41. Dunia ini tidak Adil untukku

31 7 0
                                        

Sakura melihat kebawah. Jeritan keputusaan terdengar memilukan. Di mengarahkan pandangan ke arah Naruto dkk yang keadaan nya tidak lebih baik.

Dia membuat keputusan yang berani. Maaf, dan terimakasih. Menatap bola cahaya yang sebesar matahari semakin mendekat. Dia berdiri dengan susah payah. Merentangkan kedua tangan nya. Menutup matanya, mengalirkan seluruh energi dan esensi terakhir miliknya ke ujung tanduk merah darahnya. Memusatkan seluruhnya, hingga membentuk bola kecil transparan.

Bola kecil itu melayang ke arah bola besar. Sakuya melihat itu tidak bereaksi banyak. Apa yang bisa di lakukan bola sekecil itu pada kekuatan absolute miliknya? Sia-sia.

Tapi yang tidak di duga. Ketika bola itu akan menyentuh bola besar. Tiba-tiba bola kecil itu membesar dengan kecepatan tinggi, menyelimuti bola besar. Dan perlahan memperkecil ukuran bola besar hingga sebesar bola transparan di awal. Tetapi kekuatan nya tetap mengerikan. Melihat itu, Sakuya menaikan alisnya.

"Percuma, mau kau kecilkan ukuran atau besar. Kekuatan nya tetap sama. Sungguh sebuah lelucon." Sakuya mencibir. Tetapi tak lama dia terkejut.

Sakura dengan tegas terbang ke arah kekuatan itu. Tubuhnya di selimuti cahaya biru. Tangannya meraih kekuatan yang sebesar bola kecil. Dan memeluknya di dadanya.

Kemudian penghalang berlapis-lapis menyelimuti nya, memisahkan nya dari dunia luar.

Di udara ruang tiba-tiba robek. Beberapa sosok keluar dari sana dengan cepat. "Tidak! Nak!/Adik!" Itu adalah Syura. Inari. Dan Sakiya. (Neneknya aku lupa, entah Masi idup atau udh mati hehehe)

Terlambat. Seberkas cahaya meledak menyinari seluruh alam. Membuat mata mereka buta untuk sementara.
Hingga cahaya menghilang. Kemudian terlihat. Serpihan-serpihan kecil potongan pakaian yang berterbangan, mirip seperti kelopak bunga sakura.. melayang sejenak dan jatuh di tanah..

Melihat itu mereka semua terpana- Mati?...tidak.. tidak mungkin.

"HAHAHAHAHA!! MATI! MATI! HAHAHAHA!!!" Tawa yang menggelegar. Sakuya tertawa seperti orang gila. Menatap serpihan pakaian di tanah. "AKHIRNYA DIA MATI!! MATI!! AHAHA-AGHKHUGHK!!" Dia memuntahkan darah. Tubuhnya tidak kuat lagi. Serangan timbal balik dari membakar seluruh esensi dan menopang seluruh energi dunia. Tapi dia masih berdiri kokoh di udara. Dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya. Dia terkekeh, "..sepadan.." tapi air mata keluar dari matanya. Entah sedih atau kegembiraan.

Apa yng tidak dia ketahui, tanduk di kepalanya, warna merah tuanya agak memudar.

Sebuah bayangan besar dan tinggi melesat ke arah Sakuya. Dan menghantam nya dengan kuat. Membuat tubuh Sakuya jatuh ke tanah dengan keras hingga membuat lubang besar.

"!!!" Semua akhirnya tersadar.

Syura yang pertama kali bergerak. mengentikan sosok berwarna ungu di langit yang berusaha melesat ke arah Sakuya lagi. "Hentikan!" Suara agungnya terdengar. Tetapi sosok itu tidak mengindahkan.

"Sasuke!?"

Akhirnya dia bertarung dengan Syura. Matanya merah darah. Syura mengerutkan keningnya. "Kamu-" dia tidak bisa berkata-kata. Kemudian mengingat putrinya, yang akhirnya kembali tetapi belum sempat berbicara telah hilang lagi! Dia marah! Frustasi! Melihat anak muda yang lumayan di depannya, Syura kemudian meladeninya. Hitung-hitung sebagai karung tinju. Tapi apa yang tidak diharapkan nya, bocah itu. Mampu menyaingi nya!

Akhirnya dia dengan serius menanggapinya.

Sedangkan Sakiya terbang ke lubang tempat Sakuya tergeletak. Air mata mengalir tapi tak ada suara. Matanya menatap lekat tubuh adiknya. "Apakah obsesi mu akhirnya hilang? Inikah akhir yang kamu mau, wahai adikku?"

Otsutsuki SakuraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang