Mereka bersemangat. Tapi hanya sebentar- karna_
Langit… retak. Bukan kiasan. Garis-garis tipis seperti kaca pecah muncul di udara, menyebar dari pusat aura gelap Shisiya. Ruang di sekitarnya bergetar, melengkung, seolah realitas itu sendiri tidak mampu menahan keberadaannya.
Tanah di bawah kaki Sakura bergetar hebat. Namun ia tidak mundur. Cahaya biru dari Api Teratai Biru menyelimuti tubuhnya, membentuk lapisan seperti kelopak yang berputar pelan di sekelilingnya. Di belakangnya, Sakuya terjatuh lemah—napasnya berat, tubuhnya masih gemetar. Sakiya dengan cepat menopang adiknya.
Shisiya mengangkat tangannya perlahan. Matanya yang merah berpola rumit berdenyut—lingkaran dalam matanya berputar perlahan, seperti mekanisme kuno yang hidup. Setiap putaran memancarkan tekanan yang membuat udara terasa semakin berat. “Kalian benar-benar berpikir… bisa menghentikan ku? Benar-benar melebih-lebihkan diri sendiri.”
Seketika—
GRRAKKK—!!
Ruang di samping Sakura dan yang lainnya robek. Bukan ledakan—tapi sobekan realitas. Celah hitam terbuka seperti luka, menarik udara dan cahaya ke dalamnya. Sakura melompat ke samping tepat sebelum tubuhnya terseret.
Namun belum sempat mendarat—
bayangan hitam muncul di belakangnya. Shisiya… berpindah tanpa jejak. “Terlalu lambat.”
Serangan telapak tangan—
BOOM!!
Sakura terpental jauh, menghantam tanah hingga retakan besar menjalar seperti jaring laba-laba.
Sedangkan situasi yang lain tidak lebih baik. Mereka bahkan tidak bisa melindungi diri sendiri! Apa lagi akan membantu Sakura! Benar-benar mereka melebih-lebihkan diri sendiri!
Debu belum sempat turun—
cahaya biru meledak dari dalamnya. Sakura melesat keluar, matanya fokus. Tangannya mengarah ke depan—“Api Teratai Biru—Mekar!” Puluhan kelopak cahaya biru muncul di udara, berputar cepat, lalu melesat seperti hujan tajam.
Shisiya hanya mengangkat tangannya. Ruang di depannya melengkung—
kelopak-kelopak itu masuk ke dalam distorsi… dan lenyap.
Sakura membelalak.
“Apa—?”
“Seranganmu… bahkan tidak mencapai aku.”
Tiba-tiba—
mata merah itu berkilat. Lingkarannya berputar lebih cepat.
CRACK—!!
Ruang di sekitar Sakura langsung terdistorsi. Tubuhnya terasa ditarik ke berbagai arah sekaligus—atas, bawah, samping—semua arah bertabrakan. “Ah—!” Ia hampir kehilangan keseimbangan—tapi cahaya biru di tubuhnya menguat, menahan distorsi itu.
“Aku tidak akan…” Ia menggertakkan gigi. “terjebak lagi!”
Sakura menancapkan tangannya ke tanah—energi biru menyebar luas.
Tanah di sekitarnya berubah—bukan hancur, tapi ditimpa oleh lapisan energi hidup, seperti bunga raksasa yang mekar dari bumi.
Ruang yang tadi retak… perlahan “ditenangkan”.
Distorsi melemah.
Shisiya mengangkat alis sedikit. “Menarik… kau menstabilkan ruang itu sendiri.”
Sakura berdiri tegak. “Aku tidak akan bertarung di dunia yang kau rusak.”
Lalu—ia menghilang.Dalam sekejap.
Bukan berpindah seperti Shisiya—tapi berubah menjadi cahaya yang tersebar.
Kelopak-kelopak biru muncul di seluruh area—dan dari setiap kelopak, Sakura bisa muncul. Serangan datang dari segala arah.
Atas—
Samping—
Belakang—
BOOM! BOOM! BOOM!
Setiap serangan menghantam, memaksa Shisiya bergerak. Untuk pertama kalinya— ia mundur satu langkah.
Namun kemudian—ia tersenyum. “Kalau begitu… kita ubah panggungnya.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Otsutsuki Sakura
AcakCerita tentang Otsusuki Sakura yg bakit di tengah perang berlangsung. 🥀🥀🥀 Sakura menutup mata. "Inikah yang ingin kau perlihatkan kepada ku? Alasan kau membangkitkan ku? Ingin aku membantu mereka? Tidak kah kau lihat, akibat perbuatan yang kau la...
