40. Dia-

17 2 0
                                        

"Membunuhmu tidak perlu banyak alasan." Bang!

Keduanya berpisah jauh. Berdiri di udara saling berhadapan. "Tidakkah hati mu sakit?.." membunuh adikmu sendiri demi tahta..

"Sakit? Hahahaha, Pertanyaan itu harusnya aku yang menanyakan nya. Apakah jantung mu baik-baik saja?" Menyeringai.

....tangan yang menggenggam pedang agak gemetar. Sulit untuk melihatnya, kecuali dengan mata yang tajam. Sakuya melihat itu, awalnya dia berfikir itu akan hilang. Ternyata, hahaha, perasaan itu, efeknya tetap ada walaupun dia kembali hidup. Tetapi, rasa sakit yang di timbulkan akibat aliran energi pedang yang di hasilkan dengan membakar esensi darah murni itu sangat hebat. Bahkan jika Otsusuki biasa terkena. Bahkan jika jiwanya telah pergi meninggalkan tubuh, rasa sakit itu tetap ada. Hingga jiwanya tercerai berai.

Sayang sekali, si bodoh itu beruntung di saat terakhir.. Api itu... Mata Sakuya muram.

Sedangkan Sakura, kepalanya agak sakit, kenangan-kenangan buruk itu.. bagaimana jantungnya di tusuk berulang kali hingga tak berbentuk..untuk mengeluarkan darahnya.. bahkan jika jantungnya sudah hancur tapi dia tidak bisa mati.. bagaimana perasaan darah yang mengalir oleh sayat demi sayatan pedang itu.. tapi tidak bisa mati! Sakit! Sangat sakit!

Cahaya gelap melintas di matanya.

Sakuya menyadari hal itu. Dia pun tertawa. "Hahaha!!! Kupikir, kau, sang perawan suci tidak akan pernah jatuh kegelapan! Tapi tak ku sangka, hahaha! Inilah sang pewaris sejati itu! Sungguh-" Sakuya mencemooh.

Sakura memegang keningnya. Tidak, dia tidak bisa jaduh dalam iblis hati.. bukankah dia sudah merelakan..

Tidak! Rasa sakit itu! Kenapa! KENAPA SEKEJAM ITU PADANYA!!!

Tanduknya mulai berubah warna. Pola perak yang melambangkan ilahi kesucian. Perlahan-lahan berubah menjadi merah tua. Mirip dengan Sakuya. Tetapi miliknya tidak sepenuhnya merah tua. Mata hijaunya yang tebuh menjadi terang seperti permata.

"Kenapa!" Dengan cepat dia membakar setetes esensi darah murninya. Kekuatan menakutkan melonjak. Auranya lepas hingga membuat semua orang yang di dekat nya terpental jauh mengeluarkan seteguk darah segar.

Sakuya juga tidak tinggal diam. Dia membakar esensi darah murni. Kekuatan yang sama melonjak.

Keduanya kembali terlibat pertarungan sengit. Ruang di sekitar terdistorsi. Retak, bahkan runtuh!

Pedang mereka saling beradu hingga lepas dari tangan, dan menancap di tanah dengan gaya X dan membuat lubang besar di tanah. Dari memakai senjata hingga tangan kosong!

Keduanya mengeluarkan jurus mereka. Api teratai biru, Satu wujud Naga, sedang yang lain Phoenix.

Mata Sakuya menyipit. Phoenix? Kemudian dia berfikir, heh tentu saja. Kelahiran dari api sejati.

Kedua api yang berbeda bentuk itu saling menerjang. Membuat gelombang aliran udara yang mengerikan menghantam apa saja yang di lewati nya. Membuat kebakaran dimanapun dia lewat. Sangat kuat!

Akhirnya keduanya sama-sama memuntahkan darah. Yang artinya imbang. Sakura terkejut. Sedangkan Sakuya muram. Tetapi kembali tersenyum licik. "Bagaimana? Apakah kamu terkejut?  Esensi darah yang kubakar..itu milikmu~"

Dulu, dengan bantuan orang itu. Dia mengubah esensi darah milik Sakura menjadi miliknya. Jadi, bisa di bayangkan. Jika keduanya bertarung dengan saling membakar esensi, keduanya akan imbang. Karna memiliki asal yang sama.

"!" Sakura terpana.. Apakah..dia akan kalah lagi? Tidak! Dia tidak mengizinkan nya. Esensi yang ada pada kakaknya, seberapa banyak itu? Dia bertaruh!

Keduanya kembali membakar esensi darah. Kekuatan mereka melonjak berkali-kali lipat lagi! Mengeluarkan tekanan yang tak terbayangkan.

Naruto dkk dan para elit hingga jatuh berlutut di tanah. Aura yang mengerikan! Padahal mereka sudah jauh dari keduanya!

Jangankan mereka, para tetua dan seluruh Otsusuki yang ada di tanah itu berlutut karna aura keduanya yang mengerikan. Itu membawa tekanan kekuatan garis keturunan. Dua! Dua sekaligus! Dadak mereka sesak, sulit untuk bernapas! Mereka bahkan tidak bisa mengangkat kepala!! Astaga kapan ini akan berakhir!! Seseorang tolong!!!

Watu berlalu, siang jadi malam. Dan malam jadi siang, silih berganti. Tidak tau berapa lama. Hingga Sakuya terpojok. Yah, esensi milik adiknya telah habis... Tapi bukan berarti miliknya tidak ada. Tetapi itu kurang dari darah sejati!! Benci! Kenapa!? Bukankah mereka sama!!

Naruto dan yang lainnya telah menang melawan prajurit elit. Yah di bantu aura dari garis keturunan yang di keluarkan oleh kedua saudari itu. Mereka awalnya ingin ikut membantu, tapi..jangan pikirkan. Mereka bahkan tidak bisa mendekati mereka berdua!! Jadi mereka dari jauh hanya dapat melihat. Sesekali menyemangati. Sangat tidak berguna┐⁠(⁠ ⁠˘⁠_⁠˘⁠)⁠┌

Bang!!!

"Ahaghkk!" Sosok jatuh dengan kecepatan tinggi menghantam gunung di sebelah Naruto dkk, Itu Sakuya. Dia kalah-

Sakura terbang mendekati. Menatap rumit ke arah Sakuya. Menggenggam erat sebilah pedang. Mudah untuk membunuh, tetapi sulit untuk tidak menyesal..

Apakah membunuhnya akan menyelesaikan semuanya? Apakah kebencian ini akan hilang? Ya, dia tau, dia membenci kakak nya. Benci kenapa dia tidak pernah menyayangi nya, benci kenapa, padahal ia tidak menginginkan tahta tapi kenapa tetap membencinya? Benci, karna..kenapa begitu kejam padanya! Kenapa!?

"Terakhir, kenapa? Kenapa begitu kejam padaku?" Ia menginginkan jawaban, jika..jika..dia memiliki sedikit harapan. Dia bisa memaafkannya..

Sakuya berdiri dengan goyah. Pakaian nya berantakan. Penuh dengan goresan, robekan, dan darah. Matanya berkilat, sejenak.

"Yang Mulia! Anda menang!" Suara sorak Sorai terdengar. Para Otsusuki dan tetua keluar, berdiri di udara melihat Sakura dan Sakuya di tanah dengan keadaan menyedihkan.

Mendengar itu ia mendongak, dan kembali muram. "Apakah kamu sangat menginginkan jawaban dari Ratu ini?" Mengabaikan sorak Sorai.

"Ya." Kumohon..

Sakuya menatap kerumunan. Terkekeh pelan, menatap langit. Kenapa..aku juga bertanya. Kenapa langit begitu tidak adil. Perlahan-lahan dia kembali melayang. Berdiri di udara, tatapannya kini menjadi lebih kejam. Dia bertekad, walaupun mati, dia harus menyeret mereka semua ke neraka! Semuanya! Mati!!!

Tanpa di ketahui, ternyata Sakuya masih memiliki esensi darah milik Sakura. Dia membakar semuanya! Dan menggabungkan dengan miliknya! Kekuatan yang begitu mengerikan dan menyesakkan kembali menyelimuti dunia ini. Bahkan Sakura hampir tak mampu bertahan berdiri di udara.

Bagaimana mungkin sekuat ini!

Sakuya tertawa liar hingga terdengar ironis. Dia mengumpulkan semua energi di dunia ini, mengumpulkan nya menjadi bola berwarna-warni dominan putih berkilauan besar yang sebesar matahari. "Ayo kita mati bersama!!!"

"Tidak! Yang mulia Ratu! Harap tenangkan diri anda!"

"Jangan gegabah!"

Teriakan panik terdengar saling saut. Memohon ampun. Sakuya melihat itu dengan dingin. "Munafik." Perlahan bola besar itu turun membawa aura yg mengerikan. Bahkan setiap gerakannya mempu memecahkan ruang hingga terlihat kehampaan.

Banyak orng di bawah sudah pingsan. Bahkan sebelum bola itu mengenai mereka. Bisa di bilang itu sangat mengerikan. Apalagi jika bola itu mengenai mereka! Bahkan tubuh! Dan jiwa akan hilang!

Dia- bertekad untuk mati dan menyeret mereka semua!








Otsutsuki SakuraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang