Udara berubah menjadi berat. Aura dingin yang sebelumnya halus… kini menekan seperti sesuatu yang siap menghancurkan segalanya. Sakura langsung bersiap. Cahaya biru kembali berkumpul di tangannya. “Menjauh dari dia.” suara Sakura tegas.
Shisiya hanya tersenyum. “Masih polos… bahkan setelah mati dan hidup kembali.”
Tanpa peringatan—BOOM.
Tekanan besar meledak. Sakura terpental beberapa langkah, tapi berhasil menahan diri. Sakuya berdiri kaku di tempatnya. Kemudian tersadar. “Bibi! Hentikan! Aku tidak menginginkan nya lagi! Jangan sakiti dia!”
Namun sosok itu… tidak menjawab. Tubuhnya mulai berubah. Rambut peraknya perlahan menggelap seperti ditelan bayangan—hingga menjadi hitam legam, panjang dan berat seperti malam tanpa cahaya. Tanduk di kepalanya memanjang, melengkung lebih tajam, dengan pola rumit berwarna merah pekat hampir hitam, seperti urat yang dipenuhi kebencian.
Matanya terbuka perlahan.
Merah.
Bukan sekadar merah—di dalamnya terdapat pola berlapis yang berputar halus, seperti kelopak yang saling mengunci. Lingkaran demi lingkaran membentuk simetri yang indah… tapi terlalu rumit untuk dipahami. Di tengahnya, sebuah inti gelap seperti jurang—menarik pandangan siapa pun yang melihatnya.
Keindahan… yang menakutkan.
Pakainya berubah mengikuti auranya—kain gelap yang menjuntai panjang, dihiasi pola seperti retakan cahaya merah yang mengalir seperti darah. Bahunya terbuka dengan lapisan seperti armor alami, memberi kesan dominasi dan kekuasaan yang absolut.
Ia bukan lagi sekadar anggota keluarga kerajaan. Ia… sesuatu yang lain. “Akhirnya… aku bisa bernapas tanpa batasan itu.” Suaranya kini lebih dalam. Lebih dingin.
Sakura menatap tajam. "Itu kamu!"
Sakuya juga terkejut. "Bibi!? Itu kamu! Bagaimana mungkin!" Sosok itu! Awalnya, dia tidak berniat untuk menyiksa Sakura, apalagi mengambil esensi miliknya. Ia berfikir, jika dia kuat, maka itu adalah kekuatan absolute miliknya sendiri. Bukan dari orang lain!
Tpi sosok itu..dia hanya berbisik sedikit dan Sakuya dengan bingung mengikuti, ia sendiri tidak tau bagaimana tapi selama seluruh proses dia seperti iblis yang tidak memiliki kesadaran sendiri! Seperti boneka! Setelah sadar.
Awalnya dia mencari sosok itu, tapi dia tidak menemukan dimanapun. Bahkan jika dia bertanya pada bibi nya. Tetapi bibinya hanya mengatakan. "Apa yang dilakukannya itu bagus untukmu. Jangan mencarinya lagi."
Dia tidak setuju. Tetapi akhirnya mengalah. Karna esensi itu ga bisa di pisah lagi. Ternyata..sosok yang dicari-cari nya.. selalu ada bersama nya! Betapa konyol!!
"Apa yang tidak mungkin?. Aku sudah muak. Dan kamu sudah tidak berguna. Benar-benar sampah!"
Sakuya menahan aliran darah di tenggorokan nya. Hati nya sakit! Kenapa.. seseorang yang bahkan dia percayai! Kenapa!
Syura terkejut melihat sosok yang mirip dengan adiknya. Tidak itu memang adiknya. Tapi bagaimana bisa! Rambut hitam legam ini..mata itu...tanduk itu...
Adiknya-Shisiya..telah jatuh ke dalam duniawi.
Tapi kapan? Kenapa dia tidak tau sama sekali!? "Shisiya kamu- bagaimana bisa!?"
Shisiya meliriknya. Kemudian tersenyum menyeramkan. "Bagaimana melihat putrimu saling membunuh tadi? Dan bagaimana rasanya kehilangan putrimu? Ah sayang sekali dia tidak benar-benar mati."
"Kamu!"
Sakiya menatap Shisiya “Bibi, apa tujuanmu selama ini..” Ia melirik ke arah Sakuya. “Memanfaatkannya?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Otsutsuki Sakura
AcakCerita tentang Otsusuki Sakura yg bakit di tengah perang berlangsung. 🥀🥀🥀 Sakura menutup mata. "Inikah yang ingin kau perlihatkan kepada ku? Alasan kau membangkitkan ku? Ingin aku membantu mereka? Tidak kah kau lihat, akibat perbuatan yang kau la...
