiap kali pertemuan itu datang. Memberikan rasa aman, nyaman, ketika bersamanya.

Naya hanya bisa mengikuti langkah pria itu ketika menarik tangannya. Terkadang Naya ingin menyampaikan rasa terimakasihnya tapi perasaan gengsi itu masih dominan.

"Kamu tunggu disini," titahnya pada gadis itu. Beberapa menit menunggu akhirnya Gama datang dengan satu kantong kresek besar berisi strawberry yang sudah di petik tadi serta menyelesaikan pembayaran.

"Kamu mau makan siang dimana?" tanya Gama berjalan menuju parkiran sambil menggenggam tangan Naya dan satu lagi membawa kantong kresek.

"Aku ngikut Kak Gama aja,"

"Tapi kamu lagi pengen makan apa, Sayang?"

"Aku terserah kakak aja," Gama menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis.

"Iya, oke."

***

"Kak?" panggil Naya menatap pria tampan yang tengah mengemudikan mobil sedannya.

Gama menoleh,"Iya, Nay?"

Gadis cantik itu sedikit berdehem kecil, lantas kembali menaikkan tatapannya. "Kayaknya kita pulang aja, Naya mendadak nggak mood makan di luar."

Alis tebal Gama naik, dahinya mengernyit. "Kamu lagi kurang enak badan?"

Naya menggeleng pelan,"Enggak kok, Kak."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 4 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Gamara's Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang